Caroline,
Thanks utk penjelasannya, milis itu menurut saya utk saling bertukar pikiran
juga, bukan sekedar info2 saja, dengan kita berdebat ini kita juga belajar
banyak, buktinya dari komentar2 yang keluar itu membuat milis ini jadi
hidup, tidak one way communication, anda menerima saja atau anda mengirim
saja.
Buktinya kita bertambah pengetahuannya dengan nama waluh Jipang, gambas
didaerah mana, itu wawasan kita nambah.
Sekian.

2009/8/27 Caroline, Helena <[email protected]>

>
>
> Cak Uban,
>
> Kalau menurut saya asal nama Rondo Royal dan Bajingan itu bukan terobosan
> Mrketing untuk meng up grade penjualan.
> Tapi lebih terikat dengan latar belakang siosiologi dan historis dari
> daerah asal makanan tersebut.
>
> Beberapa nama bahkan sudah exist sebelum konsep marketing dikenal di
> Indonesia ;)
>
> Rgds,
>
> Helena Caroline
>
>  ------------------------------
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *mediacare
> *Sent:* Friday, August 28, 2009 3:20 AM
> *To:* [email protected]
>  *Subject:* Re: [bango-mania] Janda Royal dan Bajingan
>
>
>
> Apalah arti sebuah nama Cak Uban. Setiap orang bebas pakai nama apa saja,
> daripada meniru yang sudah ada, kan nanti malah dituding menjiplak?
>
> Lha kalau orang mengira  Baksonya Cak Uban dicampur uban gimana?
>
>
>
> Please add my Facebook:
> Radityo Indonesia
> Mediacare Indonesia
>
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* BaksoBakwan Malang Cak Uban <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, August 26, 2009 10:57 PM
> *Subject:* Re: [bango-mania] Janda Royal dan Bajingan
>
>
>
> Dear Bango Mania,
> Ya urun rembug saja, tendensinya pengusaha kuliner membuat terobosan dengan
> nama2 yg aneh utk menggugah rasa ingin tahu orang, karena penasaran jadi
> mampir, selama nama itu masih bersifat normal sih sah2 saja, tetapi kalau
> sudah terlalu vulgar kita jadinya miris melihatnya, walaupun yang membuat
> nama juga merasa bahwa itu haknya.
> Sebagai contoh kita tengok Rawon Setan, bayangkan seandainya anda sebagai
> seorang yang beragama, membuka warung Rawon Setan, meskipun itu hanya nama,
> bagaimana pandangan orang terhadap kata2 itu, bukankah agama apapun melarang
> kita berkolaborasi dengan setan????? Lha kok kita menjual product dengan
> nama Setan????
> Bagaimana menurut pendapat Bangoers yang lain?
> Jangan sampai muncul Rawon Gendruwo atau Rawon Memedi, Rawon Kuntilanak
> dstnya.
> Sekian.
> BSD
>
> 2009/8/25 Abdur Rohman <[email protected]>
>
>>
>>
>>   Janda Royal dan 
>> Bajingan<http://bango-mania.blogspot.com/2009/08/janda-royal-dan-bajingan.html>
>> <http://1.bp.blogspot.com/_1UBceOIeXWs/SokAqxKC-rI/AAAAAAAAAGc/fzjs7Hlb5mg/s200/Rondo-Royal.JPG>
>> Hmm…jangan kaget ah baca judulnya. Ini bukan judul sinetron ataupun novel.
>> Tapi, itu nama dua jenis makanan di Jawa Tengah. Darimana pun asal kita,
>> pasti ngiler kan kalau terkenang berbagai jenis makanan lezat dari kampung
>> halaman. Bukan saja rasanya, namanya mungkin juga membangkitkan nostalgia
>> tersendiri. Bagi yang telah merantau kemana-mana, barangkali kini telah tahu
>> bahwa makanan yang namanya Anu di daerah asal kita belum tentu memiliki
>> sebutan yang sama di daerah lain.
>>
>> Rondo (Janda) Royal adalah potongan tapai singkong yang tengahnya diberi
>> gula merah lalu di celup ke cairan tepung dan digoreng. Karena tapai yang
>> sudah manis itu masih dipermanis lagi dengan gula merah, makanya panganan
>> ini disebut Rondo Royal. Sedangkan tapai singkong yang digoreng tepung saja
>> tanpa gula merah di dalamnya di sebut Rondo Kemul (Janda Berselimut
>> hi..hi..).
>>
>> Bajingan adalah sebutan untuk singkong yang dikukus lalu di masukkan ke
>> cairan gula merah (juruh) yang sudah diberi kayu manis, jahe dan sedikit
>> garam. Hmm..jadi inget, di daerah nenekku di Jawa Tengah juga, namanya malah
>> menjurus ke porno yaitu p**i gupak (maaf sensor!)
>>
>> Masih banyak lagi makanan yang namanya aneh-aneh, misalnya Balung Kuwok
>> (tulang tua), yaitu makanan dari singkong rebus yang diiris-iris tipis,
>> dijemur lalu di goreng sebelum dimasukkan ke cairan gula pasir atau guma
>> merah kental sekali sehingga menjadi kripik singkong manis.
>>
>> Ada juga Bapak Pucung, yaitu singkong parut si campur parutan kelapa
>> setengah muda, diberi gula dan garam lalu diberi warna hijau dan sebagian
>> lagi merah, kemudian dibungkus seperti lontong, lalu dikukus. Setelah
>> matang, daun pembungkusnya dibuka dan isinya diiris-iris.
>>
>> Kalau adonan Bapak Pucung diisi dengan pisang sebelum dikukus, namanya
>> berubah menjadi Kacamata. Karena kalau dua iris kue berisi pisang ini
>> disandingkan, bentuknya menjadi mirip kacamata.
>>
>> Ada lagi kue yang bernama Kuping Lowo (telinga kelelawar). Bentuknya yang
>> lancip di dua ujungnya mungkin dianggap seperti telinga kelelawar. Rasanya?
>> hmm… mirip Telur Gabus yang diselaputi gula putih.
>>
>> Sekarang saya juga baru tahu bahwa makanan yang disebut Krasikan di Jawa
>> Tengah, disebut Kue Ladu di Jawa Barat, padahal keduanya persis sama.
>> Ketimus di Jawa Barat adalah Lemet di Jawa Tengah. Tapi yang namanya Timus
>> di Jawa Tengah adalah Kue Ubi di Jawa Barat. Gedang di Jawa Barat adalah
>> Pepaya. Padahal, di Jawa Tengah yang disebut gedang adalah Pisang!
>>
>> Masih ada lagi, Gambas di Jawa Barat adalah labu siam, sedangkan di Jawa
>> Tengah gambas adalah oyong. Labu siam di Jawa Tengah disebut Waluh Jipang
>> dan di Jawa Timur di sebut Manisa.
>>
>>
>> <http://1.bp.blogspot.com/_1UBceOIeXWs/SokC1-n-cEI/AAAAAAAAAG8/zxYLqxQ56G8/s400/Misroku.jpg>Pernah
>>  dengar kue dari singkong yang diisi gula merah di Jawa Barat yang
>> disebut Misro? Konon Misro singkatan dari amis di jero. Amis di Jawa Barat
>> artinya manis, bukan anyir. Jadi artinya “manis di dalam”. Orang Jawa Tengah
>> mengenal makanan yang serupa, tapi namanya adalah Cemplon (artinya perempuan
>> kecil montok yang berwajah manis).
>>
>> Begitulah Indonesia, negara kita yang terdiri dari berbagai suku dan
>> daerah sehingga menciptakan keberanekaragaman dalam banyak hal, termasuk
>> makanan. Lain lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalang, lain daerah
>> lain sebutannya. Btw, walau berbeda toh tetap satu kan ? satu bangsa, satu
>> bahasa, satu tanah air, Indonesia. Dirgahayu Bangsaku, semoga makin berjaya!
>>
>> Sumber: 
>> http://anied.tehobenk.com<http://anied.tehobenk.com/kuliner/janda-royal-dan-bajingan/#more-1327>
>> Kunjungi selalu BLOG BANGOMANIA di http://bango-mania.blogspot.com
>>
>
>    
>

Kirim email ke