Ji, gak usah dipikirin. Jadi anggota DPD atau jadi ketuanya, itu gak penting dan gak akan bawa pengaruh apa-apa buat Banten. Anggota DPD itu kan senator banci, gak bisa buat keputusan dan kebijakan apa-apa, masih jadi ornamen demokrasi. Jadi biarin aja siapa pun yang mau duduk di sana, kalau dia memang masih tega makan gaji gede dari rakyat tanpa imbangan kerja yang setimpal. Tanpa maksud ingin meremehkan siapa pun, siapa pun bisa mengerjakan pekerjaan anggota DPD, sepanjang orang itu tidak benar-benar terganggu otak dan jiwanya serta bukan anak kecil yang pengetahuannya belum terlalu banyak. Gue kira, anak kecil atau anak SD yang agak rajin membaca bisa mengerjakan pekerjaan anggota DPD. Jadi, sepanjang DPD belum punya kuku seperti sekarang ini, menjadi anggota atau ketuanya bukanlah hal yang patut dibanggakan atau dengan kata lain bukanlah pekerjaan terhormat.
O, ya, terkait dengan soal privatisasi itu, hari ini Kompas menurunkan tulisan Prabowo Subianto di halaman 52. Tulisannya bagus dan khas kaum sosialis, bisa menjadi bahan renungan. Intinya, yang gue tangkap: kepentingan nasional harus menjadi prioritas utama dalam sistem poleksosbudhankam. Tapi, perlu buru-buru gue tambahkan, gue bukan orang Prabowo (kenal juga enggak) atau orang partainya. Gue sekadar menginformasikan bahwa tulisannya bagus, meski agak pendek. Itu saja. Salam, Pedje --- On Fri, 7/11/08, aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [WongBanten] RUKI DAN NAFSU BERKUASA// Pak Dalimunthie Bijak To: [email protected] Cc: "rumahdunia rumahdunia" <[EMAIL PROTECTED]>, "gmc gmc" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Friday, July 11, 2008, 9:11 AM Salam, Pak Tigor M Dalimunthie yang bijak. terimakasih atas komentar bapak. Mungkin pendapat saya dan teman-teman salah, tidak setuju PT KS di Privatisasi. Maafkan kami. Tapi sejauh diskusi yang saya ikuti dan keterangan yang diterima dari Direktur Utama Fazwar Bujang dan wawancara dengan Pak Komut TR PT KS dalam kondisi normal katanya. "Hanya untuk lebih menyehatkan manajemen" Besok di Aula Setda Banten ada seminar tentang telaah privatisasi ini. Jam sembilan silahkan datang dengan teori bapak. Tentang Danone Bapak jangan asal bunyi. Masyarakat di daerah Padarincang sudah punya pekerjaan;bertani, Menanam padi untuk kemudian diolah menjadi beras dan dimasak untuk makan anda. Dari bertani, meskipun dengan sedikit penghasilan dan keringat bisa bertahan hidup. dan menyekolahkan anak-anaknya. Bapak saya adalah petani. Saya, teman-teman mahasiswa masyarakat di padarincang tentu bukan anti investor. Kami memang butuh kerja. Tapi kami masih punya otak waras pak. Apalah artinya banyak kerjaan jika tak ada beras pak. Apalah artinya pajak jika tak ada air. Silahkan bahas dengan toeri ekonomi anda?? Saya sebagai anak negeri yang makan dari saripati tanah Padarincang tak terima eksploitasi air yang bisa menyengserakan masyarakat. Mohon maaaf jika pilihan masyarakat padarincang salah yang menolak Danone dan menyinggung anda. Saya harap bapak juga harus bisa berlaku bijak dengan tidak menuduh pengusaha lokal pengemplang pajak dan tukang ngancam petugas Salam, Aji Setiakarya www.setiakarya. wordpress. com (081808037115) Rumah Dunia Kompl Hegar Alam No.4o Ciloang Serang Banten 42118
