sederhana saja Pak,

sebelum komputer masu ke kelurahan
ada sistem PANTARLIH, secara manual

basisnya adalah di RT berdasar kartu keluarga
valid dan reliable


ibenk di gmail wrote:
>
>
> Yth. Bp. Sayid & Bapak/Ibu yang berbahagia,
>  
> Seandainya pengurusan kependudukan memang sederhana, tentu 
> administrasi kependudukan Kita sudah beres dari dulu. Adalah 
> pertanyaan besar mengapa KPU tidak percaya data kependudukan Kita. Thanks
>  
> Sukses selalu,
> Ibenk 
>  
> /-------Original Message-------/
>  
> /*From:*/ sayid <mailto:[email protected]>
> /*Date:*/ 07/05/09 08:29:26
> /*To:*/ [email protected] 
> <mailto:[email protected]>
> /*Subject:*/ [eGovIndonesia] DPT pasti bengkak
>  
>
>
> Bila saja semua aparat pelaksana pemilu taat dan perbaikan DPT dilakukan
> di setiap kecamatan dengan baik, sesuai permintaan calon pemilih yang
> sebelumnya namanya tidak ada di DPT, maka bila ternyata KPU tidak
> mungkin menjalankan sistem pendaftaran pemilih maka diyakini jumlah
> pemilih akan lebih dari besar dari jumlah penduduk usia dewasa di 
> Indonesia.
> Hal tersebut bisa terjadi apabila KPU tidak pernah bisa mendapat pasokan
> data nama dan alamat pemilih dari Pemerintah dalam bentuk database
> nasional. sebagai mana kabar angin yang di dengar masayarakat bahwa
> kekisruhan DPT pada waktu PILEk , terjadi karena pemerintah tidak
> menyediakan database , dan mensuply KPU dengan data spered sheet per
> kecamatan , padahal masyarakat juga tahu, hanya sebagian kecil daerah
> yang KTPnya tidak pakai sistem komputer, sehingga tidak ada alasan untuk
> tidak memberikannya data identitas, nama dan alamat penduduk ke KPU
> dalam bentuk Database.
> Dengan update pada spreadsheet excel, maka selain prosesnya susah, maka
> duplikasi tidak dapat dihindari akibat hanya data tambahan yang masuk
> dan mutasi di daerah asal pendaftar tidak dilakukan.
> Jadi siapa yang harus tanggung jawab kalau DPT membengkak dan kisruh
> lagi, padahal KPU seudah bekerja maksimal, ya kita bisa di tebak
> sendiri...................................ada yang lempar batu sembunyi
> tangan..
> .
> Mengapa kita harus ribut masalah DPT, kan sebenarnya DPT hanya penting
> untuk mengatur logistik dan alokasi pelaksana pemilihan.
> Malah lebih terpenting dalam pengamanan pemilih dengan DPT yang paling
> kisruh justru adalah TINTA PEMILIH , yang kabarnya mudah sekali dihapus
> pakai pembersih kimia, untuk bisa milih lagi di mana mana., lumayan kan
> satu orang bisa pilih lebih dari satu tempat per jam.
>
> Selamat memilih, dan dengan kekisruhan DPT ini kita yakin akan banyak
> kemudahan.
> Semoga sukses satu putaran, agar masalah tidak berkepanjangan.
>
> Wassalam.
>
>  
>
>       
>
> FREE Animations for your email - by IncrediMail! Click Here! 
> <http://www.incredimail.com/index.asp?id=109094&rui=94516879>
>
> 

Kirim email ke