--- In [email protected], "Rahman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Ari ceuk kuring mah... geus we mendingan tong diladenan anu kitu mah! > Piraku urang kudu ngaladenan anu kurang sasetrip? Lamun aya jalma owah > ngocoblak nu teu pararuguh rek dilayanan kitu? Bisa2 engke dianggap > sarua gelona. > > Ceuk kuring mah ANTEP we lah mendingan, lebar ku enerji... marebutkeun > paisan kosong! Ngambek ka anu gelo mah, bisi dianggap sarua gelo he he > he. > > Mendingan enerjina dipake ka anu produktif. Samisal mikiran sangkan > jalma2 miskin di urang bisa menyat! > > RH Karikatur Provokatif yang Dungu Peter Rosler Garcia Hubungan baik antara negara-negara Eropa dan negara-negara Islam terganggu lagi oleh kasus karikatur Nabi Muhammad SAW. Sudah kelihatan, di Eropa sekelompok orang tertentu kurang mampu bertenggang rasa atau tak mau memahami perasaan orang lain. Egois. Namun, jelas terlihat, budaya hubungan antarkelompok manusia di Eropa sulit bisa dimengerti di luar Eropa. Melukai perasaan Karikatur tentang Nabi Muhammad yang dimuat koran kecil di Denmark, Oktober 2005, amat jelas melukai perasaan umat Islam. Itu tidak hanya dari segi ajaran Islam yang mengharamkan segala macam penggambaran sosok Nabi Muhammad, apalagi karikatur, tetapi juga bentuk dan isi karikatur itu dengan jelas menghina Nabi Muhammad. Antara karikatur itu ada beberapa yang amat mirip karikatur Stürmer, harian resmi pada masa pemerintahan Hitler di Jerman dulu tentang kaum Yahudi. Setelah pembunuhan massal kaum Yahudi di Jerman, tidak ada lagi koran Eropa yang berani memuat karikatur semacam itu tentang kaum Yahudi. Hal itu juga dilarang kebanyakan pemerintah negara Eropa. Juga tiada koran bermutu atau wartawan bertanggung jawab yang mau memuat karikatur yang begitu menghina umat, agama, atau bangsa lain, termasuk Nabi Muhammad SAW dan agama Islam. Tidak ada undang-undang yang melarang hal itu, tetapi rasa hormat kepada yang lain, rasa bertanggung jawab dan akal budi, serta kebijaksanaan secara umum sudah cukup. Hampir tanpa batas Namun, kebudayaan hubungan antarmanusia di Eropa lain sekali dari situasi di banyak negara Timur Tengah atau Asia. Secara umum, pers Eropa amat bebas dan juga ada kebebasan kebudayaan yang hampir tanpa batas. Tokoh politik Eropa dihina hampir tiap hari oleh karikatur pers dan siaran televisi. Agama Kristen dan lambang agama Kristen juga dilecehkan. Misalnya, ada poster Kristus bertubuh wanita telanjang dada di salib. Ciptaan seorang seniman lain menggambarkan salib sebagai alat gantung kertas kloset. Atau dalam parade kaum homoseks, selalu ada orang banci yang memakai pakaian khusus suster-suster biara. Semua itu melecehkan umat Kristen serta melukai hati dan perasaan penganut agama Kristen. Namun, apa boleh buat: Sikap kesabaran dengan semua kedinaan itu sudah masuk kebudayaan antarhubungan bangsa Eropa. Pemimpin Gereja atau anggota paroki kadang-kadang memprotes, tetapi hanya dengan kata-kata. Kebanyakan orang tidak terlalu gelisah tentang penghinaan agama Kristen. Mereka menilai pelaku penghinaan sebagai orang sakit jiwa atau seniman gagal yang mencari perhatian dengan provokasi bodoh. Benturan peradaban Tak hanya seniman yang bersikap demikian, tetapi juga politikus secara umum dari kelompok ekstrem, dan wartawan, atau pemimpin redaksi dari koran berperedaran rendah. Mereka amat suka memancing supaya menaikkan tingkat perkenalan atau edisi mereka. Politikus dan koran berarah kanan kadang-kadang mengadakan provokasi dengan menghasut rasa benci kepada orang atau agama lain. Dengan demikian, mereka secara sadar menyalahgunakan kebebasan pers. Namun, juga ada wartawan yang hanya berpandangan dangkal dan tidak mengerti bahwa hal yang masih bisa diterima dalam rangka kebudayaan Eropa melukai perasaan orang luar negeri. Dari segi kebudayaan hubungan antarkelompok manusia, kaum Eropa sulit bisa mengerti semua kerepotan tentang karikatur Nabi Muhammad di luar negeri. Orang Eropa yang berotak sehat dan bijaksana tentu tidak setuju dengan karikatur itu. Namun, mereka juga tidak mengerti mengapa terjadi pembakaran bendera Denmark atau perusakan gedung resmi perwakilan Eropa di negara Timur Tengah atau Asia. Untuk mereka, menurut Huntington, pemuatan karikatur itu tidak ada hubungan dan kaitan dengan perbenturan antarperadaban. Juga, untuk mayoritas orang Eropa yang sudah biasa dengan pelecehan agama Kristen, karikatur Nabi Muhammad adalah perbuatan orang dungu, tidak waras otak, dan kurang berhasil, yang mau meraih perhatian. Namun, kelompok dungu itu hanya merupakan orang perseorangan. Jika begitu, tak adil menuduh semua warga negara Denmark, semua kaum Eropa, semua orang "Barat" bertanggung jawab atas kedunguan itu. Dan juga kurang adil membakar bendera atau menyerbu gedung resmi Eropa yang mewakili semua bangsa. Peter Rosler Garcia Ahli Politik dan Ekonomi Luar Negeri, Hamburg, Jerman http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
