Prasangka buruk ini yang membikin mbuletnya krisi di indonesia.
dan saya pikir diskusi nya malah semakin fokus kok, tidak malah semakin bias. Karena kita sedang berusaha untuk megurai benang bundet bangsa ini.
 
sikap ini bukan sipak pelemahan terhadap gerakan public control terhadap kekuasaan. Tapi sekedar tawaran wacana dalam membaca situasi bangsa ini dan bersikap.
 
public control itu tidak seharusnya jadi ajang fitnah dan menghujat orang.
 
kalo misal kita temukan kejanggalan,  kalo kita temukan penyelewengan ya datengi penguasa tersebut, nasehati secara langsung. Jangan beraninya menjelek jekekan namanya di depan publik.
 
kalo kita tidak mampu menasehati penguasa serahkan sama yang mampu, kalo belum ada yang mampu untuk menasehati penguasa ya berusahalah untuk bisa jadi orang yang berani dan bisa menasehati penguasa.  kalo tidak bisa ya sabar, jangan malah kita perbanyak dosa dengan menghujat dan mencaci. tindakan makar, perongrongan, demo pasti membawa dampak buruk........
 
wacana yang kemukakan  mungkin agak lembek kalo diliat dari progresivitasnya. dan kalo tidak berkenan silakan di lanjutkan. mohon maaf kalo tidak sopan.
 
lepet janure tuwo menawi lepat nyuwun pangapuro.
permisi
tabik
wasalam
 
 
 


Abel Pires da Silva <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear All,
Saya kira diskusinya sudah bias...Inti masalahnya
disini adalah tindakan (dugaan) KORUPSI uang rakyat
oleh PEJABAT NEGARA, tidak lain!
Sebagai pejabat negara, siapapun dia, harus diawasi
oleh publik karena KEKUASAAN yang ada padanya!
sehingga tidak DISELEWENGKAN! Tidak perduli apakah
pejabat tersebut BERSIH, apalagi yang KOTOR dan BUSUK!

Kita tidak lupa kata-kata bijak, bahwa KEKUASAAN itu
cenderung KORUP, kekuasaan yang Mutlak (tidak ada
pengawasan apapun) pasti KORUP!

Nah, kalo mengkritik AT yang sangat-amat-patut diduga
melakukan KORUPSI (Karena terbukti telah dijatuhi
hukuman penjara di dua tingkat pengadilan), dianggap
"hanya" sebagai acara menjelek-jelekkan "ORANG LAIN",
maka sebenarnya ini sudah merupakan tindakan PELEMAHAN
terhadap PENGAWASAN PUBLIK yang dimaksud.

Pejabat yang BERKUASA lain dengan seorang teman
kuliah, Bapak Kost di Tembalang, atau senior angkatan,
yang jika "dibiarkan" (tanpa diawasi) tidak akan
menyelewengkan uang rakyat, yang pasti di tataran
pergaulan pribadilah pendapat rendah-diri, saling
menghargai, dst. dst. harus dipraktekkan.....

Regards,
Abel

__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance: Get your refund fast by filing online.
http://taxes.yahoo.com/filing.html

--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1294
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id



Muhamad Thohar Arifin, MD
Dept of Neurosurgery, Hiroshima University Japan
1-2-3 Kasumi Minami-ku Hiroshima Japan 734-8551
81-82-257-5227 fax 81-82-257-5229 home 81-82-264-0502
cell 81-90-6171-6000
[EMAIL PROTECTED]
www.talk.to/thohar or www.thohar.tk


Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance: Get your refund fast by filing online

Kirim email ke