Selasa, 27/04/2010 12:36 WIB


        Sayur dan Buah RI Kalah Bersaing di Pasar Singapura

                          Suhendra - detikFinance
        
Jakarta -
        Produk buah dan sayur mayur Indonesia saat ini sulit menguasai pasar 
Singapura. Padahal potensi pasar sayur dan buah-buah di Singapura cukup 
menggiurkan dengan kondisi lahan tak memungkinkan untuk mengembangkan 
sektor pertanian dengan pasar yang terbuka.

Pjs Ketua Umum Kadin 
Adi Putra Tahir mengatakan setidaknya sejak 20 tahun lalu penetrasi 
produk sayur dan buah Indonesia menguasai 30% pasar Singapura. Sementara
 selama 10 tahun terakhir justru mengalami penurunan hingga saat ini 
hanya menguasai 6% khusus untuk sayur mayur.

"Penurunan terjadi 
selama 10 tahun terakhir," kata Adi saat ditemui di kantornya, Kuningan,
 Jakarta, Selasa (27/3/2010).

Adi menjelaskan penyebab 
terpuruknya ekspor produk sayur dan buah Indonesia ke Singapura antara 
lain karena kualitas yang tak memuaskan, harga yang tinggi karena 
ekonomi biaya tinggi, sehingga  tidak mampu bersaing dengan negara 
pesaing utama seperti China dan Malaysia.

"Kita high cost 
misalnya interest rate, pungli, bahan bakar, pupuk nggak ada gasnya, 
transportasi, dan lain-lain," jelasnya.

Adi mengatakan secara 
alami konsumen di Singpura akan lebih memilih produk yang bagus dan 
murah meriah. Sedangkan produk buah dan sayur mayur Indonesia sulit 
memenuhi kriteria tersebut, padahal jarak Indonesia ke Singapura sangat 
dekat.

Berdasarkan Lembaga Peneliian Independen  Frost & 
Sullivan banyak hal yang membuat produk buah dan sayur Indonesia tidak 
kompetitif di Singapura. Antara lain, pada tahun 2009 ada tren 
perusahaan-perusahaan logistik kurang berminat mengangkut produk sayur 
dan buah-buahan karena memiliki risiko tinggi dengan margin yang tipis.

Selain
 itu  masa pengiriman dari Indonesia ke Singapura relatif lama. Misalnya
 berdasarkan hasil penelitian pengiriman sayur dan buah dari Jawa Timur 
ke Singapura melalui kapal memakan waktu 72-90 jam dan lewat udara 18 
jam.

Untuk Jawa Tengah melalui kapal 72-84 jam dan melalui udara 
12 jam. Jawa Barat masa pengiriman 60-72 jam melalui kapal laut dan 12 
jam melalui udara, Kepulauan Riau 36-48 jam melalui kapal dan 9 jam 
melalui udara, Sumatera Utara 72 jam lewat kapal laut dan 12 jam melalui
 udara.

"Dari hasil penelitian kami, kebanyakan menunggu waktu 
yang lama di pelabuhan," kata Director Frost & Sullivan Asia Pacific
 Gopal R di tempat yang sama.

Selain itu berdasarkan data Frost 
& Sullivan pangsa pasar sayur mayur di Singapura pada tahun 2009 
masih dikuasai oleh Malaysia 43%, China 28%, India, Indonesia 6%, 
Australia 5%, AS dan Vietnam 3%, Thailand 2%, dan negara lainnya 4% dari
 total 461.165 ton sepanjang 2009.


                      (hen/dnl)
                


 



  






      

Kirim email ke