Idem dengan Mba Yusri, Mba Vero banyak2 sabar ya, untuk sekarang coba pikirkan si kecil dalam kandungan, jaga pikiran jangan sampe sedih berlarut2 n stress, nanti si kecil jadi ikutan sedih. Mbak Vero harus kuat demi si kecil. Jadikan suami sebagai teman, sahabat, motivator, pendukung. Hubungan suami istri yang solid n kompak akan mampu mengatasi segala macam rintangan, hambatan, tantangan, gangguan dari luar, cieeeh, percaya deh Mbak:) Ada baiknya bersikap ndableg jika menghadapi orang2 seperti Mba ceritakan, daripada makan ati gada guna, anggap angin lalu, masuk telinga kiri kluar telinga kanan, aku rasa itu yang terbaik untuk sekarang, coba sibukkan diri untuk mempersiapkan kehadiran si kecil, jadi suasana hati slalu senang:) Klo perlu jauhkan diri dari orang2 yang bikin Mba ga comfort, biar ga memperkeruh suasana hati. Kalau ada teman yang curhat bermasalah dengan kluarga suami, aku cuma bisa bilang sabarrrr, anggap ladang amal, semoga mendapat balasan setimpal dari Yang Maha Kuasa. Orang sabar disayang Tuhan:) Padahal klo aku sendiri yang ngalamin, mungkin ga bisa sabar:p Prinsipku, yang penting kita berjalan di jalan yang benar, ga merugikan orang lain, jalan teruuus, klo pun mendapat reaksi negatif, anggap bonus cobaan, hadiahnya pahala, n lebih baik lagi *jika mampu* doakan orang tersebut agar mendapat hidayah n bisa sadar udah nyusahin orang, hehe:D Salam, Lupi~Ara's mum~
- Yusri - <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wah......aku ikut sedih membaca tulisan Vero. Mungkin saya hanya bisa memberi semangat saja. Karena saya yakin, yg menjalankan akan terasa lebih berat daripada orang luar yg hanya bisa memberi saran. Saya hanya bisa mengatakan TABAH, TEGAR, PASRAH dan banyak BERDO'A saja. Suatu saat, kebusukan akan terungkap juga. Saat ini fokuskan pada kesehatan sang jabang bayi. Kurang adil rasanya kalau dia harus ikut "menanggung" masalah Vero. Yang penting suami tetap mendukung dan tetap ada disisi Vero. Jangan bosan selalu minta dukungan suami dan selalu mengatakan semua perasaan yg kurang mengenakkan pada dia. Sehingga suami bisa ikut merasakan beban Vero. Kalau memungkinkan, coba minta saran dan nasihat pada Romo utk "mendamaikan" suasana dan "meredam" emosi keluarga suami. Kalau sejak awal Romo sudah dilibatkan, saya melihat peluang bahwa Romo juga bisa dilibatkan dalam konflik ini. Yg harus diingatkan pada keluarga besar, bahwa bayi yg sedang dikandung juga adalah darah daging mereka. Yang mana mereka juga bertanggung jawab atas kelangsungan hidupnya, menjaga kesehatan lahir dan bathin sang bayi. Kalau memang suasana keluarga besar sukar utk diajak damai, jalan satu2nya ya....menjauh dari mereka. Dengan catatan suami juga mendukung. Semoga semua permasalahan bisa cepat teratasi. Dan si kecil akan lahir sehat lahir bathin ditengah-tengah keluarga yg bahagia. Regards, YUSRI email: [EMAIL PROTECTED] YM: yusri_smpn1 Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: Veronica Dian Date: Tue, 27 May 2008 04:30:54 To:[email protected] Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Curhat juga yach bunda.......... Aduh bunda jadi latah aku ikutan curhat yach........mudah2an para bunda bisa kasih sumbang saran ma aku ...uda suntuk dan ga tau gimana cara menyikapin masalah yang ga habis2nya sedih nehhhh bunda.....orang jawa bilang udah bluwek ma masalah ginian........... Bunda semua aku nikah tanpa restu dan izin dari keluarga suami aku sekarang.Gini bunda ceritanya aku dilamar sama keluarga suami aku bulan X dan lamaran itu diterima baik oleh keluarga aku......dengan berjalannya waktu dan sudah dekat pernikahan aku dan suami aku sekarang banyak banget konflik yang rumit dan diperkeruh dengan sebagian keluarga besar suami aku yang ngga ada kerjaannya itu yang sebagian besar pengangguran.tapi punya hobi yang unik menurut aku loh bunda .....yang kerjaanya mencari kejelekan aku kalo aku berhenti membelanjakan dan menurutin permintaan uang nya. Maaf bunda aku kan hanya karyawan biasa yang penghasilan aku yach bunda tau sendirilah....ya ngga mungkin aku harus suport uang,jalan2,belanja dan sebagainya.sedangkan aku masih punya keluarga papa dan mama yang masih perlu aku bahagiakan walau tak seberapa..........dengan berjalanya waktu dan sudah mendekat pernikahan aku berdua konflik itu tidak selesai dan makin runcing,dengan dia minta resepsi pernikahan aku yang serba wahhhh dan mewah seperti adiknya suami aku..... halah hal itu bukan aku banget bunda setelah menikah masih ada kehidupan lagi dan semuanya perlu uang bunda.....seharusnya kalo mau wahhh minta adiknya sendiri donk bunda bukan ke aku.......aku kan perempuan dan kayaknya suku jawa manut ma calon suami iya ga bunda kok kebalik....... suami aku memeng dari suku M yang emang katanya keluarganya emang hobi pesta.....dan ga ada duit yang penting keren he he he he Bunda sampai awal bulan hari H pernikahan aku ngga ada kata sepakat dan perdamaian antara aku keluarga aku dan keluarganya yang setiap hari keluarga aku diteror dimaki dengan alasan aku kurang pantas dan layak mendapatkan suami aku sekarang......padahal persiapan pernikahan aku yang sesuai dengan aku dan suami aku sudah siap semua.....gereja,catatan sipil,resepsi,undangan DLL.tiba2 keluarga mereka semua datang kerumah dengan alasan membatalkan pertunangan aku dan suami dan tidak merestui pernikahan kami berdua.hancur bunda ga bunuh diri aja thanks god waktu itu.tapi dengan ketegaran suami aku dan keyakinannya tanpa persetujuan mereka dan keluarganya pun suami aku tetap seperti rencana semula untuk menikahi aku bunda. 3 hari sebelum hari H aku dan suami diundang Romo kegereja.bagaikan kesambet petir disiang bolong Romo keberatan dengan pernikahan kita berdua dengan alasan keluarga suami aku dateng ke gereja dan keberatan dengan pernikahan kita berdua seperti biasa aku dibilang perempuan tidak benar perek dll yang tidak layak gitu bunda mereka bilang ke Romo dan akhirnya Romo keberatan memberkati kita berdua....karena juga ada ancaman dari kel suami aku. Tapi dengan ketegaran suami aku dan kemantapan dia suami aku menjelaskan semua ke Romo dan linangan air mata aku bunda .....tentunya sakit bunda....Romo gereja aku dan didukung Romo2 dari Keuskupan agung jakarta mendukung pernikahan kita berdua akirnya kita menikah tanpa restu kel suami aku sedih juga rasanya tapi apa boleh dikata takdir aku kali yach bunda..... 2minggu setelah menikah aku hamil bunda hati aku msih hancur teror sana sini pembunuhan karakter aku dimana mana sampai kaya artis aku bunda tiap ketemu orang harus konfren press menjelaskan benar ngga aku seperti gosip mereka.dan sampai ketelinga kantor,patner usaha aku dan big boss aku yang di singapur dan korea pun denger bunda......aku hamil jatuh sakit terus keluar masuk rumah sakit bunda darah tinggi aku naik terus dan banyak penyakit tambah anya karena aku stress dan tertekan sampai detik ini bunda kehamilan aku menginjak 5 bulan.sekarang ini aku udah hampir 4 kali opname plus icu.karena sampai detik ini aku belum bisa gimana aku harus terima dan bersikap makanya yang jadi korban aku dan janin aku di kandungan bunda.....karena aku sering posting dan gabung di millis aku liat dan baca bunda2 semua pada pinter2 dan bijaksana tolong aku bunda bagaimana aku harus bersikap aku udah leleh setahun ini aku dijajah dan dihina hati aku sakit bunda...sampai aku harus berhenti bekerja 2 bln yg lalu dan badtress total dirumah dengan teror2 dll. Sedihnya tadi siang bunda aku kontrol dan USG 4d baby aku difoto sama DSOG aku biar aku semangat dan kuat bertahan tapi bunda foto baby aku sedih mukanya murung dan ngga happy aku nagis bunda baby aku jadi korban karena ke egoisan aku bersedih terus mikirin masalah yang ngga selesai2.Dsog aku juga jadi sedih dia berharap bulan depan aku bisa rehat dan ngga mikirin hal ini terus kasihan kata Dsog aku berpengaruh sama baby aku.bunda aku harus gimana aku juga kasian sama baby aku tapi aku harus gimana......maaf yach mba moderator kepanjangan dan aku tunggu saran2nya....aku butuh banget bunda .......aku bisa cerita cuma di millis aja sama bunda2 tercinta......mama dan papa aku sama hipertensi kalo aku cerita dan ngeliat keadaan aku pasti nyusul opname sedih banget bunda jalan hidup aku........aku sesali semua udah terjadi.aku harus jalan ini aku ngerasa ga kuat bunda,.........aku tunggu yach nasehat bunda semua..... BR Vero
