Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
Saya mencium bau asap. Jangan-jangan ada api yang membakar rumah
kita ini. Karena saya bertanggung jawab untuk memelihara keselamatan
rumah ini beserta seluruh penghuninya, maka saya minta agar semua
pihak menahan diri dan tahu diri.
Sdr. Satria Iman Pribadi saya minta bersabar dan memberi kesempatan
kepada Bang Nadri untuk mempelajari situasi dan menempatkan diri
dengan sebaik-baiknya.
Sdr. Nadri Saadudin saya minta untuk introspeksi, mempelajari hukum
sebab-akibat. Tiada asap tanpa api. Suatu kebenaran yang dibungkus
dalam kemasan yang mencurigakan memang cenderung untuk mendapat
tanggapan negatif. Saya beri contoh yang ekstrim: emas yang
berlumuran tinja itu tetap saja emas, tetapi pertama-tama akan
menimbulkan kesan menjijikkan. Hanya orang yang sudah mencapai
level tertentu-lah yang mampu menyingkirkan rasa jijik itu; ia
memungut emas itu dan mencucinya sampai bersih. Tapi hanya sedikit
sekali orang yang demikian, bukan?
Karena itu, saya menghimbau agar anda mempelajari materi dan kemasan
dakwah anda. Penolakan terhadap dakwah anda tampak sudah, meskipun
di dalamnya terkandung nilai-nilai yang tinggi. Masalahnya hanyalah
bumbu, cara penyajian, kemasan! Cobalah anda meneliti apa yang salah
dalam penjajian anda sehingga menimbulkan penolakan di milis ini.
Anda orang Padang, senang masakan yang pedas. Tetapi kalau anda
memberikan makanan kesukaan anda itu kepada saya, saya dapat sakit
perut. Barangkali, kalau bahan yang sama anda masak dengan kadar
cabai yang lebih kecil, saya akan menikmatinya. Bukankah anda
bermaksud menjamu orang lain, dan bukan hanya sekedar memuaskan diri
sendiri?
Saya suka daging rendang, tapi jangan terlalu pedas, dan saya lebih
suka kalau langsung disajikan setelah dimasak dalam keadaan masih
panas.
Tiap orang melakukan kesalahan, termasuk saya sendiri.
Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS
Nadri Saadudin wrote:
> Satria:
> > Saya sarankan tidak perlu meneruskan pambahasan ini, karena nanti saudara
> > nadri mengirim lagi puluhan tulisan berisi bukti wafatnya nabi Isa
> > didaerah
> > Asia tengah sana, dan lain-lain tulisan propaganda Ahmadiyah lainnya.
> > Padahal ini mungkin bukan hal penting untuk dibahas dalam milis ini.
> > mungkin cukup saudara Nadri propaganda Ahmadiyahnya di ISNET (kabarnya
> > sudah dikeluarkan juga), Apakabar, dll. Nanti disini kita jadi terjebak
> > membahas yang tidak pokok.
>
> NS:
> Kenapa anda takut dan tidak mau membahas masalah ini? Saya memahami betapa
> tidak berdayanya sebagian besar Mainstream Islam membantah
> argumentasi-argumentasi yang dikemukakan Ahmadiyah untuk membuktikan bahwa
> Nabi Isa memang telah wafat. Mereka ingin lari dari persoalan yang mereka
> hadapi tanpa merasa perlu untuk menyelesaikan dan mendudukan masalah yang
> mereka hadapi itu.
>
> Anda menyebutnya tidak masalah pokok? Bagaimana anda akan menyampaikan
> kebenaran Islam dan mengajak mereka kepada Islam (terutama orang-orang
> Kristen....) kalau Nabi anda sendiri (Muhammad SAW...) disatu pihak
> sementara anda juga meyakini nabi mereka (yang juga mereka katakan anak
> Tuhan dan Tuhan sendiri) masih hidup juga hingga sekarang... Bagaimana
> anda akan mengatakan Islam itu agama yang benar , dan Muhammad SAW nabi
> terakhir sementara anda meyakini juga bahwa Nabi Isa ibnu Maryam akan
> turun datang diakhir zaman memberesi ummat Islam sepeninggal Nabi Muhammad
> SAW. Bagaimana anda menjelaskan kepada mereka bahwa Nabi Muhamad SAW
> adalah penutup Nabi-Nabi, sementara Nabi Isa datang juga? Apa yang ditutup
> oleh Nabi Muhammad SAW kok bisa juga Isa itu datang? Apakah tidak mungkin
> Nabi Isa yang sesungguhnya yang penutup bukan Nabi Muhammad SAW? Apakah
> persoalan-persoalan ini tidak anda anggap penting untuk dibicarakan?
>
> Apa sesungguhnya yang pokok dalam Islam sehingga anda menyebut hal ini bukan
> hal yang pokok sehingga tidak perlu untuk dibicarakan? Anda menyebutnya
> sebagai propaganda Ahmadiyah? Bukankah Rasulullah SAW mengatakan kebenaran
> itu berserak-serak dimana-mana dan kalau Ahmadiyah mengemukakan kebenaran,
> kenapa pula anda enggan untuk memungutnya? Sebenarnya anda tak perlu allergi
> dengan nama Ahmadiyah sebagaimana orang-orang di isnet dan rantaunet itu.
> Hanya orang-orang yang dungu yang tak bisa memisahkan mana yang benar dan
> tidak benar. Dan hanya anjing dan monyet yang tidak mau memungut permata
> dan berlian kendatipun berada dalam lumpur.
>
> Satria Iman Pribadi
> > (Yang sudah bosan membaca propaganda saudara Nadri di Rantau-net dan
> > Apakabar, juga sudah kenal dengan isi propaganda ini sejak SMA dahulu di
> > Padang, yang menjadi salah satu pusat Ahmadiyah penting di Indonesia.
> > Salah
> > satu "selling point" Ahmadiyah adalah serangan terhadap Kristenisasi. Hal
> > ini bisa dibaca sekarang hampir tiap hari di Apakabar, dimana saudara
> > Nadri
> > disediakan kolom khusus oleh administratornya)
>
> NS:
> Terima kasih anda telah mengetahui betapa peranan Ahmadiyah untuk
> menghadapi dan membendung Kristenisasi dan serang-serangannya. Cuma
> sayangnya emosi anda tidak terkendali dikarenakan kebencian anda kepada
> golongan ini, sehingga anda merasa perlu mempublikasikan diri saya sebagai
> orang yang telah diusir dari isnet dan rantaunet. Masalah tidak payah
> kalau anda merasa bosan dan muak, silakan tekan saja tombol delete
> sehingga anda tak perlu membaca posting saya lagi...
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)