Dear bro Tan, Terima kasih atas penjelasannya yang cukup panjang. Setelah apa yang kita diskusikan ini, terlihat jelas kita memiliki pendirian yang berbeda. Namun ada satu hal yang perlu saya jelaskan kembali bahwa saya tidak menentang buku BB. Mungkin saya lupa menambahkan bahwa sebenarnya argument-argumen saya merupakan ekspresi kepedulian dan keprihatinan saya. Jadi tidak ada hubungannya dengan masalah toleransi maupun intoleransi. Tidaklah mungkin saya menentangnya, karena buku tersebut tidak mempengaruhi dan merugikan saya. Saya juga sejauh ini belum melihat ada orang lain yang dirugikan atas buku ini. Namun ada juga yang prihatin terhadap buku ini, Sudah menjadi kenyataan bahwa ada sebagian orang yang memiliki penilaian buruk terhadap buku ini. Bro Hadi adalah salah satu contoh bukan? . Jadi point apa yang ingin saya sampaikan adalah bahwa saya ingin berbagi cara pandang terhadap buku ini, bukan ingin mengganyang atau memprotes. Mungkin bro Tan akan berargumen lagi bahwa hal ini hanya karena ketidak pahaman terhadap misi buku ini. Saya rasa ini akan menjadi sebuah polemik yang tidak akan ada habisnya. Tapi ada satu hal yang perlu kita sadari adalah bahwa tujuan dari diskusi topik ini adalah bukan untuk menentukan siapa yang benar atau salah. Bahkan saya tidak merasa pendirian saya benar. Karena memang pada dasarnya saya bukan bermaksud mencari pengakuan bahwa pendapat saya yang benar. Di dalam hal ini tidak ada yang benar maupun salah. Yang kita perlukan adalah mencari solusi yang tepat di antara ke dua sisi pendirian. Saya mengatakan buku BB begini begitu. Lalu jawaban yang saya butuhkan adalah jika seandainya apa yang saya katakan benar, maka bagaimana jalan keluarnya? Jika seandainya pendapat anda yang benar, maka bagaimana cara mengembangkannya?. Jadi mohon memahami tujuan dasar saya. Mungkin awalnya saya tidak memberi penjelasan, jadi mohon maaf juga. Saya sangat menghargai anda sebagai seorang umat Buddha yang memiliki komitmen memajukan Buddhisme. Tidaklah mungkin saya akan menentang seorang siswa Buddha seperti anda. Saya juga tidak mungkin akan menentang de Silva. Seandainya bertemu, maka saya mungkin akan secara jujur mengungkapkan pendapat saya dan bertanya tentang jalan pemikirannya namun saya akan bermohon kepadanya memberi solusi kepada saya. Untuk mengakhiri diskusi topik ini, saya harap anda dapat menanggapi tulisan ini dan membuat sebuah jawaban yang konkrit tentang pertanyaan: ¡°Sekarang buku BB dihadapi kenyataan ada yang pro dan kontra (di mana yang kontra bukan karena ingin ganyang, tapi sebagai wujud kepedulian, dan yang pro bukan karena ingin menang, tapi memiliki tujuan mulia juga) di kalangan umat Buddha sendiri, bagaimana jalan terbaiknya? Keprihatinan yang kontra adalah karena pengertian Tuhan dalam agama Semawi oleh para penganutnya juga memiliki pemahaman yang transeden, maka bagaimana de Silva dapat menyanggah sesuatu yang transeden? Jadi argument de Silva tentang Tuhan Kristen masih menjadi sebuah topik yang debatable. Bagaimana bro Tan melihat masalah ini? Semoga dapat membagi wawasan.
(Topik yang berdiri sendiri) Mengenai master Chingkung ¡°menyuap¡± atau ¡°membeli¡± keamanan, saya rasa bro Tan terlalu gesa2 dalam menjatuhkan vonis. Saya ingin menjelaskan bahwa tujuan master Chingkung tidaklah mungkin demikian (karena saya telah baca puluhan buku ceramah beliau dan saya percaya beliau memiliki misi dan visi yang sangat positif), dan konteks beliau merangkul dan memuji agama lain juga bukanlah seperti pemahaman anda. Tapi sudahlah, nampaknya kata2 saya tidak akan cukup kuat untuk meyakinkan anda. Saya agak terkejut juga dengan pernyataan anda ini. Karena saya tidak pernah/tidak berani mendiskreditkan seorang bhiksu manapun (yang melanggar sila sekalipun). Maaf karena saya pelajari dari Sutra bahwa perumah tangga tidak sebaiknya (lebih tepatnya tidak boleh) membicarakan kesalahan bhiksu. Dalam hal ini memang saya belum memahami sepenuhnya maksud dari larangan ini. Tapi saya tetap berusaha mematuhi isi Sutra yang merupakan ucapan dari guru Buddha. Bagaimanapun saya tetap menghormati kebebasan anda dalam menyatakan sikap. Tapi dari keseluruhan diskusi anda, saya melihat ada saat2 tertentu anda terlalu tergesa2 dalam membuat pernyataan. Mudah2an ini dapat menjadi masukan yang berguna buat anda. Dalam hal ini tidak berarti saya ini lebih arif atau apa, bahkan saya melihat kenyataan saya lebih parah dan jauh lebih buruk, bodoh dan kalah dalam berbagai wawasan. Haha..saya aja cuma sarjana yang bergelar D.O. Dalam diskusi lain, mungkin saya masih butuh masukan2 dan pandangan2 anda. Ok, sampai ketemu lagi di diskusi lain. Amitofo Cg ik ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
