BAHASA Porno dan Parno ASVI WARMAN ADAM
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988), porno sama dengan cabul. Pornografi adalah 'penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi'. Definisi yang lain adalah 'bahan yang dirancang dengan sengaja dan semata-mata untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks'. Pada kamus ini tidak terdapat entri pornoaksi. Kalau pornografi berasal dari bahasa Inggris, maka pornoaksi tampaknya asli Indonesia, diciptakan oleh anak bangsa yang kreatif dalam berdakwah. Dalam bahasa Inggris tidak dikenal kata pornoaction. Tahun 1960-an penutur bahasa Indonesia sering mendengar istilah crossboy, mengacu kepada pemuda berandalan, yang sebetulnya juga tidak ditemukan dalam bahasa Inggris. Mengenai dayacipta orang Indonesia dalam menyelewengkan bahasa Inggris, contohnya dapat ditemui pada buku Folklor Madura yang ditulis Emha Ainud Nadjib. Suatu ketika ada seorang pemuda yang ditanya kawan sekampung untuk apa pergi ke kota. Ia menjawab, "Mau beli Playboy." Lo, sampeyan kok mau beli majalah gituan? Bukan, saya mau beli mainan anak-anak: play itu 'main', boy sama dengan 'anak'. Bicara tentang pornografi dalam perfilman Indonesia: sepanjang sejarahnya telah dilakukan sensor; dahulu malah sangat ketat. Sensor bukan terhadap pornografi saja, tetapi bisa menyangkut apa yang digolongkan sebagai "krisis akhlak". Pada tahun 1952 terjadi sensor pada adegan suami menjewer telinga istrinya dalam film Usmar Ismail Terimalah Laguku (lihat disertasi Tanete Pong Masak "Le Cinema Indonesien 1926-1967: étude d'histoire sociale"). Ciuman bibir jelas tidak boleh, bahkan ciuman antara direktur dan sekretarisnya dalam bentuk siluet disensor dalam tahun 1950-an. Pada tahun 1954 terjadi kasus yang sangat menghebohkan masyarakat yang melibatkan artis terkenal Nurnaningsih. Sang bintang dituduh berpose sangat berani untuk ukuran masa itu. Dalam majalah Kentjana 20 Oktober 1954 terdapat berita "Peristiwa Nurnaningsih, Dunia Film Dikejutkan karena Potret Telandjang Bulat". Setelah diselisik, ternyata foto itu hasil montage antara foto badan seorang penari kabaret Perancis dan potongan kepala Nurnaningsih. Lagi pula, orang dalam foto itu tidak telanjang bulat. Ia masih pakai BH dan celana dalam. Teknik rekayasa fotografi yang digunakan belumlah secanggih sekarang. Pengertian porno atau cabul tentu tidak sama dari masa ke masa. Tahun 1957 diadakan diskusi yang diselenggarakan oleh Organisasi Penulis-penulis Indonesia dengan Sutan Takdir Alisjahbana, HAMKA, Gayus Siagian, dan lain-lain tentang "Apakah Batjaan Tjabul?" Polemik yang diterbitkan oleh Balai Pustaka itu tidak menghasilkan kesepakatan karena pengertian "membangkitkan nafsu berahi" tidak sama bagi semua orang. Persoalannya, dengan menghangatnya dewasa ini perdebatan mengenai pornografi, apakah kita akan kembali ke masa tahun 1950-an dengan situasi dan kondisi yang berlaku waktu itu. Apakah kita bisa memutar roda waktu untuk hidup kembali di masa lalu? Atau, apakah lebih bijaksana bila masalah ini dilihat dengan lebih tenang tanpa diliputi ketakutan berlebihan terhadap apa yang dulu dikenal dengan istilah "dekadensi moral". Kalau menggunakan istilah yang sedang trendy sekarang, kita tidak parno terhadap persoalan ini. Parno adalah istilah yang sering digunakan anak muda masa kini, termasuk para bintang remaja yang sering tampil di layar kaca. Ungkapan ini merupakan singkatan dari kata paranoid. Dalam KBBI (1988) tidak terdapat kata paranoid, kecuali paranoia yang berarti 'penyakit khayal, penyakit jiwa yang membuat orangnya berpikir aneh-aneh, yang bersifat khayalan seperti merasa dirinya orang besar atau terkenal'. Definisi itu kurang akurat setelah kita bandingkan dengan Kamus Inggris-Indonesia susunan John M Echols dan Hasan Shadily (1976). Pada kamus ini paranoid berarti 'gila ketakutan', sedangkan paranoia adalah 'penyakit gila karena ketakutan atau karena kekecewaan'. Perbedaan porno dan parno secara tertulis tipis sekali. * Penulis Lektor Bahasa Indonesia di Institut Nasional Bahasa dan Kebudayaan Timur, Paris, 1984-1986 http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
