Assalamu'alaikum w.w.

Saya semula menyangka persoalan Nabi Isa ini tidak akan dibahas dalam milis
tasawuf ini. Tetapi setelah membaca e-mail pak Sunarman tentang nabi Isa,
maka saya jadi berbalik berpendapat sebaiknya Uda Nadri bisa mengirimkan
tulisannya tentang Nabi Isa. 

Pak Sunarman sebelumnya meminta saya sabar, akan tetapi dengan e-mail Pak
Sunarman menanggapi Nabi Isa, saya jadi berbalik mendukung uda Nadri untuk
cerita. Ternyata memang banyak yang tidak tahu ihwal cerita "akan turunnya
nabi Isa ini", misalnya saudara Taufan yang ikut ingin tahu.

Saya sendiri sudah pernah membaca brosur Ahmadiyah tentang nabi Isa ini
waktu SMA dahulu, karena salah satu teman baik saya adalah orang Ahmadiyah.
Saya nilai tulisan Ahmadiyah tentang nabi Isa ini cukup bagus jadi tambahan
referensi kita, disamping saya juga yakin bahwa kebenarannya belum bisa
diyakini sepenuhnya, karena masih banyak perdebatan. tapi sekadar tambahan
wawasan saya kira bagus. 

Persoalan Messianisme dalam Islam juga masih jadi perdebatan, dan sekarang
tidak ada ulama yang semangat membahasnya, karena bisa membuat kita
cenderung jadi menunggu Juru Selamat, dan tidak mau berbuat. Ada yang
beranggapan Nabi Isa akan turun di akhir zaman, ada yang beranggapan Imam
Mahdi yang akan turun. Imam Mahdi ini tampaknya lebih banyak pengikutnya.
Saudara kita di Syi'ah di Iran mengklaim Imam mereka yang ke 12 yang ghaib
waktu kecil yang akan kembali di akhir zaman sebagai Imam Mahdi. Saudara
kita di Ahmadiyah (Jema'at-nya Uda Nadri) mengakui Imam Mahdi telah turun
(kalau tidak salah di Qadian) pada abad ke 19, dan sampai sekarang Imam
mahdinya sudah menjadi yang ke 4 atau 5 kalau tidak salah. Dahulu pernah
saya baca di koran, kedudukannya ada di Inggris (atau sempat mengungsi ke
Inggris), dan pernah juga kalau tak salah ada perebutan siapa yang berhak
menjabat sebagai Khalifatul Masih yang ke ... (saya lupa). Mungkin Uda
Nadri bisa mengklarifikasi cerita saya yang banyak lupanya dan bukan dari
sumber aslinya. Jadi Imam Mahdi versi Ahmadiyah ini bisa diturunkan dan
atau dipilih oleh manusia. Bagi orang Islam di Pakistan Ahmadiyah ini
dianggap sesat (Fatwa majelis ulama juga kalau tidak salah pernah
mengeluarkannya), dan dianggap sebagai sengaja diciptakan oleh penjajah
Inggris agar ummat Islam di India (sebelum terpecah jadi Pakistan dan
Bangladesh) terpecah belah.
Dajjal yang jadi musuh utama Imam Mahdi sekarang jadi berupa kejahatan
peradaban barat atau mungkin Kristenisasi. Padahal dari hadits yang pernah
saya baca, Dajjal itu punya kemampuan melebihi Raja Jin, dan Imam Mahdi
punya kemampuan supernatural yang lebih dari Dajjal tersebut. Setelah masa
peperangan Dajjal dan Imam mahdi tersebut, maka duniapun kiamat. Ya,
mungkin alasan Ahmadiyah sekarang adalah bahwa Dajjalnya belum mati.

Cuma yang saya protes sebelumnya adalah kita akan jadi bergeser dari
membahas Tasawuf jadi membahas hal yang diluar itu. tetapi mungkin bisa
dikaitkan dengan tasawuf, misalnya ada yang pernah menulis bahwa ada sufi
yang mampu menghidupkan orang mati dengan izin Allah, walaupun dia bukan
Nabi.

Kemampuan "sufi" ini juga jauh lebih hebat dari Raja Jin misalnya, dalam
al-Qur-an diceritakan bahwa Raja Jin (Ifrit) hanya mampu paling cepat
membawa kursi Ratu Balqis secepat Nabi Sulaiman berdiri dari posisi duduk
dikursinya. Ternyata ada "orang" lain yang lebih hebat dari dia (bukan
Malaikat), yaitu secepat kerdipan mata. Akhirnya Nabi Sulaiman memakai dia
untuk memindahkan kursi Ratu Balqis. kata seorang Ustadz, orang itu adalah
"orang shaleh". Ini menunjukkan bahwa "orang shaleh, mungkin sekali seorang
sufi" mampu melakukan hal-hal tersebut yang lebih hebat dari Jin Ifrit.
Juga cerita seperti di film Sunan kalijaga juga bukan hal yang tidak
mungkin bagi kalangan Sufi. Saya pernah juga baca buku berbagai kemampuan
sufi yang "hebat-hebat". Tetapi tentu bukan kemampuan ini yang dituju oleh
seorang sufi. Apa yang dituju oleh seorang sufi, dan bagaimana mencapainya
?, saya kira inilah yang sedang dan seharusnya kita bahas.

Jadi kemampuan dan mukjizat Nabi-Nabi pada dasarnya bisa ditiru oleh
kemampuan sufi. Jadi tidak perlu terlalu mengistimewakan kemampuan Nabi Isa
bisa menghidupkan orang mati.

Kemudian Saya tetap sependapat seperti Pak Sunarman dan banyak teman lain
yang mengatakan bahwa semua Nabi-Nabi itu adalah Muslim (orang yang
berserah diri). Banyak ayat al-Qur-an yang mengatakan bahwa Nabi-Nabi itu
adalah seorang yang Islam. Ajaran yang dibawa oleh nabi-Nabi dan Rasul
sejak Nabi Adam AS sampai Nabi Muhammad SAW adalah ajaran Islam, termasuk
Nabi Isa adalah Muslim, dan tidak membawa ajaran agama Nasrani atau
Kristen.

Lantas bagaimana menjawab tantangan Kristenisasi ?. Saya kira banyak cara
lain selain berdebat dengan orang Kristen. Dalam Al-Qur-an juga dianjurkan
kita untuk tidak berbantah-bantahan dengan orang luar Islam. Ajaklah mereka
dengan bahasa yang lebih penuh hikmah.

Sekian saja tambahan komentar saya dan saya kira mari kita baca tulisan Uda
Nadri tentang Nabi Isa menurut pemahaman dan penelitian saudara kita dari
Ahmadiyah, dan kita istirahat sejenak dari membahas Tasawuf (sebenarnya
saya tidak suka pengalihan pembicaraan ini, karena sebaiknya ini dibahas di
milis lain saja).

Mohon ma'af jika ada yang salah.

Wassalamu'alaikum w.w.
Satria Iman Pribadi

----------
> From: R. Sunarman <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Tasawuf] BAGAIMANAKAH MENURUT PENDAPAT ANDA?
> Date: Wednesday, February 24, 1999 6:42 AM
> 
> Assalamu'alaikum wr.wb.
> 
> Nadri Saadudin wrote:
> 
> >      Begitu  panjang  usia  Nabi Isa  ,  melebihi  usia  manusia
> >      manapun yang telah pernah hidup dibumi ini....!
> 
> Tentu ada makna tersendiri ketika orang mengatakan Nabi Isa masih
> hidup. Mengapa tak seorang pun mengklaim telah melihat Nabi Isa
> selama ini? Sama-sama tak berjasad lagi, apa yang menyebabkan Nabi
> Isa dikatakan masih hidup, sementara nabi yang lain tidak pernah
> disebut demikian? 
> Menurut hipotesis saya, Nabi Isa dikatakan masih hidup meskipun
> sudah tiada, karena tugasnya di dunia ini belum selesai, sehingga
> kelak masih akan muncul lagi di atas bumi ini untuk menyelesaikan
> misinya. Jadi pengertian masih hidup ini tidak lantas dipahami
> sebagai masih beruwjud jasad bernyawa atau seperti pengertian
> harafiah di dalam al Qur'an. Jika hipotesis itu benar, maka berarti
> bahwa kemunculannya kembali di bumi akan menggunakan jasad baru.
> Reinkarnasi? Mungkin saja, seperti QS 2:28 yang mengisyaratkan bahwa
> seseorang dapat saja 'dihidupkan kembali' setelah mati.
>  
> >      Dan orang-orang  Kristen
> >      yang  mempertuhan  Isa tidak bisa disalahkan begitu  saja.  
> 
> Selama kata 'tuhan' itu dimaknakan sebagai idola yang dikagumi
> ketinggian maqam ruhaniahnya dan ditiru sifat-sifatnya, saya sendiri
> tidak keberatan dengan sebutan itu. Pokoknya kita sendiri jangan
> meniru-niru menyebut 'Tuhan' selain kepada Allah. 
> Kita sendiri, dalam tasawuf, menjiplak sifat-sifat Allah sebagai
> salah satu aspek mempertuhan Allah.
> 
> >      Isa itu bisa menghidupkan orang mati....? Dan  yang
> >      demikian juga kita yakini sebagai sifat dan kuasa Allah?
> 
> Nabi Isa sangat 'dekat' dengan Allah; maka kuasa Allah apapun dapat
> saja dimilikinya selama hal itu diijinkan [diridhai] oleh Allah.
> Namun saya yakin, meskipun bisa, beliau tidak lantas menghidupkan
> sembarang orang mati sekehendaknya sendiri.
> 
> >      Nanti  diakhir zaman Nabi Isa akan datang lagi, turun kebumi  
> [...]
> >      Tidak ada  seorangpun
> >      dipilih  oleh  Allah diantara orang-orang Islam  untuk 
membereskan
> >      ummat  Islam  itu... Allah ternyata mendatangkan Nabi  lama 
diluar
> >      orang-orang  Islam
> 
> Nabi Isa itu bukan orang Islam?
> Saya sangka, Nabi Isa itu sejak semula pembawa agama Islam.
> Saya sangka, semua nabi mengajarkan agama Islam.
> Saya sangka, semua agama yang mengajarkan penyerahan diri 
>              sepenuhnya kepada Allah itu disebut Islam.
> Saya sangka, Islam itu bermacam-macam bentuk luarnya; 
> Saya sangka, agama yang dibawa Nabi Muhammad itu
>              hanyalah salah satu perwujudan Islam.
> 
> Wassalamu'alaikum wr.wb.
> RS


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke