Anak memang membutuhkan kedua orangtuanya. Namun anak perlu orangtua yang bahagia agar dirinya juga bisa berbahagia. Anak akan bisa mendeteksi ortu yang sedih, stress, cemas, dll.
Coba teman mba konsultasi dengan konsultan perkawinan atau dengan paternya yang spesialis masalah pernikahan. Biasanya mereka bisa lebih jernih melihat masalah ketimbang kita sebagai teman karena pasti ada bias ke teman kita. Dalam pernikahan pasti akan ada masalah. Itu pasti. Tinggal bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. Kalau berdua masih punya itikad baik dalam melangsungkan pernikahannya maka terus upayakan agar berusaha bisa tetap kokoh. Tapi kalau sudah tidak ada kemauan untuk bersatu, sebaiknya jangan dipaksakan. Efeknya kurang baik bagi anak untuk melihat orang tua yang bersatu tapi menderita. Nanti bisa2 dia berpikiran bahwa pernikahan = penderitaan. Maaf kalau kurang berkenan. Salam, sita On 6/8/08, melynn zezy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > dear mama2 smua, > > > > Salam kenal sebelumnya yah! Sebagai junior di ayahbunda, saya pengen minta > pendapat dan support. > > Sebelumnya, saya udah janji mau support temen baik saya yang mau bercerai > (pihak laki2 temen SMA saya). Yang perempuan juga udah curhat banyak sama > saya. Saya bilang mau bantuin sebisa saya buat jadi perantara mereka supaya > baik lagi. Usia perkawinannya 3 tahun lebih, anaknya 1 perempuan usia 3 > taonan. > > > > Tapi lama2, karena masalahnya makin rumit, saya kok jadi bingung yah. > Apalagi mereka berdua uda ngga mau ngomong. Saya serasa terjepit ditengah2. > > > > Akhir2 ini sudah mulai bawa2 masalah uang (karena rumah dan mobil smua > milik perempuan, jadi ditarik balik). Menurut saya bukan karena temen saya > ngga menafkahi istrinya, saya tau betul dia orang yang baik dan > bertanggungjawab. Dia bilang, harta bawaan memang pemberian mertua, tetapi > biaya hidup sehari2 sampai 5juta/bulan, dia smua yang tanggung dan cari > uang. Yang perempuan kan ibu rumah tangga full time urus anak. > > > > Ada yang support ke saya, karena perkawinan Katolik, harus tetap satu kali > saja, tidak ada kata bercerai. Apalagi baru melangkah 3 taon saja. > > > > Tapi begitu ruwetnya persoalan sampai2 saya merasa temen saya yang laki2 > ini sudah tidak mampu memberi maaf lagi, begitu sakit hati karena tidak > dihargai. Dia mengaku ke saya katanya sudah tidak ada rasa lagi sama > istrinya. Sampai2 saya menyerah juga dan mendukung perceraiannya. > > > > Menurut mbak2 smua... gimana enaknya? apakah memang sebaik2nya perkawinan > itu tidak usah bercerai, dan apapun yang terjadi harus dibuat baik lagi yah? > jadi bingung, karena saya juga baru 3 taon menikah hehe.. > > > > Thanks sebelumnya! > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com > > -- "Iqra, Iman, Ilmu, Amal" Civilization is defined by the presence of cats - Unknown agatogata.multiply.com agatogata.blogspot.com
