Cak Uban,

Setiap nama, pasti ada historisnya donk. Saya ingat betul julukan Rawon Setan, 
justru muncul karena tulisan teman wartawan. Yang menjuluki Rawon di Embong 
Malang ini, gara-garanya bukanya pas tengah malam. Teng !

Kalau sekarang sih (Rawon) setannya sudah berani 24 jam. Heheheh

Oh iya, di Malang ada loh Rawon Tuyul.... soalnya dagingnya kecil-kecil sak 
tuyul. Hehehehe..

Nurut saya gpp. Sah-sah saja. Bikin penasaran soalnya. 
    

--- On Thu, 8/27/09, BaksoBakwan Malang Cak Uban <[email protected]> wrote:

From: BaksoBakwan Malang Cak Uban <[email protected]>
Subject: Re: [bango-mania] Janda Royal dan Bajingan
To: [email protected]
Date: Thursday, August 27, 2009, 12:57 AM






 




    
                  Dear Bango Mania,
Ya urun rembug saja, tendensinya pengusaha kuliner membuat terobosan dengan 
nama2 yg aneh utk menggugah rasa ingin tahu orang, karena penasaran jadi 
mampir, selama nama itu masih bersifat normal sih sah2 saja, tetapi kalau sudah 
terlalu vulgar kita jadinya miris melihatnya, walaupun yang membuat nama juga 
merasa bahwa itu haknya.

Sebagai contoh kita tengok Rawon Setan, bayangkan seandainya anda sebagai 
seorang yang beragama, membuka warung Rawon Setan, meskipun itu hanya nama, 
bagaimana pandangan orang terhadap kata2 itu, bukankah agama apapun melarang 
kita berkolaborasi dengan setan????? Lha kok kita menjual product dengan nama 
Setan????

Bagaimana menurut pendapat Bangoers yang lain?
Jangan sampai muncul Rawon Gendruwo atau Rawon Memedi, Rawon Kuntilanak dstnya.
Sekian.
BSD


2009/8/25 Abdur Rohman <arohmanmail@ yahoo.com>


  








Janda Royal dan Bajingan 

Hmm…jangan kaget ah baca judulnya. Ini bukan judul sinetron ataupun novel. 
Tapi, itu nama dua jenis makanan di Jawa Tengah. Darimana pun asal kita, pasti 
ngiler kan kalau terkenang berbagai jenis makanan lezat dari kampung halaman. 
Bukan saja rasanya, namanya mungkin juga membangkitkan nostalgia tersendiri. 
Bagi yang telah merantau kemana-mana, barangkali kini telah tahu bahwa makanan 
yang namanya Anu di daerah asal kita belum tentu memiliki sebutan yang sama di 
daerah lain.


Rondo (Janda) Royal adalah potongan tapai singkong yang tengahnya diberi gula 
merah lalu di celup ke cairan tepung dan digoreng. Karena tapai yang sudah 
manis itu masih dipermanis lagi dengan gula merah, makanya panganan ini disebut 
Rondo Royal. Sedangkan tapai singkong yang digoreng tepung saja tanpa gula 
merah di dalamnya di sebut Rondo Kemul (Janda Berselimut hi..hi..).


Bajingan adalah sebutan untuk singkong yang dikukus lalu di masukkan ke cairan 
gula merah (juruh) yang sudah diberi kayu manis, jahe dan sedikit garam. 
Hmm..jadi inget, di daerah nenekku di Jawa Tengah juga, namanya malah menjurus 
ke porno yaitu p**i gupak (maaf sensor!)


Masih banyak lagi makanan yang namanya aneh-aneh, misalnya Balung Kuwok (tulang 
tua), yaitu makanan dari singkong rebus yang diiris-iris tipis, dijemur lalu di 
goreng sebelum dimasukkan ke cairan gula pasir atau guma merah kental sekali 
sehingga menjadi kripik singkong manis.


Ada juga Bapak Pucung, yaitu singkong parut si campur parutan kelapa setengah 
muda, diberi gula dan garam lalu diberi warna hijau dan sebagian lagi merah, 
kemudian dibungkus seperti lontong, lalu dikukus. Setelah matang, daun 
pembungkusnya dibuka dan isinya diiris-iris.


Kalau adonan Bapak Pucung diisi dengan pisang sebelum dikukus, namanya berubah 
menjadi Kacamata. Karena kalau dua iris kue berisi pisang ini disandingkan, 
bentuknya menjadi mirip kacamata.

Ada lagi kue yang bernama Kuping Lowo (telinga kelelawar). Bentuknya yang 
lancip di dua ujungnya mungkin dianggap seperti telinga kelelawar. Rasanya? 
hmm… mirip Telur Gabus yang diselaputi gula putih.


Sekarang saya juga baru tahu bahwa makanan yang disebut Krasikan di Jawa 
Tengah, disebut Kue Ladu di Jawa Barat, padahal keduanya persis sama. Ketimus 
di Jawa Barat adalah Lemet di Jawa Tengah. Tapi yang namanya Timus di Jawa 
Tengah adalah Kue Ubi di Jawa Barat. Gedang di Jawa Barat adalah Pepaya. 
Padahal, di Jawa Tengah yang disebut gedang adalah Pisang!


Masih ada lagi, Gambas di Jawa Barat adalah labu siam, sedangkan di Jawa Tengah 
gambas adalah oyong. Labu siam di Jawa Tengah disebut Waluh Jipang dan di Jawa 
Timur di sebut Manisa.

 Pernah dengar kue dari singkong yang diisi gula merah di Jawa Barat yang 
disebut Misro? Konon Misro singkatan dari amis di jero. Amis di Jawa Barat 
artinya manis, bukan anyir. Jadi artinya “manis di dalam”. Orang Jawa Tengah 
mengenal makanan yang serupa, tapi namanya adalah Cemplon (artinya perempuan 
kecil montok yang berwajah manis).


Begitulah Indonesia, negara kita yang terdiri dari berbagai suku dan daerah 
sehingga menciptakan keberanekaragaman dalam banyak hal, termasuk makanan. Lain 
lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalang, lain daerah lain sebutannya. 
Btw, walau berbeda toh tetap satu kan ? satu bangsa, satu bahasa, satu tanah 
air, Indonesia. Dirgahayu Bangsaku, semoga makin berjaya!


Sumber: http://anied. tehobenk. com
Kunjungi selalu BLOG BANGOMANIA di http://bango- mania.blogspot. com





 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke