Mbak Melynn.. Hmm, saya cuma bisa sedikit sharing ya.. Memang sebaiknya tidak ada perkawinan yang berakhir dengan perceraian.. Sama dengan semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya, apabila ada masalah tentunya diharapkan bisa diselesaikan dengan baik, tanpa perlu bercerai.. Idealnya siy begitu.. Tadinya saya juga beranggapan begitu..
Tapi.. Ternyata terkadang ada situasi di mana kedua belah pihak sudah TIDAK INGIN menyelesaikan permasalahannya.. Bisa jadi karena sama2 berkeras dengan pemikiran masing2.. Bisa jadi karena salah satu pihak tidak kooperatif dalam usaha penyelesaian masalah.. Biasanya kalau suatu permasalahan dibiarkan larut dan berlama2 penyelesaiannya, bisa memudarkan rasa cinta.. Sampai pada titik merasa tidak lagi bisa menyayangi pasangannya.. Kalo sudah sampai pada titik ini, biasanya masing2 pihak sudah tidak mau mengalah.. Dan saling menyakiti satu sama lain.. Lebih kasian lagi kalo dalam lingkaran perkawinan itu juga ada anak2 yang terlibat.. Kasian mereka menyaksikan pertengkaran orang tuanya yang tiada habisnya.. Nah, kalo sudah sampai di titik ini, apakah mempertahakankan rumah tangga "semu" jadi jalan keluarnya? Mungkin dengan bercerai semuanya jadi lebih baik? suami bisa menjadi orang yang lebih baik, istri juga demikian, otomatis anak2 bisa lebih bahagia.. Ga selamanya lho anak2 yang punya ortu bercerai itu broken home.. Kenapa ya saya bisa ngomong begini..? hmm..saya cerita de kisah kelabunya.. tanpa bermaksud membuka aib siapa2.. karena bagi saya ini bukan aib.. cerai bukan aib kok.. saya punya ortu yang saat ini sedang mengurus perceraian.. Apakah nantinya bercerai atau rujuk lagi? hmm, saya serahkan pada Allah SWT..Ia pasti punya rencana yang terbaik bagi hambaNya.. dan saya..mendukung perceraian ini.. Karena saya sudah lelah, sudah letih dengan proses perdamaian yang tidak ada titik temunya.. saya rasa dengan bercerai kedua ortu bisa menjadi lebih baik.. dan situasi menjadi lebih kondusif.. saya tidak menyalahkan siapa2, menurut saya komonikasi yang tidak berjalan baik adalah salah kedua belah pihak.. kalopun mereka memutuskan rujuk lagi, saya tetap mendukung dengan catatan mereka memang melakukan perbaikan.. Nah mbak, saran untuk bercerai sebenarnya sudah terlontar dari beberapa orang sejak dulu2.. tapi ortu memutuskan tidak, karena kalo cerai dianggap aib, tabu, kasian anak2, dll.. Padahal dengan tidak bercerai anak2 malah lebih kasian lagi.. Kalolah sekarang keduanya memutuskan bercerai, pada saat usia sudah tua pula, malah terdengar lucu ya.. udah punya cucu kok malah cerai.. tapi orang kan tidak mengalami dan merasakan apa yang mereka rasakan kan ya..? Bagaimana bisa berempati kalo tidak bisa melihat dari sudut pandang yang sama..? So moms.. menurut saya, cerai adalah jalan terakhir.. pilihan yang patut kita tempatkan di opsi terujung.. tapi bukan berarti kita harus malu karenanya.. saya yakin tidak ada orang normal yang merencanakan untuk bercerai.. apabila itu terjadi pada pasangan2 tertentu, mari kita tidak "men- judge" mereka macam2.. mereka sudah merasakan sakit yang tidak kita rasakan, apa hak kita untuk berkomentar buruk..? Mbak melynn.. saat ini kondisi teman mbak pasti hanya mereka dan mungkin mbak yang tau.. seberapa parahkah..? kalo masih bisa diselamatkan mari dibantu.. apalagi masih baru..mungkin masih belum lengkap penyesuaiannya.. apabila tidak lagi bisa diselamatkan, ada baiknya mbak membantu.. memberi dukungan moril, bagi keduanya, dan jangan lupa untuk anaknya.. ga semua anak2 korban perceraian bernasib "buruk".. at least, saya ingin membuktikannya.. Moms, saya sendiri awalnya malu dengan gagasan ortu ini.. tapi saya jadi berfikir ulang, kenapa harus malu?? saya tidak malu.. dan bercerita di milis ini saya jadikan suatu therapy untuk tidak menjadi malu.. karena apabila mereka jadi bercerai, saya harus sudah lulus dari therapy tidak malu ini.. dan terus terang, saya lebih malu punya ortu yang bertengkar terus menerus daripada punya ortu dengan status bercerai.. moms, doakan ortu saya dapat jalan keluar terbaik ya.. dan doakan saya lulus dari therapy saya.. hehe.. thx moms..:) fany - nda shaliha tidak boleh malu!
