dear all mom, 

just sharing story laporan pandangan mata ..
sekarang ini (dalam arti harafiah, baca: detik ini ) saya sedang berada di 
dalam kelas Pekerti-AA (serba-serba ilmu mengajar).

Yang bikin takjub, instrukturnya ibu-ibu, senior bangett... bayangkan saja, 
sudah mulai mengajar sejak tahun 1957 .. 
tapi wawasannya luas, kami sekelas KO kalo diajak brainstorming, lincah klo 
pake laptop, bahan presentasinya keren.  Sempat putar video clip tentang global 
warming sebagai bahan brain storming. Pokoknya figur yang bikin shock dehh..

Tapi ucapan beliau sering bikin saya bingung, "Saat menghadapi mertua, saya 
harus bisa menangkap pola kebiasaan-kebiasaan beliau, dan untuk menghindari 
friksi ya harus bisa bertindak antisipatif berdasarkan pola-pola yang telah 
saya ketahui ...

Kalimat tersebut diulang hingga dua kali...
Hitungan kasar saya, beliau sudah mengajar selama 51 tahun, jadi umur sekitar 
70 tahun .. dan ucapan beliau tentang mertua bukan mengacu ke peristiwa lampau, 
tapi sekarang .. :P

Saya bayangkan bahwa beliau figur yang tangguh, bagaimana menjadi mertua yang 
cool, tapi di lain pihak beliau juga jadi menantu .. 



  ----- Original Message ----- 
  From: Kundarwati Tri 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, October 15, 2008 7:43 AM
  Subject: RE: [Ayahbunda-Online] gimana menghadapi ibu mertua?


        Saya teringat almarhum ibu mertua  yang nun jauh disana... kami menikah 
di kota yang jauh dari tempat tinggal ibu mertua, dan karena ibu mertua sudah 
terlalu tua untuk travelling jauh  (87 tahun), jadi nggak bisa hadir.
        Suamiku bilang kalau ibu mertuaku orangnya sarakasme (suka nylekit 
kalau ngomong), walah.... aku dah siap2... sakit hati...ooh, ternyata Dorothy 
(aku panggil nama gadisnya) orangnya baik sekali, kadang sih... suka nyinyir... 
setiap gerakkan diperhatikan, maklum dia tidak pernah punya menantu orang 
asia.... 
        "kenapa kamu pakai sepatu kok diinjak belakangnya ?" tanya dia nggak 
ngerti
        "di Indonesia kalau pake sepatu kayak gini semua" abis aku nggak sreg 
pakai sepatu di rumah... tapi karena kebiasaan mereka pakai sepatu di dalam 
rumah, no slipper...
        Mertuaku bengong nggak ngerti... akhirnya manggut2... padahal memang 
tak bohongi..hehehehehe....dan pada suatu pagi ...
        "tri, kenapa kamu makan anggur pagi hari, nanti sakit perut" pas 
kebeneran waktu itu musim petik anggur, jadi harga anggur disana murah 
banget....
        "seger kok" dia tetap menatap aku, nggak ngerti, kenapa orang asia 
makan anggur sekilo waktu pagi hari... tapi aku tetap cuek makan....
        "mau coba ?"  aku nawarin.... dia mikir dan akhirnya, dia bilang "okay, 
aku minta anggurnya" dan aku bilang "nanti kamu sakit perut lho"... dia 
nyengir...
        dan masih banyak lagi perkataan2 yang kadang bikin sakit hati, tapi aku 
ingat kata2 ibuku, anggap mertua mu adalah ibumu juga, kalau dah mau sama 
anaknya harus mau sama ibu dan keluarganya siapapun mereka... aku manut... tapi 
akhirnya waktu Dorothy sudah pikun, dia hanya tau saya sebagai anaknya, bukan 
suami saya sebagai anaknya... 
        Bangganya, kalau dia tanya ke saya, siapa nama suami kamu ? lho ini 
anak mu.. dia bilang bukan, aku hanya punya anak perempuan, namanya Tree sambil 
nunjuk pohon..
        Beliau meninggal pada usia 94 tahun.....
        Thank you, Dorothy, you are always in my heart... love you...
        Maaf ya, saya jadi curhat... nih, aku kok jadi kangen sama 
mertuaku...(kok, aku jadi nangis sih..).... huh...

        Maknya Bejjo


        --- On Wed, 10/15/08, Estiningtyas W <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

          From: Estiningtyas W <[EMAIL PROTECTED]>
          Subject: RE: [Ayahbunda-Online] gimana menghadapi ibu mertua?
          To: [email protected]
          Date: Wednesday, October 15, 2008, 4:29 PM




          Hmmm…sekian banyak share para bunda tentang ibu mertua…

          Mungkin yang bisa saya sarankan di sini adalah bersabar. Bagaimana 
pun beliau adalah ibunda suami kita…orang yang kita sayangi…..

          Ga ada salahnya kita selalu mengalah dan tolerir terhadap orang yang 
telah membesarkan suami kita…..

           

          Duh mungkin ga gampang yah apply apa yang saya bilang di atas…karena 
memang alhamdulilah saya ga pernah mengalami konflik dengan mertua. Setelah di 
tinggalkan ibu kandung saya untuk selamanya sejak usia 6 thn, saya baru benar2 
bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dari ibu mertua saya. Oooo….jadi begini 
rasanya punya ibu…setelah sekian lama ga ada sosok ibu buat saya. 

           

          Tapi mom, akan menjadi lebih baik jika kita yang menahan diri untuk 
tidak terbawa emosi jika memang terjadi konflik dengan mertua…spt bunda2 lain 
yg sudah kasih advise…ga perlu membalas omongan jika ada komentar…mungkin diam 
adalah emas…tapi mengalah bukan berarti kalah kan…dan di sini ga ada kalah dan 
menang…karena ga mungkin kan seorang ibu mendoa-kan anaknya jelek…(kalo yg di 
doakan menantunya,kan pasti anaknya juga yg di doakan…)…apalagi kalo menikah 
dengan restu beliau…pastilah beliau sayang juga ke menantunya….yang pasti doa 
yang tak pernah putus pastilah nanti akan ada balasnya…semoga bunda bisa tabah 
yah… 

           

          Salam, 

          Esti (Mama Arya 22 bln) 


----------------------------------------------------------------------




--------------------------------------------------------------

                  From: Ferri Damayanti Artika Wijaya <[EMAIL PROTECTED] co.id>
                  Date: Thu, 9 Oct 2008 10:59:44 +0700 (ICT)
                  To: ayah bunda<ayahbunda-online@ yahoogroups. com>
                  Subject: [Ayahbunda-Online] gimana menghadapi ibu mertua?

                  sebenarnya sudah banyak permasalahan seperti ini dibahas 
dalam forum ini, tapi nggak ada salahnya saya mencoba untuk share dengan bunda 
semua.
                  selama 2.5 taun perkawinan saya, selalu rapor merah yang saya 
terima dari ibu mertua. posisi suami saya adalah pertama di keluarga dengan 2 
orang adek, satu sudah bekerja dan satunya lagi sedang skripsi. sementara bapak 
mertua sudah hampir 5 taun yang lalu meninggal. semula saya menganggap semua 
ini karna posisi suami saya yang selama ini menjadi kepala keluarga mengganti 
alm. bapak, kini harus berbagi dengan keluarga 
                  bunda bia,


--------------------------------------------------------------

                  Nama baru untuk Anda! 
                  Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail 
dan @rocketmail. 
                  Cepat sebelum diambil orang lain! 
               



----------------------------------------------------------------------

          Dapatkan alamat Email baru Anda! 
          Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! 

       



   

Kirim email ke