Mba Vero...
Jadi ikutan sedih baca curhatannya...
Aku cuma bisa bantu doa aja ya, semoga mba Vero di beri kesabaran dan
keluasan hati menerima semua cacian dan hinaan.
Tidak ada masalah yg tidak ada jalan keluarnya, selalu kuatkan hati demi si
jabang bayi...
Yang penting suami mendukung dan selalu ada di belakang kita semuanya tidak
usah terlalu di fikirkan...
Mba Vero buktikan saja dengan sikap...
Ambil hikmahnya, jangan terlalu di jadikan beban, jalani hidup ini dengan
ikhlas...
Untuk saran, sepertinya bunda Yusri dech yg lebih banyak pengalaman....
Regards
-vina-
Veronica Dian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Aduh bunda jadi latah aku ikutan curhat yach........mudah2an para bunda bisa
kasih sumbang saran ma aku ...uda suntuk dan ga tau gimana cara menyikapin
masalah yang ga habis2nya sedih nehhhh bunda.....orang jawa bilang udah bluwek
ma masalah ginian...........
Bunda semua aku nikah tanpa restu dan izin dari keluarga suami aku
sekarang.Gini bunda ceritanya aku dilamar sama keluarga suami aku bulan X dan
lamaran itu diterima baik oleh keluarga aku......dengan berjalannya waktu dan
sudah dekat pernikahan aku dan suami aku sekarang banyak banget konflik yang
rumit dan diperkeruh dengan sebagian keluarga besar suami aku yang ngga ada
kerjaannya itu yang sebagian besar pengangguran.tapi punya hobi yang unik
menurut aku loh bunda .....yang kerjaanya mencari kejelekan aku kalo aku
berhenti membelanjakan dan menurutin permintaan uang nya.
Maaf bunda aku kan hanya karyawan biasa yang penghasilan aku yach bunda tau
sendirilah....ya ngga mungkin aku harus suport uang,jalan2,belanja dan
sebagainya.sedangkan aku masih punya keluarga papa dan mama yang masih perlu
aku bahagiakan walau tak seberapa..........dengan berjalanya waktu dan sudah
mendekat pernikahan aku berdua konflik itu tidak selesai dan makin
runcing,dengan dia minta resepsi pernikahan aku yang serba wahhhh dan mewah
seperti adiknya suami aku..... halah hal itu bukan aku banget bunda setelah
menikah masih ada kehidupan lagi dan semuanya perlu uang bunda.....seharusnya
kalo mau wahhh minta adiknya sendiri donk bunda bukan ke aku.......aku kan
perempuan dan kayaknya suku jawa manut ma calon suami iya ga bunda kok
kebalik....... suami aku memeng dari suku M yang emang katanya keluarganya
emang hobi pesta.....dan ga ada duit yang penting keren he he he he
Bunda sampai awal bulan hari H pernikahan aku ngga ada kata sepakat dan
perdamaian antara aku keluarga aku dan keluarganya yang setiap hari keluarga
aku diteror dimaki dengan alasan aku kurang pantas dan layak mendapatkan suami
aku sekarang......padahal persiapan pernikahan aku yang sesuai dengan aku dan
suami aku sudah siap semua.....gereja,catatan sipil,resepsi,undangan DLL.tiba2
keluarga mereka semua datang kerumah dengan alasan membatalkan pertunangan aku
dan suami dan tidak merestui pernikahan kami berdua.hancur bunda ga bunuh diri
aja thanks god waktu itu.tapi dengan ketegaran suami aku dan keyakinannya
tanpa persetujuan mereka dan keluarganya pun suami aku tetap seperti rencana
semula untuk menikahi aku bunda.
3 hari sebelum hari H aku dan suami diundang Romo kegereja.bagaikan kesambet
petir disiang bolong Romo keberatan dengan pernikahan kita berdua dengan
alasan keluarga suami aku dateng ke gereja dan keberatan dengan pernikahan
kita berdua seperti biasa aku dibilang perempuan tidak benar perek dll yang
tidak layak gitu bunda mereka bilang ke Romo dan akhirnya Romo keberatan
memberkati kita berdua....karena juga ada ancaman dari kel suami aku.
Tapi dengan ketegaran suami aku dan kemantapan dia suami aku menjelaskan
semua ke Romo dan linangan air mata aku bunda .....tentunya sakit
bunda....Romo gereja aku dan didukung Romo2 dari Keuskupan agung jakarta
mendukung pernikahan kita berdua akirnya kita menikah tanpa restu kel suami
aku sedih juga rasanya tapi apa boleh dikata takdir aku kali yach bunda.....
2minggu setelah menikah aku hamil bunda hati aku msih hancur teror sana sini
pembunuhan karakter aku dimana mana sampai kaya artis aku bunda tiap ketemu
orang harus konfren press menjelaskan benar ngga aku seperti gosip mereka.dan
sampai ketelinga kantor,patner usaha aku dan big boss aku yang di singapur dan
korea pun denger bunda......aku hamil jatuh sakit terus keluar masuk rumah
sakit bunda darah tinggi aku naik terus dan banyak penyakit tambah anya karena
aku stress dan tertekan sampai detik ini bunda kehamilan aku menginjak 5
bulan.sekarang ini aku udah hampir 4 kali opname plus icu.karena sampai detik
ini aku belum bisa gimana aku harus terima dan bersikap makanya yang jadi
korban aku dan janin aku di kandungan bunda.....karena aku sering posting dan
gabung di millis aku liat dan baca bunda2 semua pada pinter2 dan bijaksana
tolong aku bunda bagaimana aku harus bersikap aku udah leleh setahun ini aku
dijajah dan dihina hati aku sakit bunda...sampai aku
harus berhenti bekerja 2 bln yg lalu dan badtress total dirumah dengan teror2
dll.
Sedihnya tadi siang bunda aku kontrol dan USG 4d baby aku difoto sama DSOG
aku biar aku semangat dan kuat bertahan tapi bunda foto baby aku sedih mukanya
murung dan ngga happy aku nagis bunda baby aku jadi korban karena ke egoisan
aku bersedih terus mikirin masalah yang ngga selesai2.Dsog aku juga jadi sedih
dia berharap bulan depan aku bisa rehat dan ngga mikirin hal ini terus kasihan
kata Dsog aku berpengaruh sama baby aku.bunda aku harus gimana aku juga kasian
sama baby aku tapi aku harus gimana......maaf yach mba moderator kepanjangan
dan aku tunggu saran2nya....aku butuh banget bunda .......aku bisa cerita cuma
di millis aja sama bunda2 tercinta......mama dan papa aku sama hipertensi kalo
aku cerita dan ngeliat keadaan aku pasti nyusul opname sedih banget bunda
jalan hidup aku........aku sesali semua udah terjadi.aku harus jalan ini aku
ngerasa ga kuat bunda,.........aku tunggu yach nasehat bunda semua.....
BR
Vero
--- On Tue, 5/27/08, palupi satya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: palupi satya <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Curhat (Adik Ipar)
To: [email protected]
Date: Tuesday, May 27, 2008, 5:54 AM
Duh bingung y mo komen, sepertinya ipar Mba sangat superior ya, apa bliau
tajir banget or wanita karir yang super sukses?? Sepertinya sangat dominan di
kluarga, bahkan dari pacaran???? Duuuuh, tambah bingung, segitu cinta matinya
kah adik Mbak sehingga tertutup mata n hatinya, kynya jauuu banget dari sifat
keibuan yang *biasanya* cowo2 idam2kan.
Yaudah Mba, sabarrr, coba Mba berdoa aja, aku rasa itu yang bisa dilakukan
setelah segala daya upaya Mbak berujung sia2 n berbuah cela2. Mohon petunjuk,
mohon agar si adik ipar dibukakan pintu hatinya, mohon agar adik Mbak diberi
kekuatan agar bisa mengambil sikap, dia kan kepala keluarga. Memang klo sudah
berumah tangga kita ga bisa campur tangan, urusan dalam negeri, urusan anak,
menjadi otoritas yang menjalani.
Aku ngerti Mba sayang dengan keponakan Mba, klo Mba mau memberi masukan
sebaiknya lewat adik kandung Mba saja, biarin dibilang cerewet, bawel, suka
ngurusin orang, jangan bosen2 ngasi tahu adik Mbak, kalo bisa sodorin artikel2
di majalah dsb yg mendukung opini Mba. Biasanya sih orang yang dikasi tahu
terus2an akirnya nyantol jg, mudah2an adik Mba bisa sadar, karena toh demi
kebaikan anaknya sendiri, kasian dia ngga tahu apa2 tapi harus jadi korban.
Salam,
Lupi~Ara's mum~
ave290406 ave290406 <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
Dear Ibunya Vince,
Setuju banget..kata Ibu Sita, "sing waras ngalah"...
kalau boleh nambahin...( jadi ada tapinya dech) yg jadi korban
itu anaknya, kasian banget, harusnya si ayah segara di sadarkan
sebelum anaknya mempunyai sifat yg "salah" dan berani bersikap tegas
demi menyelamatkan buah hatinya.
Yg saya ngeri itu adalah terjadi "penyiksaan" (fisik maupun mental) selama
dalam proses
tumbuh kembangnya. Dengan menaruh hp dekat-dekat dengan kepala bayi sajakan
rasanya sudah dapat disebut "menyiksa" tubuh bayi secara tidak langsung.
Apa jadinya kalau misalnya bayinya sedang masanya rewel atau susah makan, terus
dibentak
atau disiksa langsung secara fisik...aduh. .ngeri banget ngebayanginnya. ..apa
ndak kasian
sama anaknya...duh. .sebel banget kalau liat child abuse gini...
Semoga peristiwa ibu menggorok anak 1,8 tahun di Bali tidak terjadi lagi
hanya gara-gara
bayinya terus-terusan nangis minta sufor....amit- amit...
Maaf sebelumnya ya..mkn malah tidak membantu, malah membuat panik...tapi sekali
lagi
kasian buat hati yg masih murni..itu.. .kalau salah didik dan perawatan
salam,
Alicia's Mom
----- Original Message ----
From: sita sidharta <sita.sidharta@ gmail.com>
To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, May 27, 2008 10:34:03 AM
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Curhat (Adik Ipar)
Mba,
Ngeselin ya kalau punya ipar 'gak waras' gitu. Kalau kata bos saya dulu "sing
waras sing ngalah"
Tabiat orang memang susah untuk dirubah. Mungkin daripada berantem gak
keruan, ngapain juga nambah musuh, bagaimana kalau adik mba aja yang diajak ke
rumah Mama? Si ipar terserah mau ikut atau tidak. Kalau dia yang bertamu kan
dia harus bertingkah sopan dong sama yang punya rumah.
Trus coba ngomong lagi baik2 sama adik mba, terangkan pengaruh ortu sama
anak itu besar sekali, apa dia mau nanti anaknya bertabiat buruk seperti itu?
Marah2 sama ibu sendiri gak karuan? Nggak lucu kan. Kalau sudah berulang-kali
mba nasihati masih tidak ada perubahan ya sudah, biarkan saja.
Kita urus saja keluarga kita sendiri, daripada ntar ketularan...
maaf ya kalau kurang berkenan.
Salam,
sas
On 5/26/08, lisa cantix <lisa_cantix2000@ yahoo.com> wrote: Dear
temens..
mau curhat dikit nih, maaf kalau mengganggu :)
saya punya adik ipar (cewe) yang sangat buruk attitude nya, dia selalu
negatif thinking dan suka ngomel sama adik saya (suaminya).
Dan niat baik dari semua orang selalu dianggap ada niat buruk dibalik semua
itu dan dia tidak pernah ramah kepada semua orang termasuk pada kami
kakak2nya.
saya sering kesal melihat tingkah dia, kalau lagi ada saudara kami yg
mengunjungi rumahnya, dia tidak pernah ada basa basinya. selalu diam dan tidak
ada inisiatif mengajak ngobrol atau gimana padahal dia tuan rumah dan dia
selalu memasang muka jutek yang membuat orang lain juga ga betah ngeliat dia.
baru2 ini dia melahirkan, setiap kali dia ngambek sama suaminya, dia tidak mau
memberi ASI anaknya, itu sering kali dia lakukan.
kami tidak berani menegur karena kami gak mau ikut campur urusan rumah
tangganya, mana suaminya sendiri juga ga memusingkan hal itu malah selalu
menuruti apa mau istrinya itu alhasil lama kelamaan makin menjadi2.
Puncak kekesalan saya terjadi hari minggu kemarin, waktu saya dan mama saya
mengantar saudara mengunjungi adik kami itu.
Bayangkan, mulai kami datang, saudara saya yang datang bersama saya dan mama,
sama sekali tidak diajak bicara. Malah saudara saya yang berusaha mengajak
dia ngobrol dan dia jawab tanpa memandang saudara saya itu malah asyik liat TV.
waktu saya liat baby nya, saya lihat dia menaruh hp persis disebelah kepala
baby nya, dan dengan baik2 saya bilang, sebaiknya jangan menaruh hp didekat
anak kecil. tadinya dia seperti menuruti apa kata saya, dia jawab dengan
manis, iya mba.
Ga lama setelah itu saya lihat dia melempar gelas isi kopi ke arah adik saya
(suaminya) dengan penuh amarah, dan ketika mama saya mau mengambil gelas itu
langsung dia tendang gelas itu ke arah mama saya, untung saja tidak kena mama
saya.
disitu saya mulai marah dan bicara keras dgn dia bahwa dia tidak punya sopan
santun, dia berani bersikap tidak sopan di depan mama saya dan saudara kami.
dia malah nyolot, saya tidak suka kalian mengatur saya di rumah saya, ini
rumah saya bukan rumah kamu, dan tidak ada uang kamu di sini yang saya pakai,
semua ini uang saya. dan saya tidak suka dengan kamu (maksudnya saya).
ternyata dia tersinggung waktu saya kasi tau jangan meletakkan hp di dekat
baby, dan dia lampiaskan amarahnya ke adik saya.
saya langsung ajak mama saya pulang ketika itu juga, saya kesal mana adik
sayapun malah ngomelin saya.
mama saya malu sekali dengan saudara kami.
eh gak lama kemudian, orang tua si adik ipar ini nelpon mama saya dengan
marah2, dia bilang jangan bersikap kurang ajar dengan anaknya, dan menyuruh
mama saya supaya bisa ngajarin saya sopan santun.
memang saya waktu itu sempat bilang ke adik saya, kalau kamu tidak bisa
ajarkan istri kamu sopan santun, biar saya yang ajarin dia, dan adik ipar itu
ngadu ke ortunya dan ternyata ortu si adik ipar itu tersinggung dengan kata2
saya.
lalu saya bicara baik2 dengan ortunya, saya jelaskan aja kalau anaknya itu
memang gak sopan sama mama saya. eh malah ortunya bilang gini, kalau saya gak
ngajarin anak saya, gak mungkin dia jadi sarjana.
aduhh cape deh, ternyata anak, emak n bapak sama aja bolotnya.
saya jadi kasian sama mama saya, mama selama ini cukup risau liat adik saya
dibentak2 sama istrinya, liat adik saya kelihatan tertekan dan melihat si baby
yg selalu jadi korban dari sikap kenakan ibunya.
Hanya yang kami sesalkan, adik saya itu tidak pernah kasi pengertian yg baik
kepada istrinya, mungkin saja sudah tapi reaksi istrinya terlalu berlebihan
dengan teriak2 atau makin marah, jadi dari pada ribut adik saya lebih memilih
diam dan mengalah.
kasian mama saya, si adik ipar semakin tidak sopan dengan mama saya, padahal
kami selama ini anak2nya selalu berusaha membahagiakan mama, karena papa
sudah ngga ada, namun si adik ipar malah bikin ulah.
Dia selalu bersikap tidak jelas, keliahatan diam namun dalam sekejap dia bisa
marah2 gak jelas.
kalo dibilang dia lagi megalami baby blues syndrome saya rasa tidak juga,
karena pada masa pacaran dan sebelum hamilpun kelakuannya seperti itu.
untuk menghadapi hal seperti ini, sebagai kakak apa yang harus saya lakukan?
saya sudah gerah liat kelakuan adik ipar yang ga ada sopan santunnya. dan
yang bikin saya berang, setiap kali saya ingin memberi pelajaran ke adik ipar
saya, mama, kakak dan adik saya (suami adik ipar) malah menyalahkan saya.
mereka tidak mau saya ribut dengan keluarga adik ipar.
yang ada adik ipar makin ngelunjak gak waras.
Mohon sarannya...
Thanks so much,
Vince's Mom
--
"Iqra, Iman, Ilmu, Amal"
Civilization is defined by the presence of cats - Unknown
agatogata.multiply. com
agatogata.blogspot. com
---------------------------------
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.