hahaha....ajiiiiib
pasti di malaysia ga ada yg niru

Pada 28 Agustus 2009 05:22, mediacare <[email protected]> menulis:

>
>
> Kalau istilah Rondo Royal memang sudah lama dipakai. Ada makanan lain yang
> juga namanya unik yaitu Rondo Kemul dan Semar Mendem.
>
>
>
>
> Please add my Facebook:
> Radityo Indonesia
> Mediacare Indonesia
>
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* Caroline, Helena <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, August 26, 2009 11:37 PM
> *Subject:* RE: [bango-mania] Janda Royal dan Bajingan
>
>
>
> Cak Uban,
>
> Kalau menurut saya asal nama Rondo Royal dan Bajingan itu bukan terobosan
> Mrketing untuk meng up grade penjualan.
> Tapi lebih terikat dengan latar belakang siosiologi dan historis dari
> daerah asal makanan tersebut.
>
> Beberapa nama bahkan sudah exist sebelum konsep marketing dikenal di
> Indonesia ;)
>
> Rgds,
>
> Helena Caroline
>
>  ------------------------------
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *mediacare
> *Sent:* Friday, August 28, 2009 3:20 AM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: [bango-mania] Janda Royal dan Bajingan
>
>
>
> Apalah arti sebuah nama Cak Uban. Setiap orang bebas pakai nama apa saja,
> daripada meniru yang sudah ada, kan nanti malah dituding menjiplak?
>
> Lha kalau orang mengira  Baksonya Cak Uban dicampur uban gimana?
>
>
>
> Please add my Facebook:
> Radityo Indonesia
> Mediacare Indonesia
>
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* BaksoBakwan Malang Cak Uban <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, August 26, 2009 10:57 PM
> *Subject:* Re: [bango-mania] Janda Royal dan Bajingan
>
>
>
> Dear Bango Mania,
> Ya urun rembug saja, tendensinya pengusaha kuliner membuat terobosan dengan
> nama2 yg aneh utk menggugah rasa ingin tahu orang, karena penasaran jadi
> mampir, selama nama itu masih bersifat normal sih sah2 saja, tetapi kalau
> sudah terlalu vulgar kita jadinya miris melihatnya, walaupun yang membuat
> nama juga merasa bahwa itu haknya.
> Sebagai contoh kita tengok Rawon Setan, bayangkan seandainya anda sebagai
> seorang yang beragama, membuka warung Rawon Setan, meskipun itu hanya nama,
> bagaimana pandangan orang terhadap kata2 itu, bukankah agama apapun melarang
> kita berkolaborasi dengan setan????? Lha kok kita menjual product dengan
> nama Setan????
> Bagaimana menurut pendapat Bangoers yang lain?
> Jangan sampai muncul Rawon Gendruwo atau Rawon Memedi, Rawon Kuntilanak
> dstnya.
> Sekian.
> BSD
>
> 2009/8/25 Abdur Rohman <[email protected]>
>
>>
>>
>>   Janda Royal dan 
>> Bajingan<http://bango-mania.blogspot.com/2009/08/janda-royal-dan-bajingan.html>
>> <http://1.bp.blogspot.com/_1UBceOIeXWs/SokAqxKC-rI/AAAAAAAAAGc/fzjs7Hlb5mg/s200/Rondo-Royal.JPG>
>> Hmm…jangan kaget ah baca judulnya. Ini bukan judul sinetron ataupun novel.
>> Tapi, itu nama dua jenis makanan di Jawa Tengah. Darimana pun asal kita,
>> pasti ngiler kan kalau terkenang berbagai jenis makanan lezat dari kampung
>> halaman. Bukan saja rasanya, namanya mungkin juga membangkitkan nostalgia
>> tersendiri. Bagi yang telah merantau kemana-mana, barangkali kini telah tahu
>> bahwa makanan yang namanya Anu di daerah asal kita belum tentu memiliki
>> sebutan yang sama di daerah lain.
>>
>> Rondo (Janda) Royal adalah potongan tapai singkong yang tengahnya diberi
>> gula merah lalu di celup ke cairan tepung dan digoreng. Karena tapai yang
>> sudah manis itu masih dipermanis lagi dengan gula merah, makanya panganan
>> ini disebut Rondo Royal. Sedangkan tapai singkong yang digoreng tepung saja
>> tanpa gula merah di dalamnya di sebut Rondo Kemul (Janda Berselimut
>> hi..hi..).
>>
>> Bajingan adalah sebutan untuk singkong yang dikukus lalu di masukkan ke
>> cairan gula merah (juruh) yang sudah diberi kayu manis, jahe dan sedikit
>> garam. Hmm..jadi inget, di daerah nenekku di Jawa Tengah juga, namanya malah
>> menjurus ke porno yaitu p**i gupak (maaf sensor!)
>>
>> Masih banyak lagi makanan yang namanya aneh-aneh, misalnya Balung Kuwok
>> (tulang tua), yaitu makanan dari singkong rebus yang diiris-iris tipis,
>> dijemur lalu di goreng sebelum dimasukkan ke cairan gula pasir atau guma
>> merah kental sekali sehingga menjadi kripik singkong manis.
>>
>> Ada juga Bapak Pucung, yaitu singkong parut si campur parutan kelapa
>> setengah muda, diberi gula dan garam lalu diberi warna hijau dan sebagian
>> lagi merah, kemudian dibungkus seperti lontong, lalu dikukus. Setelah
>> matang, daun pembungkusnya dibuka dan isinya diiris-iris.
>>
>> Kalau adonan Bapak Pucung diisi dengan pisang sebelum dikukus, namanya
>> berubah menjadi Kacamata. Karena kalau dua iris kue berisi pisang ini
>> disandingkan, bentuknya menjadi mirip kacamata.
>>
>> Ada lagi kue yang bernama Kuping Lowo (telinga kelelawar). Bentuknya yang
>> lancip di dua ujungnya mungkin dianggap seperti telinga kelelawar. Rasanya?
>> hmm… mirip Telur Gabus yang diselaputi gula putih.
>>
>> Sekarang saya juga baru tahu bahwa makanan yang disebut Krasikan di Jawa
>> Tengah, disebut Kue Ladu di Jawa Barat, padahal keduanya persis sama.
>> Ketimus di Jawa Barat adalah Lemet di Jawa Tengah. Tapi yang namanya Timus
>> di Jawa Tengah adalah Kue Ubi di Jawa Barat. Gedang di Jawa Barat adalah
>> Pepaya. Padahal, di Jawa Tengah yang disebut gedang adalah Pisang!
>>
>> Masih ada lagi, Gambas di Jawa Barat adalah labu siam, sedangkan di Jawa
>> Tengah gambas adalah oyong. Labu siam di Jawa Tengah disebut Waluh Jipang
>> dan di Jawa Timur di sebut Manisa.
>>
>>
>> <http://1.bp.blogspot.com/_1UBceOIeXWs/SokC1-n-cEI/AAAAAAAAAG8/zxYLqxQ56G8/s400/Misroku.jpg>Pernah
>>  dengar kue dari singkong yang diisi gula merah di Jawa Barat yang
>> disebut Misro? Konon Misro singkatan dari amis di jero. Amis di Jawa Barat
>> artinya manis, bukan anyir. Jadi artinya “manis di dalam”. Orang Jawa Tengah
>> mengenal makanan yang serupa, tapi namanya adalah Cemplon (artinya perempuan
>> kecil montok yang berwajah manis).
>>
>> Begitulah Indonesia, negara kita yang terdiri dari berbagai suku dan
>> daerah sehingga menciptakan keberanekaragaman dalam banyak hal, termasuk
>> makanan. Lain lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalang, lain daerah
>> lain sebutannya. Btw, walau berbeda toh tetap satu kan ? satu bangsa, satu
>> bahasa, satu tanah air, Indonesia. Dirgahayu Bangsaku, semoga makin berjaya!
>>
>> Sumber: 
>> http://anied.tehobenk.com<http://anied.tehobenk.com/kuliner/janda-royal-dan-bajingan/#more-1327>
>> Kunjungi selalu BLOG BANGOMANIA di http://bango-mania.blogspot.com
>>
>
>    
>

Kirim email ke