Pak Oka, jangan2 memang pemilihan jenis otomotif keluarga Kijang itu yg kurang tepat. Mgkn betul bahwa jenis Kijang yg laku di Indonesia, tapi bgmn angkanya kalo di Asia / Asia Tenggara? Apakah memang jenis itu yg paling laku? Brp sih ekspor Kijang, Xenia, Avanza? Atau malah jenis sedan seperti yg dipilih Thailand?
Jadinya ya memang industri otomotif kita hanya untuk pasar domestik. Produsen seperti Ford mungkin males membangun industri di sini karena mau bikin MPV, di domestik susah ngelawan Toyota / Daihatsu, mau diekspor susah krn demand kurang. Mau bikin sedan, pasar domestiknya kecil. Jadi ya bikin di Thailand aja. Mohon maaf sy bisa saja salah, karena ga punya data terakhir. Hardi -----Original Message----- From: "oka" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 28 Jun 2010 08:29:41 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [Keuangan] Re: Apa sih yang menjadikan Indonesia kurang menarik untuk FDI ( Ford Bangun Pabrik) Ini kok malah bahas pantai mana yang paling bagus? .... Terkait topik sebenarnya mengapa Indonesia belum menjadi tempat tujuan FDI yang seksi, khususnya untuk industri otomotif. Ada tulisan yang menarik, yang pernah dimuat di Kompas (http://www.danareksa-research.com/economy/media-newspaper/479-otomotif-thailand-pascakrisis-politik) yang intinya, FDI tak akan datang begitu saja melainkan perlu dirangsang dan didorong. Khusus industri otomotif, Thailand telah memulainya dari tahun 90-an, ketika kita Indonesia justru memfokuskan industri otomotof pada pendalaman Kendaraan Niaga Katagori Satu (baca Kijang) dan kemudian malah pula terjerumus pada eforia mobnas Timor dll... Hasilnya memang nampak bahwa Indonesia adalah pusat produksi Kijang dan sebangsanya, sedangkan katagori kendaraan penumpang akhirnya diambil Thailand (yang ngak punya program Mobnas. Even sekarang, Thailand problem karena masalah politik, jejaring industri otomotif yang telah tebentuk rapih dan kuat tak mungkin berpindah dengan mudah, misalnya ke Indonesia, walau pasar Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara, bahkan mungkin nantinya salah satu yg tebresar di Asia. Kembali lagi soal visi dari Pemerintah dan pelaku industri. Saya kira, dualisme ini akan selalu menjadi topik menarik. Seperti pengalaman Thailand, Pemerintah memegang peranan dengan membangun infrastruktur dan perijinan serta incentive. Sedangkan pelaku industri secara agresive merayu para principal. Sudahlah, untuk otomotif diluar kendaraan sekelas Kijang dan sepeda motor, biarlah Thailand, yang menikmati kerja keras dan konsistensi mereka. Kita harus memilih sektor apa yang akan kita kembangkan....ada usul? --- In [email protected], Ari Condro <masar...@...> wrote: > > kalau pernah ke pantai klayar dan pantai srau (pacitan), nanti revisi lagi > lho penilaiannya. > > 2010/6/28 <heriseti...@...> > > > Pantai Prigi itu di Trenggalek Pak. Kalau di Tulungagung namanya Pantai > > Popoh. :-) > > Tapi saya setuju Prigi adalah pantai terindah yang saya temui. Sesuai > > dengan namanya perigi pantai ini hampir ditutup oleh dua daratan berbentuk > > mirip huruf U sehingga ombaknya sudah dipecah sebelum ke pantai. Dengan > > pasirnya yang berwarna putih dan ombaknya yang tidak besar maka pantai ini > > mirip kolam renang raksasa yang sangat indah. > > Dulu jamannya Babe Suharto pernah ada rencana merombak besar besaran > > seperti pembangunan Nusa Dua Bali. Sayang nggak jadi karena keburu turun. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed]
