Saya termasuk awam mengenai pangkat-pangkat polisi. Taufik Ruki disebut-sebut 
Brigjen purnawiran dan mantan Wakapolri. Apa mungkin kalau dia Brigjen bisa 
menjabat Wakapolri? Bukankah Kapolda Banten juga berpangkat Brigjen? Kalau Ruki 
pernah jadi Wakapolri tidak mungkin dia pensiun saat berpangkat Brigjen.. Saya 
sendiri taunya Rukiitu perwira tinggi Polri dan pernah jadi anggota DPR dari 
Fraksi ABRI. Rupanya beliau belum mau pensiun, dan pencalonannya sebagai 
anggota DPD bisa menghambat kemunculan kader-kader muda. Sebagai tokoh sepuh 
dan orang sehebat beliau, mestinya mengambil peran sebagai pendorong bagi 
munculnya kader-kader muda. Tapi sudahlah, itu hak beliau....      

--- On Fri, 7/11/08, Yayat Nurhayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: Yayat Nurhayat <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [WongBanten] RUKI DAN NAFSU BERKUASA
> To: [email protected]
> Date: Friday, July 11, 2008, 3:51 PM
> setuju lur...
> jaman sekarang.. orang pada napsu dan serakah terhadap
> kekuasaan..
> alih-alih memperjuangkan nasib rakyat, alih-alih karena
> dorongan kaum penjilat, alih-alih karena masih bisa
> memimpin, dan lain-lain alasan...
> membuat orang yang tamak terlena dan merasa dinina
> bobokan.. 
> padahal kenyataannya omong kosong lur..
> coba saja perhatikan pejabat2 yang ada sekarang atau bahkan
> mantan2 dan pensiunan  , baik di pemerintahan maupun
> legislatif, militer.. 
> tidak ada yang benar2 tulus berjuang untuk rakyat,
> memperjuangkan nasib rakyat, berjuang mengangkat derajat
> rakyat...
> semua hanyalah kamuplase lur..
> makanya bagi kita yang waras...
> perlu memberikan pendidikan politik pada rakyat..
> agar rakyat paham mana calon pemimpin yg baik.....
> itu saja lur tugas kita..
> agar kita tidak terjerumus pada rayuan maut para calon
> penguasa baru
> hidup Banten..
> 
> --- On Thu, 7/10/08, aji setiakarya
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> From: aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [WongBanten] RUKI DAN NAFSU BERKUASA
> To: [email protected], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
> Date: Thursday, July 10, 2008, 1:25 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> RUKI DAN NAFSU BERKUASA
> Oleh Aji Setiakarya
>  
> Sabtu (5/7) suasana di Hotel Ledian ramai sekali. Tokoh
> masyarakat, dosen dan beberapa aktivis yang saya kenal
> hadir di lantai dua ini. Di jajaran depan terdapat pentolan
> warga Banten yang dianggap sukses. Diantaranya Mardini,
> pengusaha yang maju dalam ajang pemilihan kepala daerah
> Kabupaten Lebak, ada Komisi Kebenaran dan Persahabatan
> (KKP) Benyamin Manggkudilaga, Ketua Paguyuban Warga 
> Banten (Puwnten) Tb Farich Nuril dan tentu saja 
> Taufiequrachman Ruki yang hadir di jajaran depan. 
>  
> Acara yang dipandu oleh Handy Soetisna ini dihadiri oleh
> pengurus Puwnten dari daerah-daerah di Banten yang pada
> gilirannya memberikan dukungan. Selain itu ada  ketua MUI
> Kabupaten Serang, Ketua ICMI Daenulhay dan beberapa tokoh
> yang lainnya. 
>  
> Seperti dalam spanduk yang terpampang di dinding depan,
> acara ini adalah deklarasi Puwnten yang mengusung
> Taufiequrachman Ruki, mantan Komisi Pemberentasan Korupsi
> (KPK) yang sekarang menjadi Komisaris Utama (Komut) PT
> Krakatau Steel. Panitia deklarasi tampak pintar mengemas
> acara ini.  Taufikurrahman Ruki tidak banyak ceramah. Yang
> banyak memberikan cuap cuap adalah undangan yang datang.
> Dari mulai intelektual, tokoh nasional, orang yang tokoh
> pemuda, ketua MUI. Yang saya kenal diantaranya adalah
> Benyamin Mangkudilaga. Warga Rangkasbitung yang tak punya
> rumah lagi di Rangkas ini mengungkapkan sedikit kiprahnya
> dalam mengenal Ruki. Panjang-lebar, Benyamin mengungkapkan
> jika Ruki adalah sosok yang pantas menjadi anggota DPD
> bahkan  menjadi ketuanya. Mix berpindah dari tangan yang
> kepada undangan yang lain. Yoyo Mulyana, salah satunya.
> Mantan Rektor Untirta   ini menjelaskan proses mengenal 
> Taufiequrachman Ruki. Yang bikin menarik adalah Ketua Ikatan
>  Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Daenulhay. Lelaki yang
> juga mengaku Ketua Himpunan Pegolf Banten ini mengatakan
> jika satu tokoh dituntun untuk mendapatkan 10.000 orang
> maka ia mewakili empat organisasi. Jadi ia bisa menyediakan
> 40.000 ribu orang.  Ah, saya rasa dukungan untuk Taufik
> saat itu mengalir deras. Moderator dengan lincahnya
> mengemas  agar tak kesan menggurui, ia memberikan mix
> kepada hampir seluruh perwakilan termasuk “Didin”
> Bagito yang hendak maju jadi calon wali kota namun tak
> jadi. 
>  
> Setelah beberapa audiens memberikan komentarnya, Handy
> Soetisna mempersilahkan Taufik untuk memberikan tanggapan.
> Dengan rasa malu-malu “Kak Taufik” maju.  Ia
> memberikan tanggapan dari berbagai komentar yang diberikan
> audiens. Panjang lebar ia bercerita tentang dirinya,
> tepatnya kesuksesan dirinya memberantas korupsi. Mantan
> wakapolri ini juga menyinggung soal jabatan dirinya menjadi
> komisaris utama PT Krakatau Steel, dalam pidato yang panjang
> itu ia berargumentasi tentang alasan pentingnya privatisasi
> dengan system IPO. Terakhir ia menyebut alasan dirinya
> terdorong untuk menjadi DPD adalah saat ia menghadiri 
> Hari Kebangkitan Nasional di  Istora Senayan Jakarta. Ia
> mengaku sedih saat tidak ada yang mewakili Banten dalam
> acara pawai budaya.  Terdorong dari rasa itulah ia berniat
> maju menjadi DPD. Yang menambah semangat lagi, kata Ruki 
> adalah dorongan, Taufik menyebutnya adinda  Embay. “Saya
> terdorong karena adinda Embay yang memberi
>  semangat,” katanya. 
> Selain Embay ada beberapa pentolan Puwnten yang diakui Ruki
> mendukungnya. Ya, saya lihat ada Ketua Puwnten di sana
> memberikan sambutan yaitu Tb Fachri Nuril. Sementara
> Sekjennya Mardini juga ikut hadir memberikan pernyataan
> dukungan bersama para perwakilan Puwnten dari  pengurus
> cabang di Kabupaten dan Kota Se- Banten. 
> Seorang kawan wartawan berbisik. 
>  
> Bagaimana pun Taufik mengemas acara dukungan itu, tetap 
> terlihat ia sebenarnya  memiliki hasrat berkuasa. Dan itu
> normal. Saya rasa dorongan Tb Fathul Adhim, Ketua
> Kenadziran Banten agar Taufik maju menjadi RI atau menjadi
> ketua DPD RI juga hal yang wajar. 
>  
> Namun bagi saya ada catatan penting yang harus menjadi
> pertimbangan teman-teman di Banten tentang purnawirawan
> berpangkat Brigadir  Jendral ini. Ia memiliki hutang
> kepada Banten;  Saat menjadi ketua KPK ia tidak bisa
> menggulung korupsi di Banten. 
> Dan yang  terbaru adalah ia mensepakati penjualan
> privatisasi meskipun secara IPO. 
> Saya rasa  citra Taufik akan habis jika ia bersikukuh
> mendukung pemerintah menjual KS.
> Masyarakat Banten enggan memilih Taufik seperti yang di
> klaim Pak Daenulhay atau Pak Yoyo Mulyana. Karena seperti
> kita ketahui masyarakat mayoritas Banten tidak mau menjual
> PT KS.  Dan masyarakat Banten akan menyaksikan sikapnya
> terhadap penjualan 
> Pabrik baja terbesar di Asia Tenggara itu.
>  
> Nuhun!!
> Semoga  menjadi cermin buat kita semua.
>  
> www.setiakarya. wordpress. com
> Kota Serang Baru
> Jl. Jendral Sudirman Blok F18-20
>  
> (0254)0207456
> 081808037115
>  
> Catatn:
> Ada beberapa kesempatan yang bisa mengangkat nama baik
> para calon anggota DPD dan mendapatkan simpati
> antaralain isu penjualan PT Krakatau Steel
> dan Isu pembangunan pabrik Danone di Padarincang.
> Nah untuk Ka  Machsus sareng Ka Taufik
> coba wani  teu tah.. Untuk menolaknya..
> Nuhun...
>  
>  
>  
>  
>  


      

Kirim email ke