Ikutan nimbrung deh mudah-mudahan bermanfaat,
   
  Coba deh mbak vero banyak berdo'a. Minta padaNYA supaya mbak bisa 
sabar,kuat,tegar dan bisa cepat keluar dari segala macam kesedihan. Ingat Tuhan 
kan selalu bersama kita. Setahuku Tuhan tidak akan membebani umatnya dengan 
masalah diluar kemampuan umatnya. Yakin aja mbak vero bisa melaluinya. Kalau 
perlu pake hipnotis ya biar bs lupain smua masalah(hehehe.... biar mbak vero ga 
tegang bacanya).
   
  Ingat aja terus bahwa si baby sangat bergantung pada kita-ibunya. Cuma Tuhan 
dan mbak vero yang bisa membentuk babynya jadi seperti apa dan bagaimana.
   
  Cuma itu komenku. btw dulu aku sempet punya masalah serupa tp tak sm dengan 
mbak vero lho... dan aku berhasil melaluinya dengan resep diatas. Dan kalau aku 
bisa kenapa mbak vero nggak bisa kan?... 
   
  Semangat ya mbak! mudah-mudahan mbak bisa cepat tersenyum bahagia seperti 
layaknya sang calon ibu yang menanti si baby lahir ke dunia...
   
   
  Salam,
  Astri

palupi satya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Idem dengan Mba Yusri, 
   
  Mba Vero banyak2 sabar ya, untuk sekarang coba pikirkan si kecil dalam 
kandungan,
  jaga pikiran jangan sampe sedih berlarut2 n stress, nanti si kecil jadi 
ikutan sedih. Mbak Vero harus kuat demi si kecil. Jadikan suami sebagai teman, 
sahabat, motivator, pendukung. Hubungan suami istri yang solid n kompak akan 
mampu mengatasi segala macam rintangan, hambatan, tantangan, gangguan dari 
luar, cieeeh, percaya deh Mbak:)
   
  Ada baiknya bersikap ndableg jika menghadapi orang2 seperti Mba ceritakan, 
daripada makan ati gada guna, anggap angin lalu, masuk telinga kiri kluar 
telinga kanan, aku rasa itu yang terbaik untuk sekarang, coba sibukkan diri 
untuk mempersiapkan kehadiran si kecil, jadi suasana hati slalu senang:) Klo 
perlu jauhkan diri dari orang2 yang bikin Mba ga comfort, biar ga memperkeruh 
suasana hati.
   
  Kalau ada teman yang curhat bermasalah dengan kluarga suami, aku cuma bisa 
bilang sabarrrr, anggap ladang amal, semoga mendapat balasan setimpal dari Yang 
Maha Kuasa. Orang sabar disayang Tuhan:) Padahal klo aku sendiri yang ngalamin, 
mungkin ga bisa sabar:p Prinsipku, yang penting kita berjalan di jalan yang 
benar, ga merugikan orang lain, jalan teruuus, klo pun mendapat reaksi negatif, 
anggap bonus cobaan, hadiahnya pahala, n lebih baik lagi *jika mampu* doakan 
orang tersebut agar mendapat hidayah n bisa sadar udah nyusahin orang, hehe:D 
   
  Salam,
   
  Lupi~Ara's mum~
   
  

- Yusri - <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  
Wah......aku ikut sedih membaca tulisan Vero.
Mungkin saya hanya bisa memberi semangat saja. Karena saya yakin, yg 
menjalankan akan terasa lebih berat daripada orang luar yg hanya bisa memberi 
saran.

Saya hanya bisa mengatakan TABAH, TEGAR, PASRAH dan banyak BERDO'A saja. Suatu 
saat, kebusukan akan terungkap juga.
Saat ini fokuskan pada kesehatan sang jabang bayi. 
Kurang adil rasanya kalau dia harus ikut "menanggung" masalah Vero.
Yang penting suami tetap mendukung dan tetap ada disisi Vero.
Jangan bosan selalu minta dukungan suami dan selalu mengatakan semua perasaan 
yg kurang mengenakkan pada dia.
Sehingga suami bisa ikut merasakan beban Vero. 

Kalau memungkinkan, coba minta saran dan nasihat pada Romo utk "mendamaikan" 
suasana dan "meredam" emosi keluarga suami.
Kalau sejak awal Romo sudah dilibatkan, saya melihat peluang bahwa Romo juga 
bisa dilibatkan dalam konflik ini.
Yg harus diingatkan pada keluarga besar, bahwa bayi yg sedang dikandung juga 
adalah darah daging mereka. Yang mana mereka juga bertanggung jawab atas 
kelangsungan hidupnya, menjaga kesehatan lahir dan bathin sang bayi.

Kalau memang suasana keluarga besar sukar utk diajak damai, jalan satu2nya 
ya....menjauh dari mereka. Dengan catatan suami juga mendukung.

Semoga semua permasalahan bisa cepat teratasi.
Dan si kecil akan lahir sehat lahir bathin ditengah-tengah keluarga yg bahagia.

Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Veronica Dian 

Date: Tue, 27 May 2008 04:30:54 
To:[email protected]
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Curhat juga yach bunda..........


Aduh bunda jadi latah aku ikutan curhat yach........mudah2an para bunda bisa 
kasih sumbang saran ma aku ...uda suntuk dan ga tau gimana cara menyikapin 
masalah yang ga habis2nya sedih nehhhh bunda.....orang jawa bilang udah bluwek 
ma masalah ginian........... 
  
Bunda semua aku nikah tanpa restu dan izin dari keluarga suami aku 
sekarang.Gini bunda ceritanya aku dilamar sama keluarga suami aku bulan X dan 
lamaran itu diterima baik oleh keluarga aku......dengan berjalannya waktu dan 
sudah dekat pernikahan aku dan suami aku sekarang banyak banget konflik yang 
rumit dan diperkeruh dengan sebagian keluarga besar suami aku yang ngga ada 
kerjaannya itu yang sebagian besar pengangguran.tapi punya hobi yang unik 
menurut aku loh bunda .....yang kerjaanya mencari kejelekan aku kalo aku 
berhenti membelanjakan dan menurutin permintaan uang nya. 
  
Maaf bunda aku kan hanya karyawan biasa yang penghasilan aku yach bunda tau 
sendirilah....ya ngga mungkin aku harus suport uang,jalan2,belanja dan 
sebagainya.sedangkan aku masih punya keluarga papa dan mama yang masih perlu 
aku bahagiakan walau tak seberapa..........dengan berjalanya waktu dan sudah 
mendekat pernikahan aku berdua konflik itu tidak selesai dan makin 
runcing,dengan dia minta resepsi pernikahan aku yang serba wahhhh dan mewah 
seperti adiknya suami aku..... halah hal itu bukan aku banget bunda setelah 
menikah masih ada kehidupan lagi dan semuanya perlu uang bunda.....seharusnya 
kalo mau wahhh minta adiknya sendiri donk bunda bukan ke aku.......aku  kan 
perempuan dan kayaknya suku jawa manut ma calon suami iya ga bunda kok 
kebalik....... suami aku memeng dari suku M yang emang katanya keluarganya 
emang hobi pesta.....dan ga ada duit yang penting keren he he he he 
  
Bunda sampai awal bulan hari H pernikahan aku ngga ada kata sepakat dan 
perdamaian antara aku keluarga aku dan keluarganya yang setiap hari keluarga 
aku diteror dimaki dengan alasan aku kurang pantas dan layak mendapatkan suami 
aku sekarang......padahal persiapan pernikahan aku yang sesuai dengan aku dan 
suami aku sudah siap semua.....gereja,catatan sipil,resepsi,undangan DLL.tiba2 
keluarga mereka semua datang kerumah dengan alasan membatalkan pertunangan aku 
dan suami dan tidak merestui pernikahan kami berdua.hancur bunda ga bunuh diri 
aja thanks god waktu itu.tapi dengan ketegaran suami aku dan keyakinannya tanpa 
persetujuan mereka dan keluarganya pun suami aku tetap seperti rencana semula 
untuk menikahi aku bunda. 
  
3 hari sebelum hari H aku dan suami diundang Romo kegereja.bagaikan kesambet 
petir disiang bolong Romo keberatan dengan pernikahan kita berdua dengan alasan 
keluarga suami aku dateng ke gereja dan keberatan dengan pernikahan kita berdua 
seperti biasa aku dibilang perempuan tidak benar perek dll yang tidak layak 
gitu bunda mereka bilang ke Romo dan akhirnya Romo keberatan memberkati kita 
berdua....karena juga ada ancaman dari kel suami aku. 
  
Tapi dengan ketegaran suami aku dan kemantapan dia suami aku menjelaskan semua 
ke Romo dan linangan air mata aku bunda .....tentunya sakit bunda....Romo 
gereja aku dan didukung Romo2 dari Keuskupan agung jakarta mendukung pernikahan 
kita berdua akirnya kita menikah tanpa restu kel suami aku sedih juga rasanya 
tapi apa boleh dikata takdir aku kali yach bunda..... 
  
2minggu setelah menikah aku hamil bunda hati aku msih hancur teror sana sini 
pembunuhan karakter aku dimana mana sampai kaya artis aku bunda tiap ketemu 
orang harus konfren press menjelaskan benar ngga aku seperti gosip mereka.dan 
sampai ketelinga kantor,patner usaha aku dan big boss aku yang di singapur dan 
korea pun denger bunda......aku hamil jatuh sakit terus keluar masuk rumah 
sakit bunda darah tinggi aku naik terus dan banyak penyakit tambah anya karena 
aku stress dan tertekan sampai detik ini bunda kehamilan aku menginjak 5 
bulan.sekarang ini aku udah hampir 4 kali opname plus icu.karena sampai detik 
ini aku belum bisa gimana aku harus terima dan bersikap makanya yang jadi 
korban aku dan janin aku di kandungan bunda.....karena aku sering posting dan 
gabung di millis aku liat dan baca bunda2 semua pada pinter2 dan bijaksana 
tolong aku bunda bagaimana aku harus bersikap aku udah leleh setahun ini aku 
dijajah dan dihina hati aku sakit bunda...sampai aku harus berhenti
 bekerja 2 bln yg lalu dan badtress total dirumah dengan teror2 dll. 
  
Sedihnya tadi siang bunda aku kontrol dan USG 4d baby aku difoto sama DSOG aku 
biar aku semangat dan kuat bertahan tapi bunda foto baby aku sedih mukanya 
murung dan ngga happy aku nagis bunda baby aku jadi korban karena ke egoisan 
aku bersedih terus mikirin masalah yang ngga selesai2.Dsog aku juga jadi sedih 
dia berharap bulan depan aku bisa rehat dan ngga mikirin hal ini terus kasihan 
kata Dsog aku berpengaruh sama baby aku.bunda aku harus gimana aku juga kasian 
sama baby aku tapi aku harus gimana......maaf yach mba moderator kepanjangan 
dan aku tunggu saran2nya....aku butuh banget bunda .......aku bisa cerita cuma 
di millis aja sama bunda2 tercinta......mama dan papa aku sama hipertensi kalo 
aku cerita dan ngeliat keadaan aku pasti nyusul opname sedih banget bunda jalan 
hidup aku........aku sesali semua udah terjadi.aku harus jalan ini aku ngerasa 
ga kuat bunda,.........aku tunggu yach nasehat bunda semua..... 
  
  
BR 
  
Vero 
  
  

                           

       
---------------------------------
 Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist.   Download sekarang juga.

Kirim email ke