---  "ritajkt" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

---  "L.Meilany" <wpamungk@> 
wrote:
>
> Numpang nimbrung :
> 
> Masalah jilbab selalu gak pernah bosan2nya dibahas.
(deleted)
> Produktif gak sih mendingan urusan soal perut, kemiskinan, akhlak 
yg seharusnya diprioritaskan.
> 

Terima kasih atas tanggapan Anda

Masalahnya, menurut saya, bukan soal produktif atau kontra 
produktifnya diskusi soal jilbab ini tapi lebih pada salah atau 
benarnya suatu KLAIM yang dipakai sebagai dasar argumen para penyeru 
busana tradisional Timur Tengah ini yang menurut saya tidak 
proporsional.

Ibu Hana melalui posting yang diforward Pak Satriyo mengklaim bahwa 
petunjuk memakai busana tradisional Timur Tengah itu KARENA 
perempuan Muslim harus berbusana yang sedemikian rupa 
sehingga "BERBEDA DARI PEREMPUAN KAFIR". 
 
Klaim itulah yang saya permasalahkan. Setahu saya klaim itu KELIRU 
karena JUSTRU sebaliknyalah, busana yang di Indonesia disebut 
sebagai "Busana Muslimah" itu adalah busana para wanita YAHUDI dan 
KRISTIANI dari kasta sosial yang tinggi, dari kawasan Timur Tengah, 
yang telah lahir (established) sejak sebelum Islam ada. 

Jejak-jejak tersebut masih diabadikan oleh (sebagian besar) 
penganutnya yang saleh baik pada kegiatan rohani (dalam upacara 
pemakaman, perkawinan dll) maupun keseharian (oleh para biarawati). 
Terakhir saya melihat biarawati itu dalam film DaVinci Code dimana 
ada seorang suster Katholik memakai busana yang tertutup sangat 
rapat kecuali wajah dan telapak tangannya saja.

Itu sebabnya saya minta pencerahan agar klaim dalam posting yang 
disebarluaskan Pak Satriyo tersebut diberi DASAR HUKUMNYA. Jika dari 
Quran, di surah manakah ia berada, dsb. Karena sebagai ummat Islam 
yang (berusaha untuk bisa menjadi) baik, saya berusaha meluruskan 
sesuatu yang tidak benar. Jika memang klaim Bu Hana itu secara 
ilahiah benar, maka kita bisa meminta FPI (misalnya) agar segera 
mengingatkan para biarawati yang telah mem-fait acompli "busana 
Muslimah" sebagai "seragam" mereka toh?  (dengan 
ilustrasi "pengembangan" ini saya harap Ibu bisa lihat sekarang, 
bahwa klaim ini bisa jadi soal  yang sangat-sangat serius) .

Dan sebaliknya, jika klaim tersebut KELIRU, sebagai umat Islam yang 
baik, saya berharap para penyeru klaim yang keliru itu AGAR 
MENGKOREKSINYA.

Paham ya Bu, apa yang saya permasalahkan disini? 

salam,
rita

--- End forwarded message ---


Kirim email ke