============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================
Wealaa....wong kok ora ngrungokne TV lan membaca Radio,serta moco Siaran
berita . Nek pada era Gus Dur memang ada Juru Bicara ,antara lain si Yahya
c Stajub itu yang konon penjelmaan Tommy Soeharto. Nanti di Kabinet
Megawati....Juru bicara dihapus total.....dan akan ada Juru Diam
mentheleng. Lha wong Megawati ne wae ora tahu gelem bicar ...jadi tidak
diperlukaen Juru bicara.......Cheer.JB72
"koernia"
<[EMAIL PROTECTED] To: <[EMAIL PROTECTED]>
t.id> cc:
Sent by: Subject: Re: [debritto] Apakah
Kementerian
debritto-owner@ Penerangan masih diperlukan?
dejava.com
08/03/01 09:29
PM
Please respond
to debritto
============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================
Lho...kurang opo meneh to si mBilung iki,
Wah deBritto akan sangat bangga kalau mas Bambang Kesowo (Alumni Gama) bisa
ketemu mbilung.
Kalau dulu ada Yahya C. Stakuf yang jubirnya Gus Dur (harusnya Juli - Juru
Lihat/Lirik), kini ada mBiloeng yang jubirnya mBak Mega.
koer
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, 3 August 2001 1738 KOERNIA
Subject: RE: [debritto] Apakah Kementerian Penerangan masih diperlukan?
> ============================================
> Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
> ============================================
>
> Megawati saya percaya merupakan orang baik, tapi bisa
> sampai berapa tingkat mengawasi lembaga-lembaga yang ada di
> bawahnya.
>
> ===mBilung:
> Kalau yang dimaksud 'mengawasi' adalah pengawasan dalam
> lingkup pekerjaan 'administrasi', sebagai Ketua Umum DPP
> PDIP Megawati sudah terbukti mampu mengawasi sampai 3
> (tiga) tingkat ke bawah. Tingkat pertama adalah tingkat
> para Ketua DPP, tingkat kedua adalah tingkat Sekjen / Wakil
> Sekjen dan Bendahara / Wakil Bendahara DPP, tingkat ketiga
> adalah tingkat para Staf Sekretariat DPP. Terutama dalam
> bidang administrasi keuangan, di tiga tingkatan itu tidak
> ada sepeserpun duit yang bisa lolos atau berubah fungsi
> dari pengawasan kalkulator Megawati. Jangankan
> duit 'menguap', duit 'berubah fungsi' pun (misalnya duit
> untuk bikin spanduk digunakan untuk beli bensin) Megawati
> pasti memberi teguran keras. Pada unit-unit otonom, yaitu
> Balitbang, DPD dan DPC, pekerjaan administrasinya memang
> diurus sendiri-sendiri (tidak diawasi oleh personil DPP).
> Tetapi sebagai Presiden, tentunya kita tidak bisa
> mengharapkan Megawati mampu mengawasi sampai 3 tingkat
> (apalagi lebih), mengingat besarnya skala organisasi
> negara. Paling-paling, pengawasan oleh Megawati hanya
> sampai 2 tingkat. Tingkat pertama adalah para Menteri dan
> para Pejabat Setingkat Menteri, dan tingkat kedua adalah
> para Dirjen dan para Pejabat Setingkat Dirjen. Ini memang
> tantangan yang sangat berat, mengingat para Direktur,
> Kepala Biro, Kepala Bagian / Kepala Unit, Kepala Seksi,
> Kepala Sub Seksi dan para pejabat setingkat adalah orang-
> orang yang sudah terlalu lama menikmati manisnya madu OrBa.
> Belum lagi pada institusi-institusi otonom (Pertamina,
> Telkom, PLN, BPPN, Pemda-pemda Tingkat I dan II, dsb),
> Megawati pasti akan mendapat benturan dari orang-
> orang 'lama' dan pembatasan oleh berbagai peraturan
> perundang-undangan dan 'etika politik koalisi'. Dalam
> sebuah 'talk show' di tv baru-baru ini, Ary Suta (Kepala
> BPPN yang baru) berkisah bahwa untuk meminta suatu berkas
> di instansi yang dipimpinnya sendiri pun Ary Suta
> pernah 'dipersulit' oleh staf / anak-buahnya. Sangat besar
> kemungkinan Megawati pun akan sering mengalami 'di-Ary-Suta-
> kan'. ----- Berikut ini sedikit urun rembug untuk diskusi
> seputar Deppen : Menurut Nor Pud Binarto (pemimpin radio
> Jakarta News 97,4 FM), dalam sejarah di dunia ini hanya ada
> 2 (dua) negara yang pernah memiliki Deppen, yaitu Indonesia
> (sampai jaman Habibie) dan Uganda (pada jaman diktator Idi
> Amin). Diskusi mengenai Deppen dapat pula diikuti di
> http://www1.detik.com/forum/index_3.html?qstr=31|35|Politik
> dan Peristiwa|Kontroversi%20Deppen
>
>
> ----------------------------------------------------
> This email was sent using http://webmail.cbn.net.id/
>
>
>