Melihat keberhasilan orang lain bisa bikin rendah diri
Iya kalo ini kita lakukan terus terusan, tanpa melihat kekurangan oran orang lain. Selalu beranggapan kok dia terus ya yang beruntung, kok dia yang jadi presiden, kok dia ya yang bisa ketrima PNS, ,.... aku kok enggak pernah mujur ya..... trus jadinya nggosip... wah dia ketrima PNS kan karena nyogok, dia jadi presiden kan karena duitnya banyak.... jadi dengki srei lagi lah.
tulisan ini melanjutkan tulsan saya yang kemaren, yang berwasiat marilah kita liat keberhasilan orang lain ... siapa tahu memotifasi kita.
Tapi memang tidak selalu begitu, kita ini punya sifat ora trimoan, seneng melek duekke wong lio.
sikap selalu berterimakasih dengan nikmatNya kadang kita lupakan. Kalo misal kita terima gaji tiap bulan, kadang kita lupa... ah wis jamak lumrahe, wis biasa nek aku kerjao yo entuk gaji. tapi tidak terpikir, kita bisa bernafas, kita bisa bangun pagi, kita bisa bekerja akhirnya kita dapet gaji itu bukan proses yang terjadi dengan serta merta, tapi ad sabab musabanya. Ada yang kuasa mengaturnya.
sikap kedekatan dengan tuhan ini juga mulai menjauh dari dunia politik kita. Bahkan ada kecenderungan dunia politik kita mengangkat tuhan tuhan baru, kekuasaan, duit, jabatan, kedudukan, wanita dan kemulian kemuliaan dunia lainnya.
Sehingga jargon yang dipakai jauh dari moralitas kemanusiaan. sikap dan mentalitasnya pun jauh dari rasa kemanusiaan.
jadi salah satu jalan keluar dari kemelut dunia perpolitikan kita ( termasuk kasus bang akbar), ya mari kembalikan ke diri kita, kembalikan ke pemahaman diri kita akan agama masing masing. Saya yakin tidak ada agama yang membolehkan umatnya mengolok olok orang lain di depan umum, mencederai perasaan orang lain, mencaci orang lain. Yakin enggak ada.
dari agama yang saya anut, jika ada kemungkaran maka ubahlah dengan tanganmu, dan seterusnya..... dan terakhir disebutkan mencegah kemungkaran dengan hati itu adalah selemah lemahnya iman. Dan dalam rangka saling ingat mengingatkan dalam kebenaran ini, menurut agama saya ada kode etinya. kalo si A salah ya kita ingtkan, kita datengi kemudian kita nasehati. Kalo mau alhamdulillah kalo tidak kuajiabn kita sesama muslim telah gugur.
Trus kalo kita menasehatinya dengan demo demoan teriak teriak kejelekan orang lain ( di milist ini mungkin enggak ya kita menggunjing akbar tanjung?....kalo iya.... ya sama saja kita telah membicarakan kejelekan orang lain. ) .Bukankah sesama muslim itu saudara.... maukah kita memakan bangkai suadara kita ?
renungan pagi di Hioshima untuk bangsaku
Dept of Neurosurgery, Hiroshima University Japan
1-2-3 Kasumi Minami-ku Hiroshima Japan 734-8551
81-82-257-5227 fax 81-82-257-5229 home 81-82-264-0502
cell 81-90-6171-6000
[EMAIL PROTECTED]
www.talk.to/thohar or www.thohar.tk
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance: Get your refund fast by filing online
