Saya teringat almarhum ibu mertua  yang nun jauh disana... kami menikah di kota 
yang jauh dari tempat tinggal ibu mertua, dan karena ibu mertua sudah terlalu 
tua untuk travelling jauh  (87 tahun), jadi nggak bisa hadir.
Suamiku bilang kalau ibu mertuaku orangnya sarakasme (suka nylekit kalau 
ngomong), walah.... aku dah siap2... sakit hati...ooh, ternyata Dorothy (aku 
panggil nama gadisnya) orangnya baik sekali, kadang sih... suka nyinyir... 
setiap gerakkan diperhatikan, maklum dia tidak pernah punya menantu orang 
asia.... 
"kenapa kamu pakai sepatu kok diinjak belakangnya ?" tanya dia nggak ngerti
"di Indonesia kalau pake sepatu kayak gini semua" abis aku nggak sreg pakai 
sepatu di rumah... tapi karena kebiasaan mereka pakai sepatu di dalam rumah, no 
slipper...
Mertuaku bengong nggak ngerti... akhirnya manggut2... padahal memang tak 
bohongi..hehehehehe....dan pada suatu pagi ...
"tri, kenapa kamu makan anggur pagi hari, nanti sakit perut" pas kebeneran 
waktu itu musim petik anggur, jadi harga anggur disana murah banget....
"seger kok" dia tetap menatap aku, nggak ngerti, kenapa orang asia makan anggur 
sekilo waktu pagi hari... tapi aku tetap cuek makan....
"mau coba ?"  aku nawarin.... dia mikir dan akhirnya, dia bilang "okay, aku 
minta anggurnya" dan aku bilang "nanti kamu sakit perut lho"... dia nyengir...
dan masih banyak lagi perkataan2 yang kadang bikin sakit hati, tapi aku ingat 
kata2 ibuku, anggap mertua mu adalah ibumu juga, kalau dah mau sama anaknya 
harus mau sama ibu dan keluarganya siapapun mereka... aku manut... tapi 
akhirnya waktu Dorothy sudah pikun, dia hanya tau saya sebagai anaknya, bukan 
suami saya sebagai anaknya... 
Bangganya, kalau dia tanya ke saya, siapa nama suami kamu ? lho ini anak mu.. 
dia bilang bukan, aku hanya punya anak perempuan, namanya Tree sambil nunjuk 
pohon..
Beliau meninggal pada usia 94 tahun.....
Thank you, Dorothy, you are always in my heart... love you...
Maaf ya, saya jadi curhat... nih, aku kok jadi kangen sama mertuaku...(kok, aku 
jadi nangis sih..).... huh...
 
Maknya Bejjo


--- On Wed, 10/15/08, Estiningtyas W <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Estiningtyas W <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [Ayahbunda-Online] gimana menghadapi ibu mertua?
To: [email protected]
Date: Wednesday, October 15, 2008, 4:29 PM








 
Hmmm…sekian banyak share para bunda tentang ibu mertua…
Mungkin yang bisa saya sarankan di sini adalah bersabar. Bagaimana pun beliau 
adalah ibunda suami kita…orang yang kita sayangi…..
Ga ada salahnya kita selalu mengalah dan tolerir terhadap orang yang telah 
membesarkan suami kita…..
 
Duh mungkin ga gampang yah apply apa yang saya bilang di atas…karena memang 
alhamdulilah saya ga pernah mengalami konflik dengan mertua. Setelah di 
tinggalkan ibu kandung saya untuk selamanya sejak usia 6 thn, saya baru benar2 
bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dari ibu mertua saya. Oooo….jadi begini 
rasanya punya ibu…setelah sekian lama ga ada sosok ibu buat saya.
 
Tapi mom, akan menjadi lebih baik jika kita yang menahan diri untuk tidak 
terbawa emosi jika memang terjadi konflik dengan mertua…spt bunda2 lain yg 
sudah kasih advise…ga perlu membalas omongan jika ada komentar…mungkin diam 
adalah emas…tapi mengalah bukan berarti kalah kan…dan di sini ga ada kalah dan 
menang…karena ga mungkin kan seorang ibu mendoa-kan anaknya jelek…(kalo yg di 
doakan menantunya,kan pasti anaknya juga yg di doakan…)…apalagi kalo menikah 
dengan restu beliau…pastilah beliau sayang juga ke menantunya….yang pasti doa 
yang tak pernah putus pastilah nanti akan ada balasnya…semoga bunda bisa tabah 
yah… 
 
Salam,
Esti (Mama Arya 22 bln)









 













From: Ferri Damayanti Artika Wijaya <[EMAIL PROTECTED] co.id>
Date: Thu, 9 Oct 2008 10:59:44 +0700 (ICT)
To: ayah bunda<ayahbunda-online@ yahoogroups. com>
Subject: [Ayahbunda-Online] gimana menghadapi ibu mertua?


sebenarnya sudah banyak permasalahan seperti ini dibahas dalam forum ini, tapi 
nggak ada salahnya saya mencoba untuk share dengan bunda semua.
selama 2.5 taun perkawinan saya, selalu rapor merah yang saya terima dari ibu 
mertua. posisi suami saya adalah pertama di keluarga dengan 2 orang adek, satu 
sudah bekerja dan satunya lagi sedang skripsi. sementara bapak mertua sudah 
hampir 5 taun yang lalu meninggal. semula saya menganggap semua ini karna 
posisi suami saya yang selama ini menjadi kepala keluarga mengganti alm. bapak, 
kini harus berbagi dengan keluarga 
bunda bia,




Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain! 
 



Dapatkan alamat Email baru Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! 
 














      

Kirim email ke