Mun manggihan jalan nu buntu, kedah kumaha? Naha tabrak wae, da kagok asong, atawa balik mundur deui, teras neangan deui jalan nu pibenereun?
Leres saur Syafi'i, kumaha supirna we, sanajan panumpang kokoceakan sabab kuciwa kaputusan supir, da nu nyepeng konci jeung kendali kan sopir. Mun enya 'ide gila' beliau dilakukeun, kuring mah panuju kang kang SADDAM we lah gaganti supirna sakalian ..heuheu --- In [email protected], "Rahman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Keteladanan Semakin Sunyi > Syafi'i Ma'arif: Bangsa Ini Sudah Berada di Jalan Buntu > > Jakarta, Kompas - Sejak merdeka, Indonesia menghadapi masalah > kepemimpinan yang tidak atau kurang bertanggung jawab untuk mengisi > kemerdekaan. Padahal, rakyat Indonesia umumnya cukup patuh bila > pemimpinnya dapat diteladani. > > "Keteladanan inilah yang semakin sunyi dari waktu ke waktu," ujar Prof > Dr Ahmad Syafi'i Ma'arif dalam pidatonya di Graha Bhakti Budaya Taman > Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Selasa (22/11) malam. Syafi'i yang > dikenal sebagai intelektual Muslim moderat itu menyampaikan pidato > kebudayaan berjudul Pengkhianatan Kaum Intelektual Indonesia: > Perspektif Kebudayaan, dalam sebuah acara bertajuk Madah Negeriku yang > diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta. > > Syafi'i mencoba merumuskan siapa sesungguhnya golongan pengkhianat > bangsa, terutama pada era Orde Baru hingga era Reformasi ini. Secara > umum, para pengkhianat itu adalah siapa saja yang telah berkubang dosa > dan dusta yang menyebabkan bangsa ini menjadi rusak dan terpuruk > sampai batas yang sangat jauh. Mereka yang berkhianat terhadap > cita-cita proklamasi (menuju masyarakat adil, makmur, dan > sejahteraRed), bisa dari kalangan pejabat, intelektual, ulama, > pemimpin agama, maupun pelaku bisnis yang main kongkalikong. > > Mereka yang telah menjual kedaulatan bangsa kepada pihak asing, tetapi > sulit ditangkap oleh radar rakyat banyak, menurut Syafi'i, juga berada > dalam kategori pengkhianat. Namun, yang paling bertanggung jawab atas > terjadinya proses pembusukan bangsa dan negara ini, kata dia, adalah > pemimpin formal. Sebab, kekuasaan tertinggi berada di tangan para > pemimpin formal. > > "Jika kita memang tak mampu mengurus negara yang elok ini, saya pernah > mengusulkan agar tidak malu-malu meminjam tenaga bangsa lain untuk > membantu kita, termasuk untuk dijadikan presiden," katanya. > > Syafi'i menyadari usul tersebut gila. Akan tetapi, ia mengaku > terkadang kehabisan kosa kata untuk bertutur karena akal sehat dan > hati nurani telah lumpuh. > > Tragedi Pancasila > > Pada bagian lain pidatonya, Syafi'i menyinggung bahwa Pancasila telah > dijadikan payung pembenar terhadap politik salah tingkah selama sistem > otoritarian diberlakukan di Indonesia. Kebobrokan dan > kesewenang-wenangan penguasa juga berlindung di bawah Pancasila yang > ditafsirkan secara mutlak. > > "Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) selama > sekian tahun di masa Orde Baru adalah metode sistematis untuk > melumpuhkan tafsiran lain yang mungkin lebih benar, jujur, dan > konstruktif tentang Pancasila," ungkapnya. > > Pancasila mengalami sebuah tragedi ketika dalam kata ia > dimuliakanjika bukan diberhalakantetapi dalam laku ia dikhianati. > Demokrasi pun diberi nama Demokrasi Pancasila, tetapi berakhir dengan > malapetaka ekonomi yang teramat parah. "Sila kelima Pancasila, > 'keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia' tidak semakin > mendekat, malah semakin menjauh," ucapnya. > > Ia melanjutkan, "Dari sisi kebudayaan, rasanya bangsa ini telah berada > di jalan buntu atau sedang mengalami cultural impasse. Sementara > sebagian politisi dan anggota DPR kita sibuk mencari proyek pada > berbagai departemen, di samping merangkap sebagai calo." > > Syafi'i meratapi betapa malang nasib bangsa yang dibunuh secara > pelan-pelan oleh anak-anaknya sendiri. Menurut dia, diperlukan > terobosan radikal mengatasi masalah bangsa. > > "Bagaimana bentuknya, saya belum bisa merumuskan. Saya berharap para > budayawan, intelektual, sejarawan, tokoh agama mau duduk bersama dalam > upaya menembus jalan buntu ini. Tampaknya pendapat yang ingin > mendesain kembali Indonesia perlu dipertimbangkan," tutur mantan Ketua > Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu. > > Pada bagian akhir pidatonya yang dibacakan sekitar 40 menit, Syafi'i > mengatakan tidak perlu mencari siapa pengkhianat sebenarnya. Lebih > baik mengakui bahwa kita semua adalah pengkhianat, tidak terkecuali > kaum intelektual. (LAM) > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
