Subhanallah, semoga saudara kita tersebut senantiasa dijaga, dilindungi, dirahmati serta diberkahi oleh Allah SWT. Amin
Afwan, ini kutipan dari ceramah Aa` Gym, bahwasanya hidup kita ini hanyalah untuk beribadah kepada Allah, dimana salah satu caranya adalah dengan Dzikrullah. Dzikir sendiri ada beberapa tingkatan, dimana yang paling utama, paling besar manfaatnya, paling besar nilai ruhiahnya adalah: Sholat Tepat Waktu, Berjama`ah, di Masjid. Karena dengan berusaha mendekat kepada Allah, insya Allah, Allah pun akan lebih memperhatikan kita, lebih sayang kepada kita, dan tidak akan pernah mensia-siakan kita. Masalah atasan yang atheis, cukuplah Allah yang akan "menggerakan hatinya", siapa tahu dengan sikap istiqomah saudara kita ini justru dapat memdatangkan hidayah kepadanya. Walaupun hal yang tidak anda inginkan menimpa saudara kita (misal kena PHK), ana yakin sekali justru akan memberikan dampak yang lebih baik bagi saudara kita ini. Akhirnya, ana berharap semoga mempunyai iman sekuat iman saudara kita ini. Afwan, jika ada kesalahan, semoga berkenan mema`afkan. > Waalaikumussalam Wr Wb, > > Kalau menurut saya, posisi teman anda itu mungkin keliru. Sholat > berjamaah dan bekerja sama-2 wajib utuk ditaati. Sikon teman anda > bekerja di tempat seorang yang atheis adalah sudah menjadi pilihannya, > maka dia harus taat sesuai dengan perjanjian kerjanya. Seharusnya teman > anda tsbt tidak meninggalkan pekerjaan ketika sedang bertugas. Kalau > menururt saya justru itu merusak citra seorang muslim yang baik. Saya > kurang sependapat dengan kasus ini. Kadang-2 seorang muslim tidak sadar > dengan kesalahannya. Merasa dirinya paling khusuk dan istiqomah, kalau > diberi tau, ngeyelnya bukan main. padahal sebenarnya orang tsbt berbuat > dholim dilingkungan pekerjaannya. > > Demikian pendapat saya, mohon maaf apabila tidak berkenan. > > Wassalam, > Hasbiyanto - Internal Audit Dept. > PT Badak NGL - Bontang - Kaltim > >>>> iskandar hasibuan <[EMAIL PROTECTED]> 6/17/2007 6:29 PM >>> > > Assalamualaikum > > Saat ini saya bekerja pada suatu perusahaan asing > dengan atasan warga negara Belanda yang sampai saat > ini keyakinannya adalah Atheis yang salah satu > peraturan yang ditetapkannya dalam perusahaan adalah > bekerja tepat waktu dan tidak meninggalkan pekerjaan > pada saat bekerja. Saya mempunyai teman yang bekerja > sebagai penjaga pintu gerbang/ penjaga kantor ( kantor > tempat saya bekerja berada di lingkungan perumahan). > Alhamdulillah teman saya ini selalu taat, khusyuk dan > istiqomah dalam beribadah apalagi dalam sholat > berjamaah.Ketika mendengar suara adzan bergema , ia > segera bergegas untuk sholat berjamaah di mesjid > seperti sesuai dengan yang dsunnahkan oleh rasul. > Permasalahannya adalah dia menjaga pintu gerbang hanya > sendiri, kadang kala ia meminta bantuan office boy > menggantikan posisinya dalam menjaga pintu ketika ia > sholat berjamaah.Namun kadang kala pula si office boy > tidak bisa membantunya karena kesibukannya. > Dan teman saya tetap istiqomah untuk sholat berjamaah > dimesjid. Saya berkata kepada teman saya ini, > "Bukankah saat ini anta sedang bekerja,kalau tidak ada > uzur kita bisa sholat berjamaah dimesjid,namun jika > tidak bisa kita dapat sholat berjamaah di kantor > bukankah anta tau bagaimana sifat bos kita yang atheis > itu ?". Namun dia menjawab " Selagi saya mampu, begitu > Allah memanggil saya akan datang dan terputuslah > kegiatan dunia saya. > Masya Allah, jawaban yang dasyat sekali.Saya sangat > menyayangi teman saya ini sebagai saudara seiman,apa > yang harus saya lakukan,saya takut terjadi hal yang > tidak diinginkan kepadanya. Mohon pendapat dari > saudara-saudaraku semuanya. > > Wassalam > > Iskandar hasibuan > > > > ____________________________________________________________________________________ > Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! > http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 > > >

