siipppppppppp Ditambang dengan biaya retribusi masuk ke DTW Air Panas 2 kali yg yang kurang jelas kearah mana tujuan dari hasil biaya tersebut
best --- Pada Ming, 25/4/10, Alexander Firdaust <[email protected]> menulis: Dari: Alexander Firdaust <[email protected]> Judul: [tanahkaro] Wisatawan Air Panas Doulu Protes Kepada: [email protected], [email protected], [email protected] Tanggal: Minggu, 25 April, 2010, 3:50 PM Ribuan Wisatawan ke DTW Air Panas Alam Doulu-Semangat Gunung ProtesBerastagi (SIB) Tidak hanya puluhan atau ratusan wisatawan lokal dan mancanegara yang kecewa atas kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah menuju daerah tujuan wisata (DTW) air panas alam Desa Doulu dan Desa Semangat Gunung Karo. Tapi diperkirakan ribuan orang mengaku demikian melihat padatnya kunjungan wisatawan tiap hari terlebih malam hari memadati DTW. Sepanjang 5 kilometer jalan mulai dari simpang jalan negara sampai ke Desa Semangat Gunung ini mengalami rusak parah ditandai dengan genangan-genangan air, jalan berlubang-lubang, kiri-kanan jalan ditutupi semak-belukar dan malam hari gelap gulita akibat tidak berfungsi penerangan jalan. Hal ini dikatakan Kepala Desa Doulu Bangkit Purba dan Ketua BPD Doulu Usmanto Purba kepada SIB, Jumat (23/4) di Doulu. Kita akui banyak genangan-genangan air akibat parit tidak berfungsi. Sepihak mengatakan, parit atau gorong-gorong tidak berfungsi akibat masyarakat tidak mengijinkan lahan pertaniannya digunakan untuk pembuatan parit atau gorong-gorong. Padahal, sampai saat ini pihak Pemkab Karo tidak pernah secara serius dan transparan membicarakan atau berkoordinasi dengan perangkat desa mau pun dengan pemilik lahan di sepanjang jalan. “Coba kalau memang Pemkab Karo serius dan mau berkoordinasi dengan masyarakat dengan melibatkan perangkat desa, pasti gak ada masalah. Siapa pun kalau pihak pemborong misalnya mengganggu lahan pertanian masyarakat tanpa seijin pemiliknya, pasti ada perlawanan. Mari kita ciptakan setiap pekerjaan itu selalu berkoordinasi, pasti gak ada masalah. Jadi kita malu, kalau Pemkab Karo hanya tiap detik mengutip retribusi wisatawan, sementara sarana dan prasarananya tidak kita perhatikan. Apa itu namanya,” ujar Usmanto Purba didampingi kepala desa dan beberapa wisatawan. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Karo Dinasti Sitepu yang dikonfirmasi SIB, Jumat (23/4) melalui telepon selulernya, membenarkan jalan ke DTW Doulu dan Semangat Gunung memprihatinkan. “Sesegera mungkin kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar Sitepu. Pantauan SIB, Jumat (23/4) ke lokasi ini, memang sangat memprihatinkan. Lobang-lobang dan genangan air bagai “tambak-tambak” kecil di tengah-tengah badan jalan menjadi pemandangan utama di sepanjang jalan ini, termasuk semak-belukar yang nyaris menutupi kiri-kanan badan jalan ini, terlihat disoroti seluruh wisatawan yang melintasi jalan ini. (M37/m) Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
