Pemda cari penyakit.

Jika masyarakat Doulu dan Semangat Gunung bergotong royong memperbaiki jalan 
itu dan mereka itu sangat mampu. Kemudian retribusi parawiwata itu mereka ambil 
alih dari pemda, tentu saja pemda akan gigit jari.

Sentabi!

Bang KT


--- On Sun, 4/25/10, Besman Ginting <[email protected]> wrote:

From: Besman Ginting <[email protected]>
Subject: Bls: [tanahkaro] Wisatawan Air Panas Doulu Protes
To: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Date: Sunday, April 25, 2010, 8:14 AM







 



  


    
      
      
      siipppppppppp
Ditambang dengan biaya retribusi masuk ke DTW Air Panas 2 kali yg yang kurang 
jelas kearah mana tujuan dari hasil biaya tersebut

best

--- Pada Ming, 25/4/10, Alexander Firdaust <daustco...@yahoo. com> menulis:

Dari: Alexander Firdaust <daustco...@yahoo. com>
Judul: [tanahkaro] Wisatawan Air Panas Doulu Protes
Kepada: infok...@yahoogroup s.com, tanahk...@yahoogrou ps.com, komunitaskaro@ 
yahoogroups. com
Tanggal: Minggu, 25 April, 2010, 3:50 PM







 



    
      
      
      Ribuan Wisatawan ke DTW Air Panas Alam Doulu-Semangat Gunung 
ProtesBerastagi (SIB)

Tidak hanya puluhan atau ratusan wisatawan lokal dan mancanegara yang
kecewa atas kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah menuju daerah
tujuan wisata (DTW) air panas alam Desa Doulu dan Desa Semangat Gunung
Karo. 

Tapi diperkirakan ribuan orang mengaku demikian melihat padatnya
kunjungan wisatawan tiap hari terlebih malam hari memadati DTW. Sepanjang
5 kilometer jalan mulai dari simpang jalan negara sampai ke Desa
Semangat Gunung ini mengalami rusak parah ditandai dengan
genangan-genangan air, jalan berlubang-lubang, kiri-kanan jalan
ditutupi semak-belukar dan malam hari gelap gulita akibat tidak
berfungsi penerangan jalan.

Hal ini dikatakan Kepala Desa Doulu Bangkit Purba dan Ketua BPD Doulu Usmanto 
Purba kepada SIB, Jumat (23/4) di Doulu.


Kita akui banyak genangan-genangan air akibat parit tidak berfungsi.
Sepihak mengatakan, parit atau gorong-gorong tidak berfungsi akibat
masyarakat tidak mengijinkan lahan pertaniannya digunakan untuk
pembuatan parit atau gorong-gorong. Padahal, sampai saat ini pihak
Pemkab Karo tidak pernah secara serius dan transparan membicarakan atau
berkoordinasi dengan perangkat desa mau pun dengan pemilik lahan di
sepanjang jalan.


“Coba kalau memang Pemkab Karo serius dan mau berkoordinasi dengan
masyarakat dengan melibatkan perangkat desa, pasti gak ada masalah.
Siapa pun kalau pihak pemborong misalnya mengganggu lahan pertanian
masyarakat tanpa seijin pemiliknya, pasti ada perlawanan. Mari kita
ciptakan setiap pekerjaan itu selalu berkoordinasi, pasti gak ada
masalah. Jadi kita malu, kalau Pemkab Karo hanya tiap detik mengutip
retribusi wisatawan, sementara sarana dan prasarananya tidak kita
perhatikan. Apa itu namanya,” ujar Usmanto Purba didampingi kepala desa
dan beberapa wisatawan.


Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Karo Dinasti Sitepu yang dikonfirmasi
SIB, Jumat (23/4) melalui telepon selulernya, membenarkan jalan ke DTW
Doulu dan Semangat Gunung memprihatinkan.


“Sesegera mungkin kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar Sitepu.

Pantauan SIB, Jumat (23/4) ke lokasi ini, memang sangat memprihatinkan.
Lobang-lobang dan genangan air bagai “tambak-tambak” kecil di
tengah-tengah badan jalan menjadi pemandangan utama di sepanjang jalan
ini, termasuk semak-belukar yang nyaris menutupi kiri-kanan badan jalan
ini, terlihat disoroti seluruh wisatawan yang melintasi jalan ini.
(M37/m)

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

    
     



 





    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke