Jumat, 30/04/2010 15:16 WIB

        Pemeriksaan Boediono-Mulyani

        Rizal Ramli: Orang Kalau Benar, Nggak Takut dan 
Sembunyi

        
                Laurencius Simanjuntak - detikNews

Jakarta -
        Mantan Menko Ekuin Rizal Ramli mengkritik permintaan Boediono dan Sri 
Mulyani agar KPK memeriksa mereka di kantor masing-masing. Seharusnya 
jika keduanya merasa tidak bersalah, tak perlu ada permintaan itu.

"Orang
 benar itu kan nggak takut dan nggak sembunyi-sembunyi. Apalagi mereka 
(Boediono-Sri Mulyani) merasa diri benar," kata Rizal Ramli usai acara 
diskusi di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (30/4/2010).

Seperti
 diketahui, baik Boediono dan Sri Mulyani mengatakan,  kebijakan 
pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dan PMS kepada Bank 
Century semata-mata demi menghindari dampak sistemik krisis ekonomi 
global yang melanda dunia. Keduanya juga menegaskan tidak ada motif 
pribadi di balik pengambilan kebijakan itu.

Rizal melanjutkan, 
seharusnya Boediono dan Sri Mulyani diperiksa di Gedung KPK. Apalagi BPK
 dan DPR sudah menyatakan mereka diduga kuat melakukan pelanggaran 
hukum.

"Dua lembaga tinggi negara sudah memutuskan ada masalah," 
kata menteri di Era Gus Dur ini.

Tak hanya itu, Rizal juga berani
 menantang Boediono dan Sri Mulyani untuk berdebat tentang kebijakan 
bailout Bank Century.

"Mari berdebat dengan Rizal Ramli di 
televisi. Saya bisa membuktikan bahwa bailout Century tidak benar," 
tantang dia.
Sebelumnya staf KPK sempat mendatangi Istana Wapres. Namun Boediono 
ternyata berada di Wisma Negara. Tak lama staf KPK pun memeriksa 
Boediono di Wisma Negara                 (lrn/gus)
                

Komentar:

Berani karena benar, takut karena salah.



 



  






      

Kirim email ke