Gebar Sasmita: INVESTASI TAMAN BUDAYA DI BANTEN Dimuat di Banten Raya post
Edisi Senin, 6 Agustus 2007
Desakan kepada pemerintah untuk segera membangun taman budaya atau gedung
kesenian yang representatif, terus didengungkan seniman di Banten. Tak
terkecuali pelukis aliran impresionis asal Pandeglang, Gebar Sasmita. Kepada
Banten Raya Post, akhir pekan silam, Gebar menyebut taman budaya itu sebagai
investasi. Seni itu membentuk ekosistem sendiri. Wujud Banten sebagai Kota
Budaya wajib direalisasikan, salah satu caranya dengan membangun gedung
kesenian. Kelak, bangunan itu berfungsi sebagai tempat pameran pelukis atau
pematung, pagelaran teater, hingga ajang kumpulnya para novelis, terang Gebar.
Suami Dini Mardiani ini merupakan satu dari sekian pelukis yang akan
meramaikan pameran bertajuk Keranda Merah Putih yang mulai digelar 15 Agustus
nanti, di markas Rumah Dunia di kawasan Cilowong, Serang. Kata murid maestro
lukis Indonesia Hendra Gunawan ini, pameran itu merupakan momentum bersatunya
seniman se-Banten mengusung ide serupa, Taman Budaya.
Ajang itu nantinya akan menjadi pembuktian bahwa isu taman budaya menjadi
tema universal yang diusung oleh setiap insan seni di Banten. Desakan itu tidak
bisa diartikan kita mengemis kepada pemerintah. Tidak sama sekali. Alasannya
sederhana, selama taman budaya itu tak berdiri, selama itu pula potensi kultur
Banten tidak bisa menjadi simbol kedaerahan, kata pelukis yang pernah ikut
pameran di LP Nusakambangan pada tahun 1977 ini. (fierly)
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.