oke aku jawab lagi dech..:) mudah2an mas io nda cape jadi kurir..*_^ soale banyak fans ku disana yg aku tinggalin, sptnya kangen sama celetukan2ku..hehehe jadi nda usah di edit ya..biar hilang rindunya sama aku..hehehehe
perintah jilbab ada di al-ahzab : 59 "Hai Nabi katakanlah kepada istri2mu, anak2 perempuanmu, dan istri2 orang mukmin : "hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Alah adalah maha pengampun lagi maha penyayang." jilbab yg dimaksud dalam ayat ini adalah baju kurung yg lapang dan dapat menutup kepala, muka dan dada. sedangkan kerudung hanya sebatas menutup kepala hingga ke dada (an-Nur : 31) yg aku tahu, perintah memakai kerudungpun ada di perjanjian baru korintus 1, aku lupa bunyinya tapi silahkan dibuka dan baca sendiri. disana ada perintah untuk menutup kepala bagi wanita yg terhormat. hmm..jadi kalau memang nyadar diri merasa tidak terhormat, memang lebih baik nda usah ditutup lah..untuk memperjelas identitas diri..:) hehehe nah..sept yg kamu jelaskan bahwa kebiasaan para biarawati nasrani dan orang2 yahudi mereka membiasakan diri memakai pakaian berwarna gelap, tapi..untuk wanita muslimah tidak ada perintah mengenai warna khusus dalam berpakaian. sedang menurut beberapa hadist yg pernah aku baca, aisyah lebih senang menggunakan warna2 cerah. terbukti kebenaran bunyi ayat al-ahzab : 59 yg memerintahkan wanita2 muslimah agar menggunakan jilbab untuk LEBIH MUDAH DIKENAL kata2 UNTUK LEBIH MUDAH DIKENAL dalam al-ahzab : 59 tsb, itu merupakan penjelasan dalam membedakan wanita muslimah dan wanita kafir. dan sudah terbukti saat ini kan..? karena setahuku, tidak ada wanita kafir yg suka mengenakan jilbab (baju panjang) *_^ karena mereka lebih suka menggunakan tang top or yg mengundang hasrat birahi laki2..hehehe kecuali para biarawati dan suster2 itupun hanya mengenakan kerudung, dan kerudungnya tidak dijulurkan hingga ke dada, spt perintah al-qur'an untuk wanita2 beriman pada an-nur : 31, jadi..kalau memang merasa nda beriman, ya..nda usah pake kerudung lah..:) hmm..kalau hanya sekedar menutup dada yg dimaksud oleh mba rita, memang yg aku tahu baik muslim or kafir selama tidak terkena gangguan kejiwaan or gangguan otak, mereka punya naluri untuk menutupinya dan naluri menutupi dada itu hanya dimiliki oleh manusia aja, sedangkan hewan tidak diberikan naluri spt ini. hmm..cara menutupinya bisa bermacam2, dengan menggunakan bra, pakaian dalam, kaos dalam, baju kemeja, kaos, dll dech.. nah..menutupi dada yg dimaksud oleh mba rita ini, jelas beda dengan perintah menjulurkan kerudung hingga ke dada, karena disamping sudah memakai bra, baju kemeja, maka perintahnya masih harus ditutupi oleh kerudung yg dijulurkan hingga ke dada, agar yg menjulang2 itu nda terlihat bentuknya..kecuali jika dadanya mba rita rata..:)hehehehe jadi bedanya adalah dan terbukti saat ini menjadi pembeda antara muslimah dan kafir yaitu : 1. saat ini tidak ada wanita kafir yg mau menggunakan kerudung yg diperintahkan dalam korintus 1, dan menjulurkan kerudung hingga ke dada (an-nur : 31) apalagi menggunakan jilbab (al-ahzab : 59) kecuali wanita2 muslimah. maka terbuktilah ayat al-ahzab : 59 yg diminta untuk menggunakan agar menjadi pembeda (mudah dikenali) 2. theresia, biarawati maupun suster2 hanya menggunakan kerudung (penutup kepala) yg tidak dijulurkan hingga ke dada, sedangkan baju panjang yg digunakannya dikhususkan yg berwarna2 gelap, sedangkan dalam islam tidak ada pengkhususan warna dalam berpakaian. nah..yg sekarang jadi pertanyaanku adalah jika masih ada wanita2 yg tidak kenakan kerudung or jilbab, hmm..kira2 agamanya apa ya..??karena di korintus ada perintah gunakan kerudung walau tidak ada kata2 menjulurkan, bunda theresiapun dan para biarawati juga suster2 mencontohkan. Sedangkan bagi wanita muslimah perintah untuk mengenakan kerudung dan jilbab lebih mendetail dan diwasiatkan sebagai pembeda antara muslimah dan kafir. Lha..kalau masih ada wanita yg nda kenakan keduanya, lalu agamanya apa dong??? *_* salam hana --- In [email protected], "rsa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- "Mia" <aldiy@> wrote: > > Argumen mba Hana bahwa perempuan Muslim berjilbab agar dapat > dibedakan dari para kafir/non Muslim, sementara ini terpatahkan. > > Mungkin rasanya lebih enak kalau dikatakan, ternyata busana jilbab > Muslimah ada persamaannya dengan sejarah dan kebiasaan berpakaian > sebagian non Muslim! Dan ini sama sekali nggak mengganggu kepada > motivasi masing2 untuk berjilbab. > > Dalam dunia yang kenyataannya beragam ini, kan lebih enak berpegang > pada the common ground, sinergi dan kesamaan2 seperti itu, ketimbang > fokus pada persepsi yang salah tentang perbedaan? > > Gimana mba Hana? > > Salam > Mia > ====================== > > HANA: hingga turunlah ayat itu, namun berhubung hanya diyakini oleh > kaum muslimahnya saja yg kemudian langsung mengulurkan kerudungnya > hingga ke dada, sedangkan wanita2 yahudi dan nasrani tetap dengan > kebiasaannya, yaitu tidak menjulurkan kerudung itu hingga ke dada, > namun hanya dilampirkan ke belakang saja. spt Bunda Theresia dan > para suster2 -:) > > RITA: Terima kasih atas reply Anda tapi apakah jawaban Anda itu sudah > berdasarkan data yang benar? Mohon saya diberikan pencerahan karena > setahu saya Ibu Theresa memakai pendekatan baju sari India (untuk > mendekatkan diri dengan kaum miskin di Calcutta yang menjadi tempat > ia mengabdi) sebagai salah satu "Seragam" biarawatinya. > Para biarawati Katholik kebanyakan memakai baju warna gelap yang > tertutup dan kebanyakan hanya menunjukkan muka dan telapak tangan > alias TIDAK MEMPERLIHATKAN sama sekali dadanya/cleaveage. > Apalagi biarawati dari gereja Eastern Orthodox (PCMIIW) maka mereka > ya memakai baju PERSIS dengan apa yang disebut BUSANA MUSLIMAH ala > Nino Warisman alias bukan jilbab gaul model Ineke Kosherawati...:- > > Setahu saya, pada umumnya para biarawati memakai busana dan jubah > hitam (disebut Isarosa menurut situs Search.com) lalu ditambah lagi > dengan MENUTUPI seluruh dada dan leher hingga rambutnya dengan kain > penutup warna putih sehingga hanya WAJAH dan TAPAK TANGAN yang > nampak, lalu ditutup sekali lagi dengan kain hitam di kepala sampai > sepanjang pundak. Memang ada biarawati yang memakai rok selutut > (banyak dijumpai di negeri tropis) tapi setahu saya mereka menutup > rapat-rapat DADANYA..:-))). > > ========================= > > --- End forwarded message --- >

