Maaf jadi ingin ikut ngomong. Kebetulan saya juga kerja di perusahaan milik 
asing. Apa yang dilakukan oleh teman pak Iskandar tidak salah, karena sholat 
berjamaah sangat penting artinya. Yang perlu dilakukan oleh pak Iskandar dan 
teman-temannya adalah bersama-sama meninta kebijakan pimpinan persuahaan agar 
memberikan keleluasaan bagi umat Islam untuk menjalankan ibadahnya. Tentunya 
dengan waktu yang wajar. Misalnya kalau diberi waktu 10 menit untuk sholat ya 
jangan meninggalkan tugas sampai satu jam dengan alasan berdzikir dan 
sebagainya. 

Hasbiyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Waalaikumussalam Wr Wb,

Kalau menurut saya, posisi teman anda itu mungkin keliru. Sholat
berjamaah dan bekerja sama-2 wajib utuk ditaati. Sikon teman anda
bekerja di tempat seorang yang atheis adalah sudah menjadi pilihannya,
maka dia harus taat sesuai dengan perjanjian kerjanya. Seharusnya teman
anda tsbt tidak meninggalkan pekerjaan ketika sedang bertugas. Kalau
menururt saya justru itu merusak citra seorang muslim yang baik. Saya
kurang sependapat dengan kasus ini. Kadang-2 seorang muslim tidak sadar
dengan kesalahannya. Merasa dirinya paling khusuk dan istiqomah, kalau
diberi tau, ngeyelnya bukan main. padahal sebenarnya orang tsbt berbuat
dholim dilingkungan pekerjaannya. 

Demikian pendapat saya, mohon maaf apabila tidak berkenan.

Wassalam,
Hasbiyanto - Internal Audit Dept.
PT Badak NGL - Bontang - Kaltim

>>> iskandar hasibuan <[EMAIL PROTECTED]> 6/17/2007 6:29 PM >>>

Assalamualaikum

Saat ini saya bekerja pada suatu perusahaan asing
dengan atasan warga negara Belanda yang sampai saat
ini keyakinannya adalah Atheis yang salah satu
peraturan yang ditetapkannya dalam perusahaan adalah
bekerja tepat waktu dan tidak meninggalkan pekerjaan
pada saat bekerja. Saya mempunyai teman yang bekerja
sebagai penjaga pintu gerbang/ penjaga kantor ( kantor
tempat saya bekerja berada di lingkungan perumahan).
Alhamdulillah teman saya ini selalu taat, khusyuk dan
istiqomah dalam beribadah apalagi dalam sholat
berjamaah.Ketika mendengar suara adzan bergema , ia
segera bergegas untuk sholat berjamaah di mesjid
seperti sesuai dengan yang dsunnahkan oleh rasul.
Permasalahannya adalah dia menjaga pintu gerbang hanya
sendiri, kadang kala ia meminta bantuan office boy
menggantikan posisinya dalam menjaga pintu ketika ia
sholat berjamaah.Namun kadang kala pula si office boy
tidak bisa membantunya karena kesibukannya.
Dan teman saya tetap istiqomah untuk sholat berjamaah
dimesjid. Saya berkata kepada teman saya ini,
"Bukankah saat ini anta sedang bekerja,kalau tidak ada
uzur kita bisa sholat berjamaah dimesjid,namun jika
tidak bisa kita dapat sholat berjamaah di kantor
bukankah anta tau bagaimana sifat bos kita yang atheis
itu ?". Namun dia menjawab " Selagi saya mampu, begitu
Allah memanggil saya akan datang dan terputuslah
kegiatan dunia saya.
Masya Allah, jawaban yang dasyat sekali.Saya sangat
menyayangi teman saya ini sebagai saudara seiman,apa
yang harus saya lakukan,saya takut terjadi hal yang
tidak diinginkan kepadanya. Mohon pendapat dari
saudara-saudaraku semuanya.

Wassalam

Iskandar hasibuan 




      Recent Activity
    
      8
  New Members

Visit Your Group 
  SPONSORED LINKS
      
   Islam  
   Islam matrimonial  
   Islam online

      Yahoo! Avatars
  Share Your Style
  Show your face in
  Messenger & more.

    Yahoo! Mail
  Drag & drop
  With the all-new
  Yahoo! Mail Beta

    Y! Messenger
  Instant smiles
  Share photos while
  you IM friends.



  .

 
         

 
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke