Warga Baghdad dilarang keluar rumah
 
        
Genangan darah setelah pemboman di Baghdad
Gelombang pemboman membuat rumah sakit kewalahan
Ibukota Irak, Baghdad memberlakukan larangan keluar rumah tanpa batas
waktu setelah gelombang pemboman berdarah melanda kota.

Langkah ini ditempuh sementara jumlah korban bom mobil hari Kamis di
kawasan hunian warga Syiah, Kota Sadr, bertambah menjadi 202 dan
sekitar 250 terluka, kata polisi.

Pemboman ini disusul dengan serangan mortir terhadap kawasan warga Sunni.

Bandara Baghdad ditutup dan Perdana Menteri Irak Nouri Maliki meminta
warga menahan diri.

"Kami mengecam praktik sektarian yang bertujuan menghancurkan
persatuan bangsa," kata Maliki di televisi.

Aparat Irak menyatakan, tujuh juta warga Baghdad terkenan di bawah jam
malam Kamis malam, dan menyatakan seluruh warga dan kendaraan tidak
boleh berada di jalan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Aparat Irak juga menutup bandara dan pelabuhan laut Basra di selatan.

Kewalahan

Dalam upaya untuk memperlihatkan persatuan, para tokoh warga
masyarakat Syiah, Sunni dan Kurdi Irak mengadakan konferensi pers.
Mereka menyerukan warga tetap tenang.

        
Serangan sektarian semakin sering terjadi di Baghdad
Serangan sektarian semakin sering terjadi di Baghdad

Tokoh terkemuka Syiah di Irak, Ayatullah Agung Ali al-Sistani
"mendesak warga agar tidak bereaksi secara melawan hukum dan menjaga
ketenangan dan menahan diri," kata salah seorang bawahannya.

Jumlah korban yang jatuh menyebabkan rumah sakit dan angkutan kewalahan.

Para korban memadati berbagai rumah sakit di Sadr City dan sebagian di
antaranya dalam keadaan berlumuran darah terbaring di koridor rumah sakit.

Gelombang pemboman ini terjadi tidak lama setelah belasan orang
bersenjata menyerang kementerian kesehatan di Baghdad, dan bentrok
dengan satpam dan tentara Irak sebelum dikalahkan.

Sebagian besar Kota Sadr dikuasai oleh Pasukan Mahdi, milisi terkemuka
warga Syiah, yang dituduh melancarkan banyak serangan sektarian.

Setelah ledakan, tembakan mortir menimpa beberapa wilayah warga Sunni,
dan menewaskan 10 orang, kata kantor berita AP.

Masjid Abu Hanifa, yang menjadi tempat keagamaan penting bagi warga
Sunni rusak berat, kata AP.

Serangan harian di Baghdad kini semakin terang-terangan dan sektarian,
kata analis Timur Tengah BBC Roger Hardy.

Hari Rabu, PBB melaporkan, korban tewas akibat tindak kekerasan dari
kalangan warga sipil mencapi rekor bulan Oktober. Lebih dari 3.700
tewas dan sebagian besar menjadi korban serangan sektarian.


Kirim email ke