divorce?....... absolutely NO !!!! Ask your friend to do conselling to pastor in the church and to psychologist / marriage conselor. Nothing is impossible..
Ask him to be more greatfull for having a wife and kid. Think how many people is still strugle to get a wife. Think how many people is still struggle to get a kid. Marriage is not a game, it's a process.. Will your friend sure that he's going to be more happy if he's single? I guess not. He must be more stressed knowing that he has no one to share his work. Wealth Chu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear Melynn, Ikutan sharing ya.. Di dalam perkawinan, saya rasa perlu adanya rasa cinta dan saling menghargai ya.. Kalau ga ada cinta dan ga bisa saling menghargai emang sulit banget untuk menyatukan mereka.. Menurut pendapat saya sih, paling dasar yang perlu dipertanyakkan adalah apakah masi ada rasa cinta. Kalau suaminya uda mati rasa sama istrinya, apakah si istri bisa mengambil kembali hati suaminya? Setiap manusia pasti ada kekurangan dan kelebihan masing2. Kalau ada rasa CINTA, baru pasutri bisa saling menghargai, saling jujur, membuat komitmen untuk kepentingan bersama, dan bisa saling percaya. Dan masing2 si istri dan si suami harus berKOMITMEN untuk menyatukan perbedaan yang ada. Sudah seharusnya pasutri tidak tergantung dengan orangtua apalagi soal materi, dan si istri harus menghargai suami dan mensupport suami. Kalau bisa memperbaiki perkawinan dan mempertahankannya sih lebih bagus, tapi kalau ga bisa perceraian bukan sesuatu yang buruk. Daripada anaknya stress liat orangtuanya berantem melulu. Saya punya saudara sepupu (perempuan) yang bunuh diri karena tidak tahan melihat orangtua berantem dan saling cacimaki. Salam.. Andrew's Mom --- On Sun, 6/8/08, melynn zezy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: melynn zezy <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Ayahbunda-Online] (minta saran)support buat temen yg mau cerai To: [email protected] Date: Sunday, June 8, 2008, 9:54 AM dear mama2 smua, Salam kenal sebelumnya yah! Sebagai junior di ayahbunda, saya pengen minta pendapat dan support. Sebelumnya, saya udah janji mau support temen baik saya yang mau bercerai (pihak laki2 temen SMA saya). Yang perempuan juga udah curhat banyak sama saya. Saya bilang mau bantuin sebisa saya buat jadi perantara mereka supaya baik lagi. Usia perkawinannya 3 tahun lebih, anaknya 1 perempuan usia 3 taonan. Tapi lama2, karena masalahnya makin rumit, saya kok jadi bingung yah. Apalagi mereka berdua uda ngga mau ngomong. Saya serasa terjepit ditengah2. Akhir2 ini sudah mulai bawa2 masalah uang (karena rumah dan mobil smua milik perempuan, jadi ditarik balik). Menurut saya bukan karena temen saya ngga menafkahi istrinya, saya tau betul dia orang yang baik dan bertanggungjawab. Dia bilang, harta bawaan memang pemberian mertua, tetapi biaya hidup sehari2 sampai 5juta/bulan, dia smua yang tanggung dan cari uang. Yang perempuan kan ibu rumah tangga full time urus anak. Ada yang support ke saya, karena perkawinan Katolik, harus tetap satu kali saja, tidak ada kata bercerai. Apalagi baru melangkah 3 taon saja. Tapi begitu ruwetnya persoalan sampai2 saya merasa temen saya yang laki2 ini sudah tidak mampu memberi maaf lagi, begitu sakit hati karena tidak dihargai. Dia mengaku ke saya katanya sudah tidak ada rasa lagi sama istrinya. Sampai2 saya menyerah juga dan mendukung perceraiannya. Menurut mbak2 smua... gimana enaknya? apakah memang sebaik2nya perkawinan itu tidak usah bercerai, dan apapun yang terjadi harus dibuat baik lagi yah? jadi bingung, karena saya juga baru 3 taon menikah hehe.. Thanks sebelumnya! Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com
