Ass. Wr. Wb.

Saya sangat salut dengan jalan tengah yang diambil bapak RS.  Dengan
kata-kata yang tidak bertele-tele dan mudah dicerna tetapi sampai ketujuan
langsung.

Harapan saya semoga dalam milis seterusnya saya mendapatkan kata-kata yang
mudah dicerna untuk dipahami.

Wass. Wr. Wb.

        ----------
        From:  R. Sunarman[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
        Sent:  Wednesday, February 24, 1999 10:14 AM
        To:  [EMAIL PROTECTED]
        Subject:  Re: [Tasawuf] BAGAIMANAKAH MENURUT PENDAPAT ANDA?

        Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.

        Saya mencium bau asap. Jangan-jangan ada api yang membakar rumah
        kita ini. Karena saya bertanggung jawab untuk memelihara keselamatan
        rumah ini beserta seluruh penghuninya, maka saya minta agar semua
        pihak menahan diri dan tahu diri.

        Sdr. Satria Iman Pribadi saya minta bersabar dan memberi kesempatan
        kepada Bang Nadri untuk mempelajari situasi dan menempatkan diri
        dengan sebaik-baiknya.

        Sdr. Nadri Saadudin saya minta untuk introspeksi, mempelajari hukum
        sebab-akibat. Tiada asap tanpa api. Suatu kebenaran yang dibungkus
        dalam kemasan yang mencurigakan memang cenderung untuk mendapat
        tanggapan negatif. Saya beri contoh yang ekstrim: emas yang
        berlumuran tinja itu tetap saja emas, tetapi pertama-tama akan
        menimbulkan kesan menjijikkan. Hanya orang yang sudah mencapai
        level tertentu-lah yang mampu menyingkirkan rasa jijik itu; ia
        memungut emas itu dan mencucinya sampai bersih. Tapi hanya sedikit
        sekali orang yang demikian, bukan?

        Karena itu, saya menghimbau agar anda mempelajari materi dan kemasan
        dakwah anda. Penolakan terhadap dakwah anda tampak sudah, meskipun
        di dalamnya terkandung nilai-nilai yang tinggi. Masalahnya hanyalah
        bumbu, cara penyajian, kemasan! Cobalah anda meneliti apa yang salah
        dalam penjajian anda sehingga menimbulkan penolakan di milis ini.
        Anda orang Padang, senang masakan yang pedas. Tetapi kalau anda
        memberikan makanan kesukaan anda itu kepada saya, saya dapat sakit
        perut. Barangkali, kalau bahan yang sama anda masak dengan kadar
        cabai yang lebih kecil, saya akan menikmatinya. Bukankah anda 
        bermaksud menjamu orang lain, dan bukan hanya sekedar memuaskan diri
        sendiri?  

        Saya suka daging rendang, tapi jangan terlalu pedas, dan saya lebih
        suka kalau langsung disajikan setelah dimasak dalam keadaan masih
        panas.

        Tiap orang melakukan kesalahan, termasuk saya sendiri.

        Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
        RS

        Nadri Saadudin wrote:

        > Satria:
        > > Saya sarankan tidak perlu meneruskan pambahasan ini, karena
nanti saudara
        > > nadri mengirim lagi puluhan tulisan berisi bukti wafatnya nabi
Isa
        > > didaerah
        > > Asia tengah sana, dan lain-lain tulisan propaganda Ahmadiyah
lainnya.
        > > Padahal ini mungkin bukan hal penting untuk dibahas dalam milis
ini.
        > > mungkin cukup saudara Nadri propaganda Ahmadiyahnya di ISNET
(kabarnya
        > > sudah dikeluarkan juga), Apakabar, dll. Nanti disini kita jadi
terjebak
        > > membahas yang tidak pokok.
        > 
        > NS:
        > Kenapa anda takut dan tidak mau membahas masalah ini? Saya
memahami betapa
        > tidak berdayanya sebagian besar Mainstream Islam membantah
        > argumentasi-argumentasi yang dikemukakan Ahmadiyah untuk
membuktikan bahwa
        > Nabi Isa memang telah wafat. Mereka ingin lari dari persoalan yang
mereka
        > hadapi tanpa merasa perlu untuk menyelesaikan dan mendudukan
masalah yang
        > mereka hadapi itu.
        > 
        > Anda menyebutnya tidak masalah pokok? Bagaimana anda akan
menyampaikan
        > kebenaran Islam  dan mengajak mereka kepada Islam (terutama
orang-orang
        > Kristen....) kalau Nabi anda sendiri (Muhammad SAW...) disatu
pihak
        > sementara anda juga meyakini nabi mereka (yang juga mereka katakan
anak
        > Tuhan dan Tuhan sendiri) masih hidup juga hingga sekarang...
Bagaimana
        > anda akan mengatakan Islam itu agama yang benar , dan Muhammad SAW
nabi
        > terakhir sementara anda meyakini juga bahwa Nabi Isa ibnu Maryam
akan
        > turun datang diakhir zaman memberesi ummat Islam sepeninggal Nabi
Muhammad
        > SAW. Bagaimana anda menjelaskan kepada mereka bahwa Nabi Muhamad
SAW
        > adalah penutup Nabi-Nabi, sementara Nabi Isa datang juga? Apa yang
ditutup
        > oleh Nabi Muhammad SAW kok bisa juga Isa itu datang? Apakah tidak
mungkin
        > Nabi Isa yang sesungguhnya yang penutup bukan Nabi Muhammad SAW?
Apakah
        > persoalan-persoalan ini tidak anda anggap penting untuk
dibicarakan?
        > 
        > Apa sesungguhnya yang pokok dalam Islam sehingga anda menyebut hal
ini bukan
        > hal yang pokok sehingga tidak perlu untuk dibicarakan? Anda
menyebutnya
        > sebagai propaganda Ahmadiyah? Bukankah Rasulullah SAW mengatakan
kebenaran
        > itu berserak-serak dimana-mana dan kalau Ahmadiyah mengemukakan
kebenaran,
        > kenapa pula anda enggan untuk memungutnya? Sebenarnya anda tak
perlu allergi
        > dengan nama Ahmadiyah sebagaimana orang-orang di isnet  dan
rantaunet itu.
        > Hanya orang-orang yang dungu yang tak bisa memisahkan mana yang
benar dan
        > tidak benar. Dan hanya anjing dan monyet yang tidak mau memungut
permata
        > dan berlian kendatipun berada dalam lumpur.
        > 
        > Satria Iman Pribadi
        > > (Yang sudah bosan membaca propaganda saudara Nadri di Rantau-net
dan
        > > Apakabar, juga sudah kenal dengan isi propaganda ini sejak SMA
dahulu di
        > > Padang, yang menjadi salah satu pusat Ahmadiyah penting di
Indonesia.
        > > Salah
        > > satu "selling point" Ahmadiyah adalah serangan terhadap
Kristenisasi. Hal
        > > ini bisa dibaca sekarang hampir tiap hari di Apakabar, dimana
saudara
        > > Nadri
        > > disediakan kolom khusus oleh administratornya)
        > 
        > NS:
        > Terima kasih anda telah mengetahui betapa peranan Ahmadiyah untuk
        > menghadapi dan membendung Kristenisasi  dan serang-serangannya.
Cuma
        > sayangnya emosi anda tidak terkendali dikarenakan kebencian anda
kepada
        > golongan ini, sehingga anda merasa perlu mempublikasikan diri saya
sebagai
        > orang yang telah diusir dari isnet dan rantaunet.  Masalah tidak
payah
        > kalau anda merasa bosan dan muak, silakan tekan saja tombol delete
        > sehingga anda tak perlu membaca posting saya lagi...

        
---------------------------------------------------------------------
        Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
        Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
        Dokumentasi Milis :
http://www.mail-archive.com/[email protected]
        Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




        

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke