Assalaamu 'alaikum wr. wb.
>----------
>From:  [EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Menurut pendapat saya kehendak bebas manusia itu sebatas 'kehendak' saja.
>Dimana wujud dari kehendak secara nyata adalah ihtiar atau usaha. Tapi ya
>sebatas itu saja!

>Saya, anda, kita semua bebas berkehendak tapi ingat yang terjadi pada
>akhirnya bukan kehendak kita khan?
>
Justru disitulah perbedaannya. Dalam pemikiran saya yang cupet ini, saya
menganggap bahwa kehendak bebas manusia bukan fatamorgana dan itu tidak
sebatas ikhtiar atau usaha, tetapi juga hasil. Ada hal tertentu yang
manusia tidak bisa melakukan usaha apapun seperti memilih siapa orang
tuanya, atau keadaan jasmaninya ketika dilahirkan dst. Tetapi pada
bidang lainnya manusia memiliki kehendak bebas yang mutlak seperti jika
ingin hangat maka hidupkan api, jika ingin pintar maka belajar, jika
tidak ingin sakit flu maka jangan dekat-dekat ke orang yang sakit flu
dst, dst. 

Ada rangkaian sebab-akibat yang nyata yang menghantar manusia pada suatu
hasil tertentu. Sebatas rangkaian sebab akibat yang mampu dikendalikan
oleh manusia maka manusia mampu memaksakan kehendaknya akan hasil. Ada
rangkaian sebab-akibat yang tidak mampu dikendalikan oleh individu itu
sendiri  , rangkaian tsb barangkali ditrigger oleh kehendak manusia yang
lain (misalnya ditabrak mobil lain meski sudah berhati-hati) atau oleh
kehendak Allah SWT.

Ketika saya berusaha dan kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah maka
sebenarnya dalam benak saya yang saya inginkan adalah agar Allah
membantu saya agar ihtiar saya mencapai hasil seperti yang saya
inginkan. Agar Allah membantu saya sedemikian rupa sehingga rangkaian
sebab-akibat yang di luar kendali saya janganlah kiranya mengantarkan
ihtiar saya pada hasil yang tidak saya inginkan. Ketika saya sudah
belajar keras untuk lulus ujian dan kemudian saya pasrah kepada Allah
SWT maka sebenarnya saya menginginkan agar Allah membantu saya supaya
besok lulus ujian sehingga agar janganlah dalam perjalanan ke tempat
ujian saya ditabrak mobil, janganlah nanti hasil ujian saya tertukar
dengan teman yang lain sehingga jadi jeblok, janganlah dosen tsb lagi
bad mood sehingga banyak yang nggak diluluskan ujian dst...dst.
Syukur-syukur jika rangkaian sebab-akibat yang lain tsb malah membantu
saya untuk lulus ujian (misalnya dosennya jadi murah hati sehingga murah
nilai).

Saya tidak berkehendak menarik diskusi ke arah Jabbariyah-Qodariyah.
Saya kira terlalu jelas di AlQuran serta kejadian sehari-hari ayat-ayat
Allah yang menceritakan akan adanya kehendak Allah, juga ayat yang
menceritakan adanya kehendak Manusia dst. 

Dan saya tidak (/ belum) menemukan dalil yang melegakan tentang adanya
Misi Hidup ataupun Grand Skenario tsb. 

>Bahkan tidak selembar daunpun yang gugur dari rantingnya terlepas dari
>pengetahuan Allah.
>
>Mari kita perhatikan dengan seksama firman Allah berikut ini:
>
>"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada
>yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang
>di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur
>melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun
>dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,
>melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"(QS 6:59)

Di dalam ayat di atas, Allah SWT mengetahui (karena tidak terikat waktu)
akan apapun yang telah, sedang atau terjadi di alam semesta ini --
mengetahui tidak sama dengan berkehendak.  

>Kalau kita rasakan hal ini, maaf bukan untuk dipikirkan, akhirnya kita akan
>merasa bahwa pada hakekatnya kehendak kita itu hanya fatamorgana. Yang ada
>adalah kehendak Allah SWT, yang ada hanya Allah.

Jadi saya belum bisa merasakan seperti yang pak Wargino katakan barusan
bahwa kehendak kita sebenarnya hanyalah fatamorgana dst. Masih terlalu
angkuhkah saya?

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke