===========================================Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
===========================================
AB:
1. Wah, ini bukan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Sama persis
dengan alasan karena pernah disakiti oleh Deppen, maka lebih baik tetap
bubar saja.
2. Di masa-masa Deppen menjadi alat untuk memberangus dan membredel
pers,
siapa yang memperalat? Topnya adalah presiden. Jadi kenapa lembaga
kepresidenan tidak dibubarkan saja. Lembaga ini yang paling bertanggung
jawab atas segala yang terjadi apakah baik apakah buruk. Polisi,
tentara,
Pak Lurah, Pak Carik, semua menjadi alat penguasa untuk membredel
'kehidupan' yang tidak dikehendaki pemerintah. Dibubarkan semua? Tidak
toh!
Tapi alat-alat itu diperbaiki, diganti orangnya kalau itu tergantung
pada
orang.

RH:
Masih ingin berpikir jernih lagi....
1 Dalam menanggapi masalah yang melanggar rasa keadilan, alasan
"perasaan hati" menurut pendapat saya (yang meminjam dari pikiran banyak
orang lain) boleh secara syah dijadikan alasan, meskipun tidak bisa
dipertanggung-jawabkan 100%. 
Inilah salah satu kemusykilan penanganan masalah etika, perasaan pun
harus dipertimbangkan. Tidak mungkin orang diperintahkan: "Jangan
menghiraukan perasaan", ini tidak mungkin. Sebagian (besar) reaksi
manusia (yang sering kali keterlaluan) berasal dari perasaan tersebut.
Orang yang dendam harus dimengerti, meskipun sulit dimaafkan! Dalam hal
ini dendam kesumat antara Palestina dan Israel, antara Ulster dan
Irlandia, dapat dimengerti, meskipun tidak dapat dimaafkan. Dan siapa
bilang bahwa soal mereka akan dapat diselesaikan dengan memuaskan?
2 Menyalahkan presiden? atau Deppen?, karena dia / mereka telah
menggunakan organ yang sengaja dirancang untuk dipakainya adalah analogi
yang ditarik terlalu jauh. Kalau mau menggunakan analogi serupa, ini
seperti soal "senjata api" dan "pengguna atau penyalah-penggunanya"!
Alat-alat itu tidak dapat disalahkan, demikian mungkin kata anda, karena
yang salah adalah pengendalinya. Tetapi jelas, bahwa dalam sama-sama
mengakibatkan kematian, "mobil" tidak dapat disamakan dengan "bedil",
yang stau tidak di-design untuk membunuh (tetapi dapat mengakibatkan
kematian), tetapi yang lain sengaja di-design untuk membunuh (menembak
mati). Maka Deppen sebagai organ yang tujuan semula adalah untuk
mengendalikan terselenggaranya pendapat bebas, harus dihentikan sebelum
dapat merajalela lagi. Presiden atau Deppen (siapapun yang menyeleweng
menurut pandangan anda) tujuan institusi yang baik ialah
menyelenggarakan keadaan damai, damai karena adanya jaminan hak manusia
dan/atau keadilan.
Salam!

R Hardjono
http://www.geocities.com/hardray/default.html 

Kirim email ke