Wah......aku ikut sedih membaca tulisan Vero.
Mungkin saya hanya bisa memberi semangat saja. Karena saya yakin, yg 
menjalankan akan terasa lebih berat daripada orang luar yg hanya bisa memberi 
saran.

Saya hanya bisa mengatakan TABAH, TEGAR, PASRAH dan banyak BERDO'A saja. Suatu 
saat, kebusukan akan terungkap juga.
Saat ini fokuskan pada kesehatan sang jabang bayi. 
Kurang adil rasanya kalau dia harus ikut "menanggung" masalah Vero.
Yang penting suami tetap mendukung dan tetap ada disisi Vero.
Jangan bosan selalu minta dukungan suami dan selalu mengatakan semua perasaan 
yg kurang mengenakkan pada dia.
Sehingga suami bisa ikut merasakan beban Vero. 

Kalau memungkinkan, coba minta saran dan nasihat pada  Romo utk "mendamaikan" 
suasana dan "meredam" emosi keluarga suami.
Kalau sejak awal Romo sudah dilibatkan, saya melihat peluang bahwa Romo juga 
bisa dilibatkan dalam konflik ini.
Yg harus diingatkan pada keluarga besar, bahwa bayi yg sedang dikandung juga 
adalah darah daging mereka. Yang mana mereka juga bertanggung jawab atas 
kelangsungan hidupnya, menjaga kesehatan lahir dan bathin sang bayi.

Kalau memang suasana keluarga besar sukar utk diajak damai, jalan satu2nya 
ya....menjauh dari mereka. Dengan catatan suami juga mendukung.

Semoga semua permasalahan bisa cepat teratasi.
Dan si kecil akan lahir sehat lahir bathin ditengah-tengah keluarga yg bahagia.

Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Veronica Dian <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Tue, 27 May 2008 04:30:54 
To:[email protected]
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Curhat juga yach bunda..........


Aduh bunda jadi latah aku ikutan curhat yach........mudah2an para bunda bisa 
kasih sumbang saran ma aku ...uda suntuk dan ga tau gimana cara menyikapin 
masalah yang ga habis2nya sedih nehhhh bunda.....orang jawa bilang udah bluwek 
ma masalah ginian........... 
  
Bunda semua aku nikah tanpa restu dan izin dari keluarga suami aku 
sekarang.Gini bunda ceritanya aku dilamar sama keluarga suami aku bulan X dan 
lamaran itu diterima baik oleh keluarga aku......dengan berjalannya waktu dan 
sudah dekat pernikahan aku dan suami aku sekarang banyak banget konflik yang 
rumit dan diperkeruh dengan sebagian keluarga besar suami aku yang ngga ada 
kerjaannya itu yang sebagian besar pengangguran.tapi punya hobi yang unik 
menurut aku loh bunda .....yang kerjaanya mencari kejelekan aku kalo aku 
berhenti membelanjakan dan menurutin permintaan uang nya. 
  
Maaf bunda aku kan hanya karyawan biasa yang penghasilan aku yach bunda tau 
sendirilah....ya ngga mungkin aku harus suport uang,jalan2,belanja dan 
sebagainya.sedangkan aku masih punya keluarga papa dan mama yang masih perlu 
aku bahagiakan walau tak seberapa..........dengan berjalanya waktu dan sudah 
mendekat pernikahan aku berdua konflik itu tidak selesai dan makin 
runcing,dengan dia minta resepsi pernikahan aku yang serba wahhhh dan mewah 
seperti adiknya suami aku..... halah hal itu bukan aku banget bunda setelah 
menikah masih ada kehidupan lagi dan semuanya perlu uang bunda.....seharusnya 
kalo mau wahhh minta adiknya sendiri donk bunda bukan ke aku.......aku  kan 
perempuan dan kayaknya suku jawa manut ma calon suami iya ga bunda kok 
kebalik....... suami aku memeng dari suku M yang emang katanya keluarganya 
emang hobi pesta.....dan ga ada duit yang penting keren he he he he 
  
Bunda sampai awal bulan hari H pernikahan aku ngga ada kata sepakat dan 
perdamaian antara aku keluarga aku dan keluarganya yang setiap hari keluarga 
aku diteror dimaki dengan alasan aku kurang pantas dan layak mendapatkan suami 
aku sekarang......padahal persiapan pernikahan aku yang sesuai dengan aku dan 
suami aku sudah siap semua.....gereja,catatan sipil,resepsi,undangan DLL.tiba2 
keluarga mereka semua datang kerumah dengan alasan membatalkan pertunangan aku 
dan suami dan tidak merestui pernikahan kami berdua.hancur bunda ga bunuh diri 
aja thanks god waktu itu.tapi dengan ketegaran suami aku dan keyakinannya tanpa 
persetujuan mereka dan keluarganya pun suami aku tetap seperti rencana semula 
untuk menikahi aku bunda. 
  
3 hari sebelum hari H aku dan suami diundang Romo kegereja.bagaikan kesambet 
petir disiang bolong Romo keberatan dengan pernikahan kita berdua dengan alasan 
keluarga suami aku dateng ke gereja dan keberatan dengan pernikahan kita berdua 
seperti biasa aku dibilang perempuan tidak benar perek dll yang tidak layak 
gitu bunda mereka bilang ke Romo dan akhirnya Romo keberatan memberkati kita 
berdua....karena juga ada ancaman dari kel suami aku. 
  
Tapi dengan ketegaran suami aku dan kemantapan dia suami aku menjelaskan semua 
ke Romo dan linangan air mata aku bunda .....tentunya sakit bunda....Romo 
gereja aku dan didukung Romo2 dari Keuskupan agung jakarta mendukung pernikahan 
kita berdua akirnya kita menikah tanpa restu kel suami aku sedih juga rasanya 
tapi apa boleh dikata takdir aku kali yach bunda..... 
  
2minggu setelah menikah aku hamil bunda hati aku msih hancur teror sana sini 
pembunuhan karakter aku dimana mana sampai kaya artis aku bunda tiap ketemu 
orang harus konfren press menjelaskan benar ngga aku seperti gosip mereka.dan 
sampai ketelinga kantor,patner usaha aku dan big boss aku yang di singapur dan 
korea pun denger bunda......aku hamil jatuh sakit terus keluar masuk rumah 
sakit bunda darah tinggi aku naik terus dan banyak penyakit tambah anya karena 
aku stress dan tertekan sampai detik ini bunda kehamilan aku menginjak 5 
bulan.sekarang ini aku udah hampir 4 kali opname plus icu.karena sampai detik 
ini aku belum bisa gimana aku harus terima dan bersikap makanya yang jadi 
korban aku dan janin aku di kandungan bunda.....karena aku sering posting dan 
gabung di millis aku liat dan baca bunda2 semua pada pinter2 dan bijaksana 
tolong aku bunda bagaimana aku harus bersikap aku udah leleh setahun ini aku 
dijajah dan dihina hati aku sakit bunda...sampai aku harus berhenti bekerja 2 
bln yg lalu dan badtress total dirumah dengan teror2 dll. 
  
Sedihnya tadi siang bunda aku kontrol dan USG 4d baby aku difoto sama DSOG aku 
biar aku semangat dan kuat bertahan tapi bunda foto baby aku sedih mukanya 
murung dan ngga happy aku nagis bunda baby aku jadi korban karena ke egoisan 
aku bersedih terus mikirin masalah yang ngga selesai2.Dsog aku juga jadi sedih 
dia berharap bulan depan aku bisa rehat dan ngga mikirin hal ini terus kasihan 
kata Dsog aku berpengaruh sama baby aku.bunda aku harus gimana aku juga kasian 
sama baby aku tapi aku harus gimana......maaf yach mba moderator kepanjangan 
dan aku tunggu saran2nya....aku butuh banget bunda .......aku bisa cerita cuma 
di millis aja sama bunda2 tercinta......mama dan papa aku sama hipertensi kalo 
aku cerita dan ngeliat keadaan aku pasti nyusul opname sedih banget bunda jalan 
hidup aku........aku sesali semua udah terjadi.aku harus jalan ini aku ngerasa 
ga kuat bunda,.........aku tunggu yach nasehat bunda semua..... 
  
  
BR 
  
Vero 
  


--- On Tue, 5/27/08, palupi satya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 From: palupi satya <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Curhat (Adik Ipar)
To: [email protected]
Date: Tuesday, May 27, 2008, 5:54 AM

 
 
 
 
Duh bingung y mo komen, sepertinya ipar Mba sangat superior ya, apa bliau tajir 
banget or wanita karir yang super sukses?? Sepertinya sangat dominan di 
kluarga, bahkan dari pacaran???? Duuuuh, tambah bingung, segitu cinta matinya 
kah adik Mbak sehingga tertutup mata n hatinya, kynya jauuu banget dari sifat 
keibuan yang *biasanya* cowo2 idam2kan. 
  
Yaudah Mba, sabarrr, coba Mba berdoa aja, aku rasa itu yang bisa dilakukan 
setelah segala daya upaya Mbak berujung sia2 n berbuah cela2. Mohon petunjuk, 
mohon agar si adik ipar dibukakan pintu hatinya, mohon agar adik Mbak diberi 
kekuatan agar bisa mengambil sikap, dia kan kepala keluarga. Memang klo sudah 
berumah tangga kita ga bisa campur tangan, urusan dalam negeri, urusan anak, 
menjadi otoritas yang menjalani. 
  
Aku ngerti Mba sayang dengan keponakan Mba, klo Mba mau memberi masukan 
sebaiknya lewat adik kandung Mba saja, biarin dibilang cerewet, bawel, suka 
ngurusin orang, jangan bosen2 ngasi tahu adik Mbak, kalo bisa sodorin artikel2 
di majalah dsb yg mendukung opini Mba. Biasanya sih orang yang dikasi tahu 
terus2an akirnya nyantol jg, mudah2an adik Mba bisa sadar, karena toh demi 
kebaikan anaknya sendiri, kasian dia ngga tahu apa2 tapi harus jadi korban. 
  
Salam, 
  
Lupi~Ara's mum~

ave290406 ave290406 <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: 
 
 
 
Dear Ibunya Vince,

Setuju banget..kata Ibu Sita, "sing waras ngalah"...
kalau boleh nambahin...( jadi ada tapinya dech) yg jadi korban
itu anaknya, kasian banget, harusnya si ayah segara di sadarkan
sebelum anaknya mempunyai sifat yg "salah" dan berani bersikap tegas
demi menyelamatkan buah hatinya.

Yg saya ngeri itu adalah terjadi "penyiksaan" (fisik maupun mental) selama 
dalam proses
tumbuh kembangnya. Dengan menaruh hp dekat-dekat dengan kepala bayi sajakan
rasanya sudah dapat disebut "menyiksa" tubuh bayi secara tidak langsung. 
Apa jadinya kalau misalnya bayinya sedang masanya rewel atau susah makan, terus 
dibentak
atau disiksa langsung secara fisik...aduh. .ngeri banget ngebayanginnya. ..apa 
ndak kasian
sama anaknya...duh. .sebel banget kalau liat child abuse gini...

Semoga peristiwa ibu menggorok anak 1,8 tahun di Bali tidak terjadi lagi hanya 
gara-gara
bayinya terus-terusan nangis minta sufor....amit- amit...

Maaf sebelumnya ya..mkn malah tidak membantu, malah membuat panik...tapi sekali 
lagi
kasian buat hati yg masih murni..itu.. .kalau salah didik dan perawatan

salam,


Alicia's Mom


 
----- Original Message ----
From: sita sidharta <sita.sidharta@ gmail.com>
To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, May 27, 2008 10:34:03 AM
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Curhat (Adik Ipar)

 
 
 
Mba, 
  
Ngeselin ya kalau punya ipar 'gak waras' gitu. Kalau kata bos saya dulu "sing 
waras sing ngalah" 
  
Tabiat orang memang susah untuk dirubah. Mungkin daripada berantem gak keruan, 
ngapain juga nambah musuh, bagaimana kalau adik mba aja yang diajak ke rumah 
Mama? Si ipar terserah mau ikut atau tidak. Kalau dia yang bertamu kan dia 
harus bertingkah sopan dong sama yang punya rumah. 
Trus coba ngomong lagi baik2 sama adik mba, terangkan pengaruh ortu sama anak 
itu besar sekali, apa dia mau nanti anaknya bertabiat buruk seperti itu? Marah2 
sama ibu sendiri gak karuan? Nggak lucu kan. Kalau sudah berulang-kali mba 
nasihati masih tidak ada perubahan ya sudah, biarkan saja. 
Kita urus saja keluarga kita sendiri, daripada ntar ketularan... 
  
maaf ya kalau kurang berkenan. 
  
Salam, 
sas

  
On 5/26/08, lisa cantix <lisa_cantix2000@ yahoo.com <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote: 
 
 
 
 
Dear temens..
mau curhat dikit nih, maaf kalau mengganggu :)
saya punya adik ipar (cewe) yang sangat buruk attitude nya, dia selalu negatif 
thinking dan suka ngomel sama adik saya (suaminya).
Dan niat baik dari semua orang selalu dianggap ada niat buruk dibalik semua itu 
dan dia tidak pernah ramah kepada semua orang termasuk pada kami kakak2nya.

saya sering kesal melihat tingkah dia, kalau lagi ada saudara kami yg 
mengunjungi rumahnya, dia tidak pernah ada basa basinya. selalu diam dan tidak 
ada inisiatif mengajak ngobrol atau gimana padahal dia tuan rumah dan dia 
selalu memasang muka jutek yang membuat orang lain juga ga betah ngeliat dia.

baru2 ini dia melahirkan, setiap kali dia ngambek sama suaminya, dia tidak mau 
memberi ASI anaknya, itu sering kali dia lakukan.
kami tidak berani menegur karena kami gak mau ikut campur urusan rumah 
tangganya, mana suaminya sendiri juga ga memusingkan hal itu malah selalu 
menuruti apa mau istrinya itu alhasil lama kelamaan makin menjadi2.

Puncak kekesalan saya terjadi hari minggu kemarin, waktu saya dan mama saya 
mengantar saudara mengunjungi adik kami itu.
Bayangkan, mulai kami datang, saudara saya yang datang bersama saya dan mama, 
sama sekali tidak diajak bicara. Malah saudara saya yang berusaha mengajak dia 
ngobrol dan dia jawab tanpa memandang saudara saya itu malah asyik liat TV.

waktu saya liat baby nya, saya lihat dia menaruh hp persis disebelah kepala 
baby nya, dan dengan baik2 saya bilang, sebaiknya jangan menaruh hp didekat 
anak kecil. tadinya dia seperti menuruti apa kata saya, dia jawab dengan manis, 
iya mba.

Ga lama setelah itu saya lihat dia melempar gelas isi kopi ke arah adik saya 
(suaminya) dengan penuh amarah, dan ketika mama saya mau mengambil gelas itu 
langsung dia tendang gelas itu ke arah mama saya, untung saja tidak kena mama 
saya.

disitu saya mulai marah dan bicara keras dgn dia bahwa dia tidak punya sopan 
santun, dia berani bersikap tidak sopan di depan mama saya dan saudara kami.
dia malah nyolot, saya tidak suka kalian mengatur saya di rumah saya, ini rumah 
saya bukan rumah kamu, dan tidak ada uang kamu di sini yang saya pakai, semua 
ini uang saya. dan saya tidak suka dengan kamu (maksudnya saya).

ternyata dia tersinggung waktu saya kasi tau jangan meletakkan hp di dekat 
baby, dan dia lampiaskan amarahnya ke adik saya.

saya langsung ajak mama saya pulang ketika itu juga, saya kesal mana adik 
sayapun malah ngomelin saya.
mama saya malu sekali dengan saudara kami.
eh gak lama kemudian, orang tua si adik ipar ini nelpon mama saya dengan 
marah2, dia bilang jangan bersikap kurang ajar dengan anaknya, dan menyuruh 
mama saya supaya bisa ngajarin saya sopan santun.

memang saya waktu itu sempat bilang ke adik saya, kalau kamu tidak bisa ajarkan 
istri kamu sopan santun, biar saya yang ajarin dia, dan adik ipar itu ngadu ke 
ortunya dan ternyata ortu si adik ipar itu tersinggung dengan kata2 saya.

lalu saya bicara baik2 dengan ortunya, saya jelaskan aja kalau anaknya itu 
memang gak sopan sama mama saya. eh malah ortunya bilang gini, kalau saya gak 
ngajarin anak saya, gak mungkin dia jadi sarjana.
aduhh cape deh, ternyata anak, emak n bapak sama aja bolotnya.

saya jadi kasian sama mama saya, mama selama ini cukup risau liat adik saya 
dibentak2 sama istrinya, liat adik saya kelihatan tertekan dan melihat si baby 
yg selalu jadi korban dari sikap kenakan ibunya.
Hanya yang kami sesalkan, adik saya itu tidak pernah kasi pengertian yg baik 
kepada istrinya, mungkin saja sudah tapi reaksi istrinya terlalu berlebihan 
dengan teriak2 atau makin marah, jadi dari pada ribut adik saya lebih memilih 
diam dan mengalah.

kasian mama saya, si adik ipar semakin tidak sopan dengan mama saya, padahal 
kami selama ini anak2nya selalu berusaha membahagiakan mama, karena papa sudah 
ngga ada, namun si adik ipar malah bikin ulah.
Dia selalu bersikap tidak jelas, keliahatan diam namun dalam sekejap dia bisa 
marah2 gak jelas.
kalo dibilang dia lagi megalami baby blues syndrome saya rasa tidak juga, 
karena pada masa pacaran dan sebelum hamilpun kelakuannya seperti itu.

untuk menghadapi hal seperti ini, sebagai kakak apa yang harus saya lakukan?
saya sudah gerah liat kelakuan adik ipar yang ga ada sopan santunnya. dan yang 
bikin saya berang, setiap kali saya ingin memberi pelajaran ke adik ipar saya, 
mama, kakak dan adik saya (suami adik ipar) malah menyalahkan saya. mereka 
tidak mau saya ribut dengan keluarga adik ipar.
yang ada adik ipar makin ngelunjak gak waras.

Mohon sarannya...


Thanks so much,

Vince's Mom



 
 



-- 
"Iqra, Iman, Ilmu, Amal"
Civilization is defined by the presence of cats - Unknown

agatogata.multiply. com <http://agatogata.multiply.com/> 
agatogata.blogspot. com <http://agatogata.blogspot.com/>  
 

 

                                                                        
------------------------------------

Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke