Ternyata banyak juga peminat DNA sequencing apparatus atau semacamnya termasuk teman lama pak Alphons Quendangen yang sekarang di Polda Riau. Saya gembira karena berarti kegiatan research / scientific disana tidak
berkurang kendati negara sedang mengalami kolobendu. Tentu saja saya sangat gembira kalau bisa membantu anda semua. Sebenarnya selalu ada alat yang masih berfungsi baik yang tidak lagi dipakai NAMUN disini juga ada semacam birokrasi (aturan) yang tidak memungkinkan untuk sembarangan saja mengambil barang tsb (otherwise I'll be in big trouble). Kebetulan alat tsb adalah pemberian dari seorang professor dari Harvard yang ke Calgary dan kemudian pindah lagi ke University of Florida. Alat tsb tidak ada nametag U of C (bukan milik UofC) oleh karena itu saya secara pribadi bisa punya kuasa thd barang tsb tanpa melanggar aturan dari University. Karena mengetahui disana banyak yang butuh alat-2 lab, saya akan berusaha lebih aktif untuk memungkinkan mendapatkannya. Untuk pak Indra, Sebelum saya kirim alat tsb akan saya beritahukan dulu kepada anda ongkos pengirimannya. Saya dan istri saya masih bekerja di research lab yakni dalam area molecular-cellular biology di FK disini. Cuma itu saja kerja kami, tidak ada sambenan seperti jadi dokter jaga atau dokter poliklinik disini (just kidding :-)). Kesibukan lain seperti semua orang tua tentunya adalah membesarkan anak. Sedangkan nulis opini atau cerita kalau pas ada waktu luang. Mohon anda dan teman-2 lain dapat membedakan antara pandangan/opini dalam diskusi dengan hubungan scientific/akademis sebagai kolega ataupun teman pribadi. Perbedaan pendapat baik itu dalam hal politik atau hal kemasyarakatan- kenegaraan tidak harus mempengaruhi hubungan profesi atau hubungan pribadi. Kultur yang masih berlaku di Indoneisa yakni BERBEDA PENDAPAT adalah MUSUH harus di enyahkan. Tulisan saya yang saya sadari sering amat tajam (maka itu saya kirim ke publik terbatas seperti di mailing list universitas) adalah muncul dari kesadaran bahwa saya adalah bagian dari suatu sistem kenegaraan. If only there's no country nor religion nor heaven (Beatless) saya tidak akan buang energi untuk menulis hal-2 semacam itu. Sayangnya ada negara ada agama dst dan semua ada PENGUASAnya yang kalau tidak dikontrol bisa korupsi dan bertingkah laku sewenang-wenang, menindas, menyengsarakan, memelaratkan orang banyak. Saya selalu berusaha jujur dalam menulis (ini lah bagian yang paling sulit dalam menuliskan opini) oleh karena itu kadang-2 ada tulisan yang saya setop sendiri atau saya simpan dulu. Oleh karena itu saya bisa mengerti bahwa orang yang hanya sebagai pemerhati saja dalam suatu mailing list bisa jadi merupakan orang yang PALING JUJUR yang tidak ingin menulis sembarangan saja. Sampai nanti salam Eko Raharjo Indra Wijaya wrote: > Halo Pak Eko, lama tidak berkomunikasi walaupun saya sering mengikuti > diskusi Anda dan rekan-rekan di sini sebagai pemerhati saja. > Terima kasih atas kebaikan hatinya mengirimkan alat ke sini > mudah-mudahan masih dapat bermanfaat. Bagaimana kabar Anda? Isteri kerja > di Lab Biomolecular? Kapan-kapan bisa minta bantuan mencarikan > references, karena di sini library-nya out of date dan out of budget! > Tolong kirimkan ke alamat saya saja agar cepat sampai, karena kalau ke > kantor bisa berbulan-bulan baru disampaikan. Semoga biaya kirimnya tidak > semahal harga alatnya. Akan saya coba pakai untuk meneliti profil DNA > penderita melanoma. > > Indra Wijaya > Bukit Kumala No. 7, Semarang - 50261 > Telepon 024 7474628 > > -------------------------- > Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 > to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 239 > DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 240 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
