Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Dari penjelasan pak Imam tsb, "misi hidup" berkaitan dengan tujuan
manusia sebagai khalifah di bumi. Jadi misi hidup ini lebih bersifat
peran apa yang diberikan oleh "Sang Maha Sutradara" kepada setiap
manusia di Bumi ini. 

Jika kita menganalogikan dengan suatu drama maka peran yang diberikan
oleh sang sutradara kepada aktor berujud script yang bisa detail
menyangkut jalan cerita, dialog, suasana, gerak tubuh dst atau
barangkali rada global seperti drama srimulat yang konon cuman
menyangkut garis besar saja seperti jalan cerita, suasana (tanpa gerak
tubuh ataupun dialog).

Pertanyaan:
1. Sedetail apakah misi hidup seseorang tsb? (kalau bisa diberikan
contohnya script 'Misi Hidup' tsb setebal apa)
2. Sejauh mana Allah membantu pelaksanaan misi hidup seseorang?
3. Mungkinkah seseorang jauh menyimpang dari misi hidupnya? Atau mau
tidak mau manusia akan dihadapkan pada kondisi yang mentrigger ybs untuk
melaksanakan misi hidupnya?
4. Dimanakah faktor "kehendak bebas" manusia dalam kaitannya untuk
melaksanakan Misi Hidup tsb? Apakah Misi hidup ini harus "diusahakan"
dengan sungguh-sungguh oleh manusia tsb (dengan mengumpulkan bekal yang
cukup dst) atau tanpa melakukan apapun manusia tsb akan dibekali oleh
Allah SWT untuk melaksanakan misi hidup tsb?
5. Apakah manusia akan dimintakan pertanggung-jawabannya kelak di
akherat berkaitan dengan pelaksanaan misi hidupnya?

Sekian dahulu pertanyaan dari saya, sebenarnya masih banyak pertanyaan
mengenai misi hidup manusia tsb yang ada di benak anggota milis. Saya
sendiri masih ada buanyak pertanyaan tentang hal ini.

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.

>----------
>From:  Imam Suhadi[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent:  Monday, 15 February 1999 13:30
>To:    [EMAIL PROTECTED]
>Subject:       [Tasawuf] Misi Hidudp (Re: [Tasawuf] Keindahan Skenario  Allah)
>
>Assalaamu 'alaikum wr. wb.
>
>|Saya berharap agar pak Imam dapat menjelaskan lebih jauh tentang MISI
>|HIDUP tsb.
>|Saya agak ragu apakah Allah itu benar-benar merencanakan segala
>|sesuatunya berkenaan dengan misi hidup setiap manusia karena misi hidup
>|dalam konsep pak Imam ini sangat detail misalnya "untuk menjadi
>|mursyid", "untuk mengajarkan islam bagi orang-orang non muslim" dst, dst
>|bukan yang global seperti menjadi "beribadah kepada Allah" dll.
>
>
>
>Bismillahirrahmaanirrahiim
>
>Tentang Misi Hidup memang TIDAK BANYAK orang yang mengetahui. Karena "jarang
>sekali" orang yang sampai pada jenjang ini.
>
>Manusia turun ke bumi ini mempunyai 2 (dua) tujuan:
>1. Tujuan Umum
>Menjadi seorang hamba Allah (beribadah kepada Allah).
>
>2. Tujuan Khusus
>Menjadi khalifah Allah. Fungsi ke-khalifahan berbeda-beda. Ada seorang yang
>mempunyai fungsi ke-khalifahan sebagai mursyid, ada yang sebagai dokter,
>ahli matematika, ahli bagungan, ahli pemerintahan, seorang pendo'a, dsb.
>
>Seorang akan mengetahui Misi Hidup-nya sebagai apa, apabila ia telah
>mengenal diri nya (Bertemu diri). Ia akan diberi tahu langsung oleh Allah,
>untuk dan sebagai apa dia turun ke dunia ini. Dan tentu, untuk dapat
>berjalan sesuai dengan misi hidupnya ini, Allah akan memperangkatinya dengan
>Nur Ilmu (Ilmu Laduni), sehingga dia dapat menjadi khalifah dalam bidang
>tersebut. Ia menjadi "brilian" dalam bidang tersebut.
>
>Sehingga, sangat wajar sekali, apabila kita ketahui dalam sejarah, dimana
>para ulama Islam, sangat "brilian" dalam bidangnya, apakah politik,
>kedoketeran, matematika, astronomi, filsafat, ilmu fiqh, ilmu hadits, dsb.
>
>Imam Khomeini adalah salah seorang muslim abad ini yang bertemu diri, dimana
>Misi Hidupnya adalah dalam bidang politik. Sehingga wajar sekali, ia mampu
>membangun Iran dari pemerintahan yang sebelumnya (kufur) menjadi
>pemerintahan Islam yang stabil. Suatu hal yang sangat sulit dilakukan oleh
>seorang pemimpin (sekaliber apapun).
>
>
>|Ada gap yang besar dalam pemahaman saya tentang sifat Allah SWT & konsep
>|takdir untuk bisa memahami adanya misi hidup tsb. Allah dalam benak
>|saya, meski mengetahui apa yang akan dilakukan manusia (karena Allah SWT
>|tidak terikat waktu) tidak mencampuri apapun yang akan dilakukan oleh
>|setiap manusia dalam mengisi hidupnya, dalam kapasitasnya sebagai hamba
>|Allah, sebagai khalifah di bumi dll. Dengan menerima adanya 'MISI HIDUP'
>|yang berbeda antara satu manusia dengan manusia lainnya seakan ada Grand
>|Scenario yang menutup kehendak bebas manusia, benarkah?
>|Saya berharap pak Imam dapat menjelaskannya lebih jauh tentang hal ini.
>
>Konsepsi berserah diri (tidak mengikuti hawa nafsu) adalah bersedia diri
>kita, diatur oleh Allah. Bukan diatur oleh hawa nafsu kita. Sehingga
>sesungguhnya, bagi manusia yang ingin selamat (dalam Al Qur'an dikatakan
>"janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslimiin = berserah diri") ia
>harus merelakan dirinya diatur oleh Grand Scenario Allah, tidak berlaku
>bebas sesuai dengan kehendaknya.
>
>Inilah sesungguhnya yang dimaksud dengan kewajiban kita untuk "membunuh
>diri" (QS 4:69) atau sebuah hadits yang mngatakan "Matilah kamu sebelum
>mati". Yaitu mati dari kehendak diri kita untuk mengatur diri kita sendiri,
>kemudian menyerahkan diri kita untuk diatur oleh Allah.
>
>Bagi kita yang belum sanggup menerima petunjuk Allah (karena hati kita masih
>buta), kerelaan kita mengikuti scenario Allah, dilakukan dengan mengikuti
>aturan-aturan dari hadits ataupun Al Qur'an, sebagai manifestasi
>keberserahan diri kita pada-Nya.
>
>Namun bagi orang-orang yang sanggup menerima petunjuk Allah, kerelaan
>mengikuti scenario Allah, demikian terang dengan bimbingan nafsu
>muthmainnahnya (bukan lagi hawa nafsu) sehingga Al Qur'an menjadi demikian
>terang dan mengalirlah dari akhlaqnya sunnah-sunnah rasulullah SAW.
>
>Silakan bertanya untuk kebingungan diseputar ini.
>
>Wassalamu'alaikum Wr. Wb
>
>AIS, Ujungpandang
>
>
>
>
>
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
>

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke