Assalamu'alaykum wr wb,

>>Saya, anda, kita semua bebas berkehendak tapi ingat yang terjadi pada
>>akhirnya bukan kehendak kita khan?
>>

>Justru disitulah perbedaannya. Dalam pemikiran saya yang cupet ini, saya
>menganggap bahwa kehendak bebas manusia bukan fatamorgana dan itu tidak
>sebatas ikhtiar atau usaha, tetapi juga hasil. Ada hal tertentu yang
>manusia tidak bisa melakukan usaha apapun seperti memilih siapa orang
>tuanya, atau keadaan jasmaninya ketika dilahirkan dst. Tetapi pada
>bidang lainnya manusia memiliki kehendak bebas yang mutlak seperti jika
>ingin hangat maka hidupkan api, jika ingin pintar maka belajar, jika
>tidak ingin sakit flu maka jangan dekat-dekat ke orang yang sakit flu
>dst, dst.

Hi...hi.....hi....

Tunggu dulu Pak Ali...  relax dulu... ini masalah sulit,
Mungkin ada baiknya kita tidak berpanjang-panjang dalam masalah ini, karena
kita sebenarnya berada pada daerah bahaya yaitu mencoba memahami Kehendak
Allah.

Kalau pun kita ingin, hendaknya harus ektra santun dan hati-hati itupun di
daerah pingiran saja.

Coba ijinkan saya balik bertanya:
Kalau tidak ingin sakit flu, jangan dekat-dekat orang sakit flu. Apakah
dengan
tidak dekat-dekat orang sakit flu kita tidak kena sakit flu?


Bagaimana kalau kita lari sebentar, kita bahas mengenai dua hal :
1. Makna "Bismillahirrahmanirrahiim" dan aplikasi dalam kehidupan kita.
2. Makna "Laa haula wala quwata illa billahil 'aliyil 'adzim"

Saya percaya dari rekan-rekan yang lain bisa membantunya.

Kurang lebih mohon maaf,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino




---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke