ya kalo begini sekarang saya berubah menjadi setuju...Piiis
----- Original Message ---- From: Yayat Nurhayat <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, July 11, 2008 4:16:34 PM Subject: Re: [WongBanten] RUKI DAN NAFSU BERKUASA soal setuju dan tidak itukan lumrah lur.. yang penting bagaimana kita bisa mengangkat derajat masyarakat banten.. bagaimana caranya tergantung pada masing-masing. . mau dalam bidang politik, ekonomi, budaya dan lain-lain.. maksud saya memberikan pendidikan politik bagi masyarakat bukan suruh milih partai A, B, C dan lain-lain lur.. tapi bagaiman masyarakat melek politik lut.. jangan sampai dibodoh-bodohin oleh orang parpol dan tokoh-tokoh dan elit lokal sontoloyo.. he he he --- On Fri, 7/11/08, Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com> wrote: From: Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com> Subject: Re: [WongBanten] RUKI DAN NAFSU BERKUASA To: [EMAIL PROTECTED] ups.com Date: Friday, July 11, 2008, 4:58 AM kalo kesimpulan yg ini,saya tidak setuju. ----- Original Message ---- From: Yayat Nurhayat <ydinar_nurhayat@ yahoo.com> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com Sent: Friday, July 11, 2008 3:51:10 PM Subject: Re: [WongBanten] RUKI DAN NAFSU BERKUASA setuju lur... jaman sekarang.. orang pada napsu dan serakah terhadap kekuasaan.. alih-alih memperjuangkan nasib rakyat, alih-alih karena dorongan kaum penjilat, alih-alih karena masih bisa memimpin, dan lain-lain alasan... membuat orang yang tamak terlena dan merasa dinina bobokan.. padahal kenyataannya omong kosong lur.. coba saja perhatikan pejabat2 yang ada sekarang atau bahkan mantan2 dan pensiunan , baik di pemerintahan maupun legislatif, militer.. tidak ada yang benar2 tulus berjuang untuk rakyat, memperjuangkan nasib rakyat, berjuang mengangkat derajat rakyat... semua hanyalah kamuplase lur.. makanya bagi kita yang waras... perlu memberikan pendidikan politik pada rakyat.. agar rakyat paham mana calon pemimpin yg baik..... itu saja lur tugas kita.. agar kita tidak terjerumus pada rayuan maut para calon penguasa baru hidup Banten.. --- On Thu, 7/10/08, aji setiakarya <aji_setiakarya@ yahoo.com> wrote: From: aji setiakarya <aji_setiakarya@ yahoo.com> Subject: [WongBanten] RUKI DAN NAFSU BERKUASA To: [EMAIL PROTECTED] ups.com, [EMAIL PROTECTED] com, [EMAIL PROTECTED] ups.com, adindaraihan@ yahoo.com, [EMAIL PROTECTED] .no, alumni_kom_untirta@ yahoogroups. com Date: Thursday, July 10, 2008, 1:25 PM RUKI DAN NAFSU BERKUASA Oleh Aji Setiakarya Sabtu (5/7) suasana di Hotel Ledian ramai sekali. Tokoh masyarakat, dosen dan beberapa aktivis yang saya kenal hadir di lantai dua ini. Di jajaran depan terdapat pentolan warga Banten yang dianggap sukses. Diantaranya Mardini, pengusaha yang maju dalam ajang pemilihan kepala daerah Kabupaten Lebak, ada Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP)Benyamin Manggkudilaga, Ketua Paguyuban Warga Banten (Puwnten) Tb Farich Nuril dan tentu saja Taufiequrachman Ruki yang hadir di jajaran depan. Acara yang dipandu oleh Handy Soetisna ini dihadiri oleh pengurus Puwnten dari daerah-daerah di Banten yang pada gilirannya memberikan dukungan. Selain itu ada ketua MUI Kabupaten Serang, Ketua ICMI Daenulhay dan beberapa tokoh yang lainnya. Seperti dalam spanduk yang terpampang di dinding depan, acara ini adalah deklarasi Puwnten yang mengusung Taufiequrachman Ruki, mantan Komisi Pemberentasan Korupsi (KPK) yang sekarang menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Krakatau Steel. Panitia deklarasi tampak pintar mengemas acara ini. Taufikurrahman Ruki tidak banyak ceramah. Yang banyak memberikan cuap cuap adalah undangan yang datang. Dari mulai intelektual, tokoh nasional, orang yang tokoh pemuda, ketua MUI. Yang saya kenal diantaranya adalah Benyamin Mangkudilaga. Warga Rangkasbitung yang tak punya rumah lagi di Rangkas ini mengungkapkan sedikit kiprahnya dalam mengenal Ruki. Panjang-lebar, Benyamin mengungkapkan jika Ruki adalah sosok yang pantas menjadi anggota DPD bahkan menjadi ketuanya. Mix berpindah dari tangan yang kepada undangan yang lain. Yoyo Mulyana, salah satunya. Mantan Rektor Untirta ini menjelaskan proses mengenal Taufiequrachman Ruki. Yang bikin menarik adalah Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Daenulhay. Lelaki yang juga mengaku Ketua Himpunan Pegolf Banten ini mengatakan jika satu tokoh dituntun untuk mendapatkan 10.000 orang maka ia mewakili empat organisasi. Jadi ia bisa menyediakan 40.000 ribu orang. Ah, saya rasa dukungan untuk Taufik saat itu mengalir deras. Moderator dengan lincahnya mengemas agar tak kesan menggurui, ia memberikan mix kepada hampir seluruh perwakilan termasuk “Didin” Bagito yang hendak maju jadi calon wali kota namun tak jadi. Setelah beberapa audiens memberikan komentarnya, Handy Soetisna mempersilahkan Taufik untuk memberikan tanggapan. Dengan rasa malu-malu “Kak Taufik” maju. Ia memberikan tanggapan dari berbagai komentar yang diberikan audiens. Panjang lebar ia bercerita tentang dirinya, tepatnya kesuksesan dirinya memberantas korupsi. Mantan wakapolri ini juga menyinggung soal jabatan dirinya menjadi komisaris utama PT Krakatau Steel, dalam pidato yang panjang itu ia berargumentasi tentang alasan pentingnya privatisasi dengan system IPO. Terakhir ia menyebut alasan dirinya terdorong untuk menjadi DPD adalah saat ia menghadiri Hari Kebangkitan Nasional di Istora Senayan Jakarta. Ia mengaku sedih saat tidak ada yang mewakili Banten dalam acara pawai budaya. Terdorong dari rasa itulah ia berniat maju menjadi DPD. Yang menambah semangat lagi, kata Ruki adalah dorongan, Taufik menyebutnya adinda Embay. “Saya terdorong karena adinda Embay yang memberi semangat,” katanya. Selain Embay ada beberapa pentolan Puwnten yang diakui Ruki mendukungnya. Ya, saya lihat ada Ketua Puwnten di sana memberikan sambutan yaitu Tb Fachri Nuril. Sementara Sekjennya Mardini juga ikut hadir memberikan pernyataan dukungan bersama para perwakilan Puwnten dari pengurus cabang di Kabupaten dan Kota Se- Banten. Seorang kawan wartawan berbisik. Bagaimana pun Taufik mengemas acara dukungan itu, tetap terlihat ia sebenarnya memiliki hasrat berkuasa. Dan itu normal. Saya rasa dorongan Tb Fathul Adhim, Ketua Kenadziran Banten agar Taufik maju menjadi RI atau menjadi ketua DPD RI juga hal yang wajar. Namun bagi saya ada catatan penting yang harus menjadi pertimbangan teman-teman di Banten tentang purnawirawan berpangkat Brigadir Jendral ini. Ia memiliki hutang kepada Banten; Saat menjadi ketua KPK ia tidak bisa menggulung korupsi di Banten. Dan yang terbaru adalah ia mensepakati penjualan privatisasi meskipun secara IPO. Saya rasa citra Taufik akan habis jika ia bersikukuh mendukung pemerintah menjual KS. Masyarakat Banten enggan memilih Taufik seperti yang di klaim Pak Daenulhay atau Pak Yoyo Mulyana. Karena seperti kita ketahui masyarakat mayoritas Banten tidak mau menjual PT KS. Dan masyarakat Banten akan menyaksikan sikapnya terhadap penjualan Pabrik baja terbesar di Asia Tenggara itu. Nuhun!! Semoga menjadi cermin buat kita semua. www.setiakarya. wordpress. com Kota Serang Baru Jl. Jendral Sudirman Blok F18-20 (0254)0207456 081808037115 Catatn: Ada beberapa kesempatan yang bisa mengangkat nama baik para calon anggota DPD dan mendapatkan simpati antaralain isu penjualan PT Krakatau Steel dan Isu pembangunan pabrik Danone di Padarincang. Nah untuk Ka Machsus sareng Ka Taufik coba wani teu tah.. Untuk menolaknya.. Nuhun...
