-----Original Message----- From: "Hasbiyanto " <[EMAIL PROTECTED]> To: "iskandar hasibuan" <[EMAIL PROTECTED]>, <[email protected]> Date: Mon, 18 Jun 2007 11:06:28 +0800 Subject: Re: [syiar-islam] Teman yang istiqomah
Waalaikumussalam Wr Wb, Kalau menurut saya, posisi teman anda itu mungkin keliru. Sholat berjamaah dan bekerja sama-2 wajib utuk ditaati. Sikon teman anda bekerja di tempat seorang yang atheis adalah sudah menjadi pilihannya, maka dia harus taat sesuai dengan perjanjian kerjanya. Seharusnya teman anda tsbt tidak meninggalkan pekerjaan ketika sedang bertugas. Kalau menururt saya justru itu merusak citra seorang muslim yang baik. Saya kurang sependapat dengan kasus ini. Kadang-2 seorang muslim tidak sadar dengan kesalahannya. Merasa dirinya paling khusuk dan istiqomah, kalau diberi tau, ngeyelnya bukan main. padahal sebenarnya orang tsbt berbuat dholim dilingkungan pekerjaannya. Demikian pendapat saya, mohon maaf apabila tidak berkenan. Wassalam, Hasbiyanto - Internal Audit Dept. PT Badak NGL - Bontang - Kaltim >>> iskandar hasibuan <[EMAIL PROTECTED]> 6/17/2007 6:29 PM >>> Assalamualaikum Saat ini saya bekerja pada suatu perusahaan asing dengan atasan warga negara Belanda yang sampai saat ini keyakinannya adalah Atheis yang salah satu peraturan yang ditetapkannya dalam perusahaan adalah bekerja tepat waktu dan tidak meninggalkan pekerjaan pada saat bekerja. Saya mempunyai teman yang bekerja sebagai penjaga pintu gerbang/ penjaga kantor ( kantor tempat saya bekerja berada di lingkungan perumahan). Alhamdulillah teman saya ini selalu taat, khusyuk dan istiqomah dalam beribadah apalagi dalam sholat berjamaah.Ketika mendengar suara adzan bergema , ia segera bergegas untuk sholat berjamaah di mesjid seperti sesuai dengan yang dsunnahkan oleh rasul. Permasalahannya adalah dia menjaga pintu gerbang hanya sendiri, kadang kala ia meminta bantuan office boy menggantikan posisinya dalam menjaga pintu ketika ia sholat berjamaah.Namun kadang kala pula si office boy tidak bisa membantunya karena kesibukannya. Dan teman saya tetap istiqomah untuk sholat berjamaah dimesjid. Saya berkata kepada teman saya ini, "Bukankah saat ini anta sedang bekerja,kalau tidak ada uzur kita bisa sholat berjamaah dimesjid,namun jika tidak bisa kita dapat sholat berjamaah di kantor bukankah anta tau bagaimana sifat bos kita yang atheis itu ?". Namun dia menjawab " Selagi saya mampu, begitu Allah memanggil saya akan datang dan terputuslah kegiatan dunia saya. Masya Allah, jawaban yang dasyat sekali.Saya sangat menyayangi teman saya ini sebagai saudara seiman,apa yang harus saya lakukan,saya takut terjadi hal yang tidak diinginkan kepadanya. Mohon pendapat dari saudara-saudaraku semuanya. Wassalam Iskandar hasibuan __________________________________________________________ Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 [Non-text portions of this message have been removed]

