Jelang Penyelenggaraan Keranda Merah Putih:
  BENTUK KEPRIHATINAN PARA SENIMAN
  Dimuat di Banten Raya Post, Edisi Senin 6 Agustus 2007
   
  Mengekspresikan hampir segala sesuatu yang dirasakan  ke dalam sebuah karya 
seni adalah sebuah fitrah bagi seorang seniman. Tak hanya kebahagiaan, bahkan 
kegalauan pun kerap memunculkan kreativitas seni. Yang terakhir inilah yang 
melatarbelakangi puluhan seniman di Banten untuk mengusung “Keranda Merah Putih”
   
  MW FAUZI-Pemred Banten Raya Post
   
  Pada awalnya Keranda Merah Putih (kita sebut saja KMP) adalah event tahunan 
yang digagas komunitas seni dan budaya Rumah Dunia (RD), Ciloang, Serang. Dari 
etimologinya, mudah ditebak bahwa KMP digagas dengan mengambil momentum 
peringatan HUT RI. 
  Khusus tahun ini, gaung KMP sepertinya bakal lebih membahana karena diusung 
lebih banyak seniman dari berbagai genre. Tujuannya seragam, yakni berangkat 
dari kegalauan tadi; seniman di Banten miskin ruang untuk berekspresi.
   
  Bagi daerah selevel provinsi, plus kedekatannya dengan ibukota, dan jati diri 
sebagai Gerbang Investasi Indonesia yang diagungkan Pemprov Banten, tentu 
menjadi sebuah keprihatinan tersendiri bahwasanya Banten belum mempunyai taman 
budaya, gedung budaya, atau apapun sebutannya sebagai wujud dari sisi estetika 
dan budaya. 
   
  Terkait itu, Sabtu (4/8), belasan perupa Banten dari beberapa komunitas seni 
diundang pendiri RD Gola Gong berkumpul untuk menggagas KMP. Tampak di 
antaranya Gebar Sasmita, pelukis asal Pandeglang, Widodo Js, Sumaeji dan Ali 
Bone, keduanya dari Komunitas Bunderan, Mhaex Maranoes, Indra Kesuma, Tresna 
Sonjaya, dan Deden Mulyana.
   
  Tentang ririungan berekspresi ini dikatakan Gebar akan terasa hambar jika tak 
didukung publikasi yang jor-joran. “Apalagi KMP ini akan dijadikan segenap 
insan seni di Banten sebagai momentum untuk mendesak pemerintah mewujudkan 
rencana pembangunan Taman Budaya. Kita tampilkan aspirasi itu lewat karya yang 
santun, tidak perlu radikal. Pasca-KMP, kita susun ulang strategi perwujudan 
Taman Budaya,” sarannya.
   
  Dari sisi inilah Banten Raya Post bersiap memberi dukungan sepenuhnya. 
  Panjang lebar bertransaksi ide, akhirnya diskusi menghasilkan kesepakatan 
untuk menggelar KMP selama sepekan lebih yakni mulai 15 hingga 26 Agustus—di 
antaranya dengan menggelar pameran karya para perupa di atas. 
   
  Gola Gong sebagai penggagas awal dan tuan rumah kemudian memadukannya dalam 
beberapa kegiatan seni budaya. Lantas jadilah kerangka KMP sarat oleh beberapa 
agenda. 
   
  “Selain pameran lukisan, KMP juga akan diisi demo melukis, bimbingan melukis 
untuk umum, diskusi seni rupa, pembacaan puisi, pementasan teater, dan 
pernyataan seniman Banten tentang pentingnya Taman Budaya dan Perpustakaan 
Banten,” Gong menyimpulkan hasil pertemuan di atas. *

       
---------------------------------
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.

Kirim email ke