Aduh bunda jadi latah aku ikutan curhat yach........mudah2an para bunda bisa kasih sumbang saran ma aku ...uda suntuk dan ga tau gimana cara menyikapin masalah yang ga habis2nya sedih nehhhh bunda.....orang jawa bilang udah bluwek ma masalah ginian........... Bunda semua aku nikah tanpa restu dan izin dari keluarga suami aku sekarang.Gini bunda ceritanya aku dilamar sama keluarga suami aku bulan X dan lamaran itu diterima baik oleh keluarga aku......dengan berjalannya waktu dan sudah dekat pernikahan aku dan suami aku sekarang banyak banget konflik yang rumit dan diperkeruh dengan sebagian keluarga besar suami aku yang ngga ada kerjaannya itu yang sebagian besar pengangguran.tapi punya hobi yang unik menurut aku loh bunda .....yang kerjaanya mencari kejelekan aku kalo aku berhenti membelanjakan dan menurutin permintaan uang nya. Maaf bunda aku kan hanya karyawan biasa yang penghasilan aku yach bunda tau sendirilah....ya ngga mungkin aku harus suport uang,jalan2,belanja dan sebagainya.sedangkan aku masih punya keluarga papa dan mama yang masih perlu aku bahagiakan walau tak seberapa..........dengan berjalanya waktu dan sudah mendekat pernikahan aku berdua konflik itu tidak selesai dan makin runcing,dengan dia minta resepsi pernikahan aku yang serba wahhhh dan mewah seperti adiknya suami aku..... halah hal itu bukan aku banget bunda setelah menikah masih ada kehidupan lagi dan semuanya perlu uang bunda.....seharusnya kalo mau wahhh minta adiknya sendiri donk bunda bukan ke aku.......aku kan perempuan dan kayaknya suku jawa manut ma calon suami iya ga bunda kok kebalik....... suami aku memeng dari suku M yang emang katanya keluarganya emang hobi pesta.....dan ga ada duit yang penting keren he he he he Bunda sampai awal bulan hari H pernikahan aku ngga ada kata sepakat dan perdamaian antara aku keluarga aku dan keluarganya yang setiap hari keluarga aku diteror dimaki dengan alasan aku kurang pantas dan layak mendapatkan suami aku sekarang......padahal persiapan pernikahan aku yang sesuai dengan aku dan suami aku sudah siap semua.....gereja,catatan sipil,resepsi,undangan DLL.tiba2 keluarga mereka semua datang kerumah dengan alasan membatalkan pertunangan aku dan suami dan tidak merestui pernikahan kami berdua.hancur bunda ga bunuh diri aja thanks god waktu itu.tapi dengan ketegaran suami aku dan keyakinannya tanpa persetujuan mereka dan keluarganya pun suami aku tetap seperti rencana semula untuk menikahi aku bunda. 3 hari sebelum hari H aku dan suami diundang Romo kegereja.bagaikan kesambet petir disiang bolong Romo keberatan dengan pernikahan kita berdua dengan alasan keluarga suami aku dateng ke gereja dan keberatan dengan pernikahan kita berdua seperti biasa aku dibilang perempuan tidak benar perek dll yang tidak layak gitu bunda mereka bilang ke Romo dan akhirnya Romo keberatan memberkati kita berdua....karena juga ada ancaman dari kel suami aku. Tapi dengan ketegaran suami aku dan kemantapan dia suami aku menjelaskan semua ke Romo dan linangan air mata aku bunda .....tentunya sakit bunda....Romo gereja aku dan didukung Romo2 dari Keuskupan agung jakarta mendukung pernikahan kita berdua akirnya kita menikah tanpa restu kel suami aku sedih juga rasanya tapi apa boleh dikata takdir aku kali yach bunda..... 2minggu setelah menikah aku hamil bunda hati aku msih hancur teror sana sini pembunuhan karakter aku dimana mana sampai kaya artis aku bunda tiap ketemu orang harus konfren press menjelaskan benar ngga aku seperti gosip mereka.dan sampai ketelinga kantor,patner usaha aku dan big boss aku yang di singapur dan korea pun denger bunda......aku hamil jatuh sakit terus keluar masuk rumah sakit bunda darah tinggi aku naik terus dan banyak penyakit tambah anya karena aku stress dan tertekan sampai detik ini bunda kehamilan aku menginjak 5 bulan.sekarang ini aku udah hampir 4 kali opname plus icu.karena sampai detik ini aku belum bisa gimana aku harus terima dan bersikap makanya yang jadi korban aku dan janin aku di kandungan bunda.....karena aku sering posting dan gabung di millis aku liat dan baca bunda2 semua pada pinter2 dan bijaksana tolong aku bunda bagaimana aku harus bersikap aku udah leleh setahun ini aku dijajah dan dihina hati aku sakit bunda...sampai aku harus berhenti bekerja 2 bln yg lalu dan badtress total dirumah dengan teror2 dll. Sedihnya tadi siang bunda aku kontrol dan USG 4d baby aku difoto sama DSOG aku biar aku semangat dan kuat bertahan tapi bunda foto baby aku sedih mukanya murung dan ngga happy aku nagis bunda baby aku jadi korban karena ke egoisan aku bersedih terus mikirin masalah yang ngga selesai2.Dsog aku juga jadi sedih dia berharap bulan depan aku bisa rehat dan ngga mikirin hal ini terus kasihan kata Dsog aku berpengaruh sama baby aku.bunda aku harus gimana aku juga kasian sama baby aku tapi aku harus gimana......maaf yach mba moderator kepanjangan dan aku tunggu saran2nya....aku butuh banget bunda .......aku bisa cerita cuma di millis aja sama bunda2 tercinta......mama dan papa aku sama hipertensi kalo aku cerita dan ngeliat keadaan aku pasti nyusul opname sedih banget bunda jalan hidup aku........aku sesali semua udah terjadi.aku harus jalan ini aku ngerasa ga kuat bunda,.........aku tunggu yach nasehat bunda semua..... BR Vero
--- On Tue, 5/27/08, palupi satya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: palupi satya <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Curhat (Adik Ipar) To: [email protected] Date: Tuesday, May 27, 2008, 5:54 AM Duh bingung y mo komen, sepertinya ipar Mba sangat superior ya, apa bliau tajir banget or wanita karir yang super sukses?? Sepertinya sangat dominan di kluarga, bahkan dari pacaran???? Duuuuh, tambah bingung, segitu cinta matinya kah adik Mbak sehingga tertutup mata n hatinya, kynya jauuu banget dari sifat keibuan yang *biasanya* cowo2 idam2kan. Yaudah Mba, sabarrr, coba Mba berdoa aja, aku rasa itu yang bisa dilakukan setelah segala daya upaya Mbak berujung sia2 n berbuah cela2. Mohon petunjuk, mohon agar si adik ipar dibukakan pintu hatinya, mohon agar adik Mbak diberi kekuatan agar bisa mengambil sikap, dia kan kepala keluarga. Memang klo sudah berumah tangga kita ga bisa campur tangan, urusan dalam negeri, urusan anak, menjadi otoritas yang menjalani. Aku ngerti Mba sayang dengan keponakan Mba, klo Mba mau memberi masukan sebaiknya lewat adik kandung Mba saja, biarin dibilang cerewet, bawel, suka ngurusin orang, jangan bosen2 ngasi tahu adik Mbak, kalo bisa sodorin artikel2 di majalah dsb yg mendukung opini Mba. Biasanya sih orang yang dikasi tahu terus2an akirnya nyantol jg, mudah2an adik Mba bisa sadar, karena toh demi kebaikan anaknya sendiri, kasian dia ngga tahu apa2 tapi harus jadi korban. Salam, Lupi~Ara's mum~ ave290406 ave290406 <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: Dear Ibunya Vince, Setuju banget..kata Ibu Sita, "sing waras ngalah"... kalau boleh nambahin...( jadi ada tapinya dech) yg jadi korban itu anaknya, kasian banget, harusnya si ayah segara di sadarkan sebelum anaknya mempunyai sifat yg "salah" dan berani bersikap tegas demi menyelamatkan buah hatinya. Yg saya ngeri itu adalah terjadi "penyiksaan" (fisik maupun mental) selama dalam proses tumbuh kembangnya. Dengan menaruh hp dekat-dekat dengan kepala bayi sajakan rasanya sudah dapat disebut "menyiksa" tubuh bayi secara tidak langsung. Apa jadinya kalau misalnya bayinya sedang masanya rewel atau susah makan, terus dibentak atau disiksa langsung secara fisik...aduh. .ngeri banget ngebayanginnya. ..apa ndak kasian sama anaknya...duh. .sebel banget kalau liat child abuse gini... Semoga peristiwa ibu menggorok anak 1,8 tahun di Bali tidak terjadi lagi hanya gara-gara bayinya terus-terusan nangis minta sufor....amit- amit... Maaf sebelumnya ya..mkn malah tidak membantu, malah membuat panik...tapi sekali lagi kasian buat hati yg masih murni..itu.. .kalau salah didik dan perawatan salam, Alicia's Mom ----- Original Message ---- From: sita sidharta <sita.sidharta@ gmail.com> To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com Sent: Tuesday, May 27, 2008 10:34:03 AM Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Curhat (Adik Ipar) Mba, Ngeselin ya kalau punya ipar 'gak waras' gitu. Kalau kata bos saya dulu "sing waras sing ngalah" Tabiat orang memang susah untuk dirubah. Mungkin daripada berantem gak keruan, ngapain juga nambah musuh, bagaimana kalau adik mba aja yang diajak ke rumah Mama? Si ipar terserah mau ikut atau tidak. Kalau dia yang bertamu kan dia harus bertingkah sopan dong sama yang punya rumah. Trus coba ngomong lagi baik2 sama adik mba, terangkan pengaruh ortu sama anak itu besar sekali, apa dia mau nanti anaknya bertabiat buruk seperti itu? Marah2 sama ibu sendiri gak karuan? Nggak lucu kan. Kalau sudah berulang-kali mba nasihati masih tidak ada perubahan ya sudah, biarkan saja. Kita urus saja keluarga kita sendiri, daripada ntar ketularan... maaf ya kalau kurang berkenan. Salam, sas On 5/26/08, lisa cantix <lisa_cantix2000@ yahoo.com> wrote: Dear temens.. mau curhat dikit nih, maaf kalau mengganggu :) saya punya adik ipar (cewe) yang sangat buruk attitude nya, dia selalu negatif thinking dan suka ngomel sama adik saya (suaminya). Dan niat baik dari semua orang selalu dianggap ada niat buruk dibalik semua itu dan dia tidak pernah ramah kepada semua orang termasuk pada kami kakak2nya. saya sering kesal melihat tingkah dia, kalau lagi ada saudara kami yg mengunjungi rumahnya, dia tidak pernah ada basa basinya. selalu diam dan tidak ada inisiatif mengajak ngobrol atau gimana padahal dia tuan rumah dan dia selalu memasang muka jutek yang membuat orang lain juga ga betah ngeliat dia. baru2 ini dia melahirkan, setiap kali dia ngambek sama suaminya, dia tidak mau memberi ASI anaknya, itu sering kali dia lakukan. kami tidak berani menegur karena kami gak mau ikut campur urusan rumah tangganya, mana suaminya sendiri juga ga memusingkan hal itu malah selalu menuruti apa mau istrinya itu alhasil lama kelamaan makin menjadi2. Puncak kekesalan saya terjadi hari minggu kemarin, waktu saya dan mama saya mengantar saudara mengunjungi adik kami itu. Bayangkan, mulai kami datang, saudara saya yang datang bersama saya dan mama, sama sekali tidak diajak bicara. Malah saudara saya yang berusaha mengajak dia ngobrol dan dia jawab tanpa memandang saudara saya itu malah asyik liat TV. waktu saya liat baby nya, saya lihat dia menaruh hp persis disebelah kepala baby nya, dan dengan baik2 saya bilang, sebaiknya jangan menaruh hp didekat anak kecil. tadinya dia seperti menuruti apa kata saya, dia jawab dengan manis, iya mba. Ga lama setelah itu saya lihat dia melempar gelas isi kopi ke arah adik saya (suaminya) dengan penuh amarah, dan ketika mama saya mau mengambil gelas itu langsung dia tendang gelas itu ke arah mama saya, untung saja tidak kena mama saya. disitu saya mulai marah dan bicara keras dgn dia bahwa dia tidak punya sopan santun, dia berani bersikap tidak sopan di depan mama saya dan saudara kami. dia malah nyolot, saya tidak suka kalian mengatur saya di rumah saya, ini rumah saya bukan rumah kamu, dan tidak ada uang kamu di sini yang saya pakai, semua ini uang saya. dan saya tidak suka dengan kamu (maksudnya saya). ternyata dia tersinggung waktu saya kasi tau jangan meletakkan hp di dekat baby, dan dia lampiaskan amarahnya ke adik saya. saya langsung ajak mama saya pulang ketika itu juga, saya kesal mana adik sayapun malah ngomelin saya. mama saya malu sekali dengan saudara kami. eh gak lama kemudian, orang tua si adik ipar ini nelpon mama saya dengan marah2, dia bilang jangan bersikap kurang ajar dengan anaknya, dan menyuruh mama saya supaya bisa ngajarin saya sopan santun. memang saya waktu itu sempat bilang ke adik saya, kalau kamu tidak bisa ajarkan istri kamu sopan santun, biar saya yang ajarin dia, dan adik ipar itu ngadu ke ortunya dan ternyata ortu si adik ipar itu tersinggung dengan kata2 saya. lalu saya bicara baik2 dengan ortunya, saya jelaskan aja kalau anaknya itu memang gak sopan sama mama saya. eh malah ortunya bilang gini, kalau saya gak ngajarin anak saya, gak mungkin dia jadi sarjana. aduhh cape deh, ternyata anak, emak n bapak sama aja bolotnya. saya jadi kasian sama mama saya, mama selama ini cukup risau liat adik saya dibentak2 sama istrinya, liat adik saya kelihatan tertekan dan melihat si baby yg selalu jadi korban dari sikap kenakan ibunya. Hanya yang kami sesalkan, adik saya itu tidak pernah kasi pengertian yg baik kepada istrinya, mungkin saja sudah tapi reaksi istrinya terlalu berlebihan dengan teriak2 atau makin marah, jadi dari pada ribut adik saya lebih memilih diam dan mengalah. kasian mama saya, si adik ipar semakin tidak sopan dengan mama saya, padahal kami selama ini anak2nya selalu berusaha membahagiakan mama, karena papa sudah ngga ada, namun si adik ipar malah bikin ulah. Dia selalu bersikap tidak jelas, keliahatan diam namun dalam sekejap dia bisa marah2 gak jelas. kalo dibilang dia lagi megalami baby blues syndrome saya rasa tidak juga, karena pada masa pacaran dan sebelum hamilpun kelakuannya seperti itu. untuk menghadapi hal seperti ini, sebagai kakak apa yang harus saya lakukan? saya sudah gerah liat kelakuan adik ipar yang ga ada sopan santunnya. dan yang bikin saya berang, setiap kali saya ingin memberi pelajaran ke adik ipar saya, mama, kakak dan adik saya (suami adik ipar) malah menyalahkan saya. mereka tidak mau saya ribut dengan keluarga adik ipar. yang ada adik ipar makin ngelunjak gak waras. Mohon sarannya... Thanks so much, Vince's Mom -- "Iqra, Iman, Ilmu, Amal" Civilization is defined by the presence of cats - Unknown agatogata.multiply. com agatogata.blogspot. com
