--- "Mia" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Argumen mba Hana bahwa perempuan Muslim berjilbab agar dapat dibedakan dari para kafir/non Muslim, sementara ini terpatahkan.
Mungkin rasanya lebih enak kalau dikatakan, ternyata busana jilbab Muslimah ada persamaannya dengan sejarah dan kebiasaan berpakaian sebagian non Muslim! Dan ini sama sekali nggak mengganggu kepada motivasi masing2 untuk berjilbab. Dalam dunia yang kenyataannya beragam ini, kan lebih enak berpegang pada the common ground, sinergi dan kesamaan2 seperti itu, ketimbang fokus pada persepsi yang salah tentang perbedaan? Gimana mba Hana? Salam Mia ====================== HANA: hingga turunlah ayat itu, namun berhubung hanya diyakini oleh kaum muslimahnya saja yg kemudian langsung mengulurkan kerudungnya hingga ke dada, sedangkan wanita2 yahudi dan nasrani tetap dengan kebiasaannya, yaitu tidak menjulurkan kerudung itu hingga ke dada, namun hanya dilampirkan ke belakang saja. spt Bunda Theresia dan para suster2 -:) RITA: Terima kasih atas reply Anda tapi apakah jawaban Anda itu sudah berdasarkan data yang benar? Mohon saya diberikan pencerahan karena setahu saya Ibu Theresa memakai pendekatan baju sari India (untuk mendekatkan diri dengan kaum miskin di Calcutta yang menjadi tempat ia mengabdi) sebagai salah satu "Seragam" biarawatinya. Para biarawati Katholik kebanyakan memakai baju warna gelap yang tertutup dan kebanyakan hanya menunjukkan muka dan telapak tangan alias TIDAK MEMPERLIHATKAN sama sekali dadanya/cleaveage. Apalagi biarawati dari gereja Eastern Orthodox (PCMIIW) maka mereka ya memakai baju PERSIS dengan apa yang disebut BUSANA MUSLIMAH ala Nino Warisman alias bukan jilbab gaul model Ineke Kosherawati...:- Setahu saya, pada umumnya para biarawati memakai busana dan jubah hitam (disebut Isarosa menurut situs Search.com) lalu ditambah lagi dengan MENUTUPI seluruh dada dan leher hingga rambutnya dengan kain penutup warna putih sehingga hanya WAJAH dan TAPAK TANGAN yang nampak, lalu ditutup sekali lagi dengan kain hitam di kepala sampai sepanjang pundak. Memang ada biarawati yang memakai rok selutut (banyak dijumpai di negeri tropis) tapi setahu saya mereka menutup rapat-rapat DADANYA..:-))). ========================= --- End forwarded message ---

