Gampil wae atuh..pilarian bangsa/etnis anu teu acan katoel ku
pangjajahan...suku2 terasing di Amerika Selatan...Asia
Tengah..Mongolia..jrrd

On 1/9/09, Kumincir Wikidisastra <[email protected]> wrote:
>
>   Lamun aya babandinganana mah... Misalna mun teu datang bangsa Eropah
> kaayaan
> bangsa2 urang di Nusantara bakal kieu kieu kieu kieu... Tapi kusabab datang
> Walanda, jadi kitu kitu kitu kitu... Da tetep bae moal kaerong atuh... Naha
> mun baheula teu kungsi dijajah bangsa2 Eropah, kaayaan urang kiwari bakal
> leuwih ancur batan sakumaha ayeuna?
>
> 2009/1/6 Rahman
>
> > Muhammad Ali, Ph.D :
> > "Kolonialisme Tak Selalu Berdampak Negatif Bagi Islam"
> >
> > Begini, yang saya maksud dengan aspek institusional itu misalnya,
> > institusi pendidikan, ormas-ormas keagamaan, seperti Muhammadiyah yang
> > kemudian di respon dengan kehadiran Nahdlatul Ulama. Sebelum
> > Muhammadiyah, ada syarikat Islam. Syarikat Islam muncul sebagai respon
> > terhadap dekatnya Belanda dengan kalangan Cina ketika itu. Jadi
> > Syarikat Islam ini awalnya adalah organisasi dagang. Tapi kemudian
> > mereka mengadakan pendidikan dakwah. Sedangkan Muhammadiyah lebih
> > merupakan respon terhadap sistem pendidikan dan sistem organisasi
> > kolonial. Tapi apapun itu, institusi-institusi tersebut tidak akan
> > muncul tanpa ada tantangan. Dan tantangan yang paling besar adalah
> > kolonialisme. Itulah sebabnya konsep negara bangsa atau nation-state
> > tidak bisa terjadi tanpa kolonialisme. Konsep nasionalisme adalah
> > hasil dari respon terhadap kolonialisme. Dan itu terjadi tidak hanya
> > di Asia Tenggara, tapi juga di Eropa, Amerika dan Australia. Itu semua
> > adalah respon terhadap kolonialisme. Dengan konsep negara-bangsa,
> > kebangsaan dibangun bukan atas dasar kesukuan belaka. Agama itu hanya
> > bagian kecil saja.
> >
> > Mereka mencoba untuk mengatur daerah jajahan. Pertama dari aspek
> > pendidikan. Kedua dari aspek hukum. Dan ketiga, kaitannya dengan aspek
> > adat atau budaya lokal. Menurut saya, pengaruh Belanda inilah yang
> > membuat Islam Indonesia menjadi modernis. Modernisasi Islam itu tidak
> > akan ada di Indonesia ataupun di Malaysia tanpa pengaruh Belanda dan
> > Inggris. Jadi kita tidak bisa bicara tentang tentang modernisasi Islam
> > di Indonesia dan Malaysia tanpa menyinggung pengaruh Belanda dan
> > Inggris.
> >
> > Sebelum kedatangan Belanda, Indonesia hanya mengenal sistem halaqah,
> > sebuah model belajar-mengajar di mana ada ustaz kemudian murid-murid
> > melingkari sang ustaz tadi. Nah, dengan model sistem pendidikan ala
> > Belanda, maka sekarang di kenal-lah sistem kelas. Kemudian ada ujian,
> > ada ijazah, dan seterusnya. Ada tingkatan satu, tingkatan dua, yang
> > tidak berdasarkan kitab yang dibaca seperti pada model halaqah
> > misalnya. Tapi berdasarkan kurikulum. Jadi pengenalan kurikulum itu
> > sendiri adalah pengaruh dari Belanda. Di Malaysia yang dipengaruhi
> > Inggris juga seperti itu. Inilah modernisasi yang terjadi dalam sistem
> > pendidikan masa itu.
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke