Kang Mas Ibenk, Kabar yang sampai ke daerah katanya bukannya KPU yang tidak mau pakai data kependudukan pemerintah, namun program KPU yang ternyata tidak bisa baca data exsel dalam bentuk laporan DPS dari pemerintah (meskipun pemerintah juga sudah tahu kalau KPU butuhnya dalam bentuk data bukan laporan), dan akhirnya semuanya jadi beban kecamatan untuk bisa mengkoreksi DPS yang sudah diterima tanpa mampu melakukan koreksi antar wilayah yang bisa dilakukan dengan program KPU seperti waktu pemilu tahun 2004.. Moga-moga hal itu seperti ini hanya karena pejabat Pemerintah dan KPU sama sama tidak mengerti apa bedanya database dengan data laporan. Semoga data DPT yang dihimpun oleh pak Camat beserta kelompok relawan seperti Pak Purba dan banyak sukerelawan pembela Bangsa bisa menyelamatkan negara ini dari bencana. Selalu sukses. Sayid Yudhoyono
ibenk di gmail wrote: > > > Yth. Bp. Sayid & Bapak/Ibu yang berbahagia, > > Seandainya pengurusan kependudukan memang sederhana, tentu > administrasi kependudukan Kita sudah beres dari dulu. Adalah > pertanyaan besar mengapa KPU tidak percaya data kependudukan Kita. Thanks > > Sukses selalu, > Ibenk > > /-------Original Message-------/ > > >
