Terima kasih pak Eko masih ingat saya.
Menurut saya, pendapat/opini tentunya tidak harus selalu sejalan dengan
pemikiran yang umum. Justru dari pandangan pak Eko dari lingkungan yang
berbeda, kita yang "di dalam tempurung" bisa memperoleh wawasan baru.
Mudah-mudahan dengan dilontarkannya opini-opini yang original dan tajam di
kalangan akademisi seperti UNDIP ini, opini tersebut justru menjadi cikal
bakal reformasi berbasis ilmiah, dan bukan perdebatan yang tidak karuan.
Selamat bertugas dan sukses, pak Eko.

Alphons.

-----Original Message-----
From: Eko Raharjo [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, December 20, 2001 12:59 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [UNDIP] Sequencing Apparatus For Free



Ternyata banyak juga peminat DNA sequencing apparatus atau semacamnya
termasuk teman lama pak Alphons Quendangen yang sekarang di Polda
Riau. Saya gembira karena berarti kegiatan research / scientific disana
tidak

berkurang kendati negara sedang mengalami kolobendu. Tentu saja saya
sangat gembira kalau bisa membantu anda semua. Sebenarnya selalu
ada alat yang masih berfungsi baik yang tidak lagi dipakai NAMUN
disini juga ada semacam birokrasi (aturan) yang tidak memungkinkan
untuk sembarangan saja mengambil barang tsb (otherwise I'll be in big
trouble). Kebetulan alat tsb adalah pemberian dari seorang professor
dari Harvard yang ke Calgary dan kemudian pindah lagi ke University
of Florida. Alat tsb tidak ada nametag U of C (bukan milik UofC)
oleh karena itu saya secara pribadi bisa punya kuasa thd barang tsb
tanpa melanggar aturan dari University. Karena mengetahui disana
banyak yang butuh alat-2 lab, saya akan berusaha lebih aktif
untuk memungkinkan mendapatkannya.

Untuk pak Indra,
Sebelum saya kirim alat tsb akan saya beritahukan dulu kepada anda
ongkos pengirimannya. Saya dan istri saya masih bekerja di research
lab yakni dalam area molecular-cellular biology di FK disini. Cuma
itu saja kerja kami, tidak ada sambenan seperti jadi dokter jaga atau
dokter poliklinik disini (just kidding :-)). Kesibukan lain seperti semua
orang tua tentunya adalah membesarkan anak. Sedangkan nulis opini
atau cerita kalau pas ada waktu luang. Mohon anda dan teman-2 lain
dapat membedakan antara pandangan/opini dalam diskusi dengan
hubungan scientific/akademis sebagai kolega ataupun teman pribadi.
Perbedaan pendapat baik itu dalam hal politik atau hal kemasyarakatan-
kenegaraan tidak harus mempengaruhi hubungan profesi atau
hubungan pribadi. Kultur yang masih berlaku di Indoneisa yakni
BERBEDA PENDAPAT adalah MUSUH harus di enyahkan.

Tulisan saya yang saya sadari sering amat tajam (maka itu saya kirim
ke publik terbatas seperti di mailing list universitas) adalah muncul dari
kesadaran bahwa saya adalah bagian dari suatu sistem kenegaraan.
If only there's no country nor religion nor heaven (Beatless) saya
tidak akan buang energi untuk menulis hal-2 semacam itu. Sayangnya
ada negara ada agama dst dan semua ada PENGUASAnya yang kalau
tidak dikontrol bisa korupsi dan bertingkah laku sewenang-wenang,
menindas, menyengsarakan, memelaratkan orang banyak. Saya selalu
berusaha jujur dalam menulis (ini lah bagian yang paling sulit dalam
menuliskan opini) oleh karena itu kadang-2 ada tulisan yang saya
setop sendiri atau saya simpan dulu. Oleh karena itu saya bisa
mengerti bahwa orang yang hanya sebagai pemerhati saja dalam suatu
mailing list bisa jadi merupakan orang yang PALING JUJUR yang
tidak ingin menulis sembarangan saja.

Sampai nanti
salam
Eko Raharjo

--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 241
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke