Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Salah satu tujuan dari Dakwah Islamiyah adalah menyampaikan "kebenaran"
dan memberikan analisis/ kajian terhadap materi yang disajikan agar
dapat memberikan referensi positif bagi jamaah, tentunya semua itu
dilakukan untuk mencari ridha Allah SWT semata.   Oleh sebab itu adalah
sangat bijak apabila penyajiannya juga mempertimbangkan situasi dan
kondisi, agar tujuannya dapat tercapai tanpa membuat saling silang serta
perbedaan/ pertentangan yang dapat merusak silaturahmi apabila tidak ada
pengendalian diri yang baik.  Haruskah kita mencari ridho Allah SWT
dengan membuat sayatan luka di hati pihak lain yang mungkin saja tidak
sependapat dengan si penyaji ?, tidakkah terdapat cara atau jalan yang
lebih bijaksana sehingga aspek kebaikan dapat diupayakan seoptimal
mungkin ?  Mohon maaf atas kedangkalan dan keterbatasan wawasan saya,
saya hanya peduli kepada millis kita tercinta ini, agar ukhuwah
islamiyah dapat tetap terus dipupuk dan dipertahankan, terimakasih.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

[EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> Ass. Wr. Wb.
> 
> Saya sangat salut dengan jalan tengah yang diambil bapak RS.  Dengan
> kata-kata yang tidak bertele-tele dan mudah dicerna tetapi sampai ketujuan
> langsung.
> 
> Harapan saya semoga dalam milis seterusnya saya mendapatkan kata-kata yang
> mudah dicerna untuk dipahami.
> 
> Wass. Wr. Wb.
> 
>         ----------
>         From:  R. Sunarman[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>         Sent:  Wednesday, February 24, 1999 10:14 AM
>         To:  [EMAIL PROTECTED]
>         Subject:  Re: [Tasawuf] BAGAIMANAKAH MENURUT PENDAPAT ANDA?
> 
>         Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
> 
>         Saya mencium bau asap. Jangan-jangan ada api yang membakar rumah
>         kita ini. Karena saya bertanggung jawab untuk memelihara keselamatan
>         rumah ini beserta seluruh penghuninya, maka saya minta agar semua
>         pihak menahan diri dan tahu diri.
> 
>         Sdr. Satria Iman Pribadi saya minta bersabar dan memberi kesempatan
>         kepada Bang Nadri untuk mempelajari situasi dan menempatkan diri
>         dengan sebaik-baiknya.
> 
>         Sdr. Nadri Saadudin saya minta untuk introspeksi, mempelajari hukum
>         sebab-akibat. Tiada asap tanpa api. Suatu kebenaran yang dibungkus
>         dalam kemasan yang mencurigakan memang cenderung untuk mendapat
>         tanggapan negatif. Saya beri contoh yang ekstrim: emas yang
>         berlumuran tinja itu tetap saja emas, tetapi pertama-tama akan
>         menimbulkan kesan menjijikkan. Hanya orang yang sudah mencapai
>         level tertentu-lah yang mampu menyingkirkan rasa jijik itu; ia
>         memungut emas itu dan mencucinya sampai bersih. Tapi hanya sedikit
>         sekali orang yang demikian, bukan?
> 
>         Karena itu, saya menghimbau agar anda mempelajari materi dan kemasan
>         dakwah anda. Penolakan terhadap dakwah anda tampak sudah, meskipun
>         di dalamnya terkandung nilai-nilai yang tinggi. Masalahnya hanyalah
>         bumbu, cara penyajian, kemasan! Cobalah anda meneliti apa yang salah
>         dalam penjajian anda sehingga menimbulkan penolakan di milis ini.
>         Anda orang Padang, senang masakan yang pedas. Tetapi kalau anda
>         memberikan makanan kesukaan anda itu kepada saya, saya dapat sakit
>         perut. Barangkali, kalau bahan yang sama anda masak dengan kadar
>         cabai yang lebih kecil, saya akan menikmatinya. Bukankah anda
>         bermaksud menjamu orang lain, dan bukan hanya sekedar memuaskan diri
>         sendiri?
> 
>         Saya suka daging rendang, tapi jangan terlalu pedas, dan saya lebih
>         suka kalau langsung disajikan setelah dimasak dalam keadaan masih
>         panas.
> 
>         Tiap orang melakukan kesalahan, termasuk saya sendiri.
> 
>         Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
>         RS
> 
>         Nadri Saadudin wrote:
> 
>         > Satria:
>         > > Saya sarankan tidak perlu meneruskan pambahasan ini, karena
> nanti saudara
>         > > nadri mengirim lagi puluhan tulisan berisi bukti wafatnya nabi
> Isa
>         > > didaerah
>         > > Asia tengah sana, dan lain-lain tulisan propaganda Ahmadiyah
> lainnya.
>         > > Padahal ini mungkin bukan hal penting untuk dibahas dalam milis
> ini.
>         > > mungkin cukup saudara Nadri propaganda Ahmadiyahnya di ISNET
> (kabarnya
>         > > sudah dikeluarkan juga), Apakabar, dll. Nanti disini kita jadi
> terjebak
>         > > membahas yang tidak pokok.
>         >
>         > NS:
>         > Kenapa anda takut dan tidak mau membahas masalah ini? Saya
> memahami betapa
>         > tidak berdayanya sebagian besar Mainstream Islam membantah
>         > argumentasi-argumentasi yang dikemukakan Ahmadiyah untuk
> membuktikan bahwa
>         > Nabi Isa memang telah wafat. Mereka ingin lari dari persoalan yang
> mereka
>         > hadapi tanpa merasa perlu untuk menyelesaikan dan mendudukan
> masalah yang
>         > mereka hadapi itu.
>         >
>         > Anda menyebutnya tidak masalah pokok? Bagaimana anda akan
> menyampaikan
>         > kebenaran Islam  dan mengajak mereka kepada Islam (terutama
> orang-orang
>         > Kristen....) kalau Nabi anda sendiri (Muhammad SAW...) disatu
> pihak
>         > sementara anda juga meyakini nabi mereka (yang juga mereka katakan
> anak
>         > Tuhan dan Tuhan sendiri) masih hidup juga hingga sekarang...
> Bagaimana
>         > anda akan mengatakan Islam itu agama yang benar , dan Muhammad SAW
> nabi
>         > terakhir sementara anda meyakini juga bahwa Nabi Isa ibnu Maryam
> akan
>         > turun datang diakhir zaman memberesi ummat Islam sepeninggal Nabi
> Muhammad
>         > SAW. Bagaimana anda menjelaskan kepada mereka bahwa Nabi Muhamad
> SAW
>         > adalah penutup Nabi-Nabi, sementara Nabi Isa datang juga? Apa yang
> ditutup
>         > oleh Nabi Muhammad SAW kok bisa juga Isa itu datang? Apakah tidak
> mungkin
>         > Nabi Isa yang sesungguhnya yang penutup bukan Nabi Muhammad SAW?
> Apakah
>         > persoalan-persoalan ini tidak anda anggap penting untuk
> dibicarakan?
>         >
>         > Apa sesungguhnya yang pokok dalam Islam sehingga anda menyebut hal
> ini bukan
>         > hal yang pokok sehingga tidak perlu untuk dibicarakan? Anda
> menyebutnya
>         > sebagai propaganda Ahmadiyah? Bukankah Rasulullah SAW mengatakan
> kebenaran
>         > itu berserak-serak dimana-mana dan kalau Ahmadiyah mengemukakan
> kebenaran,
>         > kenapa pula anda enggan untuk memungutnya? Sebenarnya anda tak
> perlu allergi
>         > dengan nama Ahmadiyah sebagaimana orang-orang di isnet  dan
> rantaunet itu.
>         > Hanya orang-orang yang dungu yang tak bisa memisahkan mana yang
> benar dan
>         > tidak benar. Dan hanya anjing dan monyet yang tidak mau memungut
> permata
>         > dan berlian kendatipun berada dalam lumpur.
>         >
>         > Satria Iman Pribadi
>         > > (Yang sudah bosan membaca propaganda saudara Nadri di Rantau-net
> dan
>         > > Apakabar, juga sudah kenal dengan isi propaganda ini sejak SMA
> dahulu di
>         > > Padang, yang menjadi salah satu pusat Ahmadiyah penting di
> Indonesia.
>         > > Salah
>         > > satu "selling point" Ahmadiyah adalah serangan terhadap
> Kristenisasi. Hal
>         > > ini bisa dibaca sekarang hampir tiap hari di Apakabar, dimana
> saudara
>         > > Nadri
>         > > disediakan kolom khusus oleh administratornya)
>         >
>         > NS:
>         > Terima kasih anda telah mengetahui betapa peranan Ahmadiyah untuk
>         > menghadapi dan membendung Kristenisasi  dan serang-serangannya.
> Cuma
>         > sayangnya emosi anda tidak terkendali dikarenakan kebencian anda
> kepada
>         > golongan ini, sehingga anda merasa perlu mempublikasikan diri saya
> sebagai
>         > orang yang telah diusir dari isnet dan rantaunet.  Masalah tidak
> payah
>         > kalau anda merasa bosan dan muak, silakan tekan saja tombol delete
>         > sehingga anda tak perlu membaca posting saya lagi...
> 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
>         Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> [EMAIL PROTECTED]
>         Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> [EMAIL PROTECTED]
>         Dokumentasi Milis :
> http://www.mail-archive.com/[email protected]
>         Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> 
> 
> 
>     ---------------------------------------------------------------
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke